Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Hype

Main Agenda: Bernadya Kaget Pas Kerja Bareng Perunggu di Album Barunya, Ada Apa?

Lisa Rodriguez - portalnara.com 2 mins read

Main Agenda: Bernadya Kaget Pas Kerja Bareng Perunggu, Ada Cerita Menarik di Balik Album Baru?

Main Agenda: Bernadya Kaget Pas Kerja Bareng Perunggu di Album Barunya, Ada Apa?

Main Agenda: Bernadya Kaget Pas Kerja Bareng Perunggu, Ada Cerita Menarik di Balik Album Baru?

Main Agenda – Bernadya dan band Perunggu mempersembahkan kolaborasi musik terbarunya dalam album Semoga Hanya di Mimpi, yang dikeluarkan pada 24 Juni 2026. Album ini menjadi momen spesial karena ini pertama kalinya Perunggu menulis lagu khusus untuk artis lain, dan Bernadya mengaku terkejut dengan kecepatan kreativitas tim mereka. Proses pembuatan lagu tidak hanya melibatkan musik, tetapi juga berbagai elemen tak terduga yang menambah kesan unik dalam karya ini.

Proses Kolaborasi yang Menarik

Kerja bareng antara Bernadya dan Perunggu dianggap sebagai pengalaman menyenangkan berkat komunikasi yang terbuka serta visi jelas dari Bernadya. Hal ini memudahkan tim kreatif dalam menyusun konsep musik, meski ada beberapa momen tak terduga yang membuat prosesnya lebih dinamis. Dalam proses ini, Bernadya merasakan perbedaan pendekatan musik dari Perunggu, yang dikenal lebih fokus pada tema-tema emosional dan narasi personal.

“Ketika pertama kali bekerja sama, Nadya merasa kaget karena prosesnya Perunggu cukup cepat, terutama dalam menggarap lirik dan melodi. Kebiasaan mereka menghasilkan karya dengan cepat, tapi hasilnya justru sangat memuaskan,” ujar Bernadya dalam wawancara dengan Main Agenda.

Band Perunggu, yang sebelumnya lebih dikenal dengan genre pop dan rock, menunjukkan sisi baru dalam kolaborasi ini. Mereka memadukan gaya musik mereka dengan nuansa yang lebih mendalam, sesuai dengan tema album yang menggambarkan harapan, kenangan, dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Proses kreatif yang diproyeksikan selesai dalam waktu singkat, tetapi berdampak besar pada kualitas akhir hasil.

Moments Tak Terduga dalam Pembuatan Lagu

Kolaborasi Bernadya dengan Perunggu tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga terinspirasi oleh aspek kehidupan sehari-hari, seperti makanan atau fenomena sosial. Dalam sesi kerja, Bernadya dan para musisi bahkan membahas apa yang akan mereka santap saat berada di studio, sehingga ide-ide yang muncul pun terasa lebih hidup dan relevan.

“Beberapa judul demo lagu diusulkan berdasarkan nama makanan yang kita rasa cocok dengan nuansa lagunya. Misalnya, ada yang diusulkan dengan nama makanan favorit hari itu, tapi ternyata susah memesannya,” tambah Rendy Pandugo, salah satu musisi Perunggu.

Baskara Putra alias Hindia juga menyebutkan bahwa situasi seperti itu menambah keterlibatan emosional dalam setiap lagu. “Perunggu tidak hanya berpikir tentang musik, tapi juga menggali pengalaman pribadi Bernadya untuk memperkaya cerita yang ingin disampaikan,” katanya. Hal ini menunjukkan bagaimana Main Agenda berusaha menciptakan karya yang tidak hanya mendengar, tetapi juga merasakan.

Album Semoga Hanya di Mimpi telah dirilis di berbagai platform streaming digital, dan menerima respons positif dari penikmat musik. Dengan berbagai cerita menarik di balik pembuatan lagu, album ini menawarkan pengalaman unik bagi pendengar, sambil tetap mempertahankan kualitas musik yang khas dari Perunggu. Bagaimana tanggapan kamu terhadap album ini? Main Agenda ingin mendengar pendapatmu.

Leave a reply