Announced: Dee Lestari Gak Bisa Nyanyi Dangdut dan Gak Mau Jadi Aktris, Kenapa?
Dee Lestari Tidak Nyanyi Dangdut dan Tidak Mau Jadi Aktris, Kenapa? Announced oleh Dee Lestari dalam wawancara terbarunya, keputusan untuk tidak menyanyi
Dee Lestari Tidak Nyanyi Dangdut dan Tidak Mau Jadi Aktris, Kenapa?
Announced oleh Dee Lestari dalam wawancara terbarunya, keputusan untuk tidak menyanyi dangdut atau terjun ke dunia akting diungkapkan sebagai bagian dari identitasnya sebagai kreator yang fokus pada karya sastra dan musik. Dalam sesi tayang di YouTube IDN Times pada 7 Juli 2026, Dee menjelaskan bahwa kegemarannya terhadap genre musik tertentu serta preferensi kerja di bidang sastra mengarahkan pilihan karier yang berbeda dari apa yang umum diharapkan. “Saya tidak pernah merasa bahwa dangdut adalah genre yang cocok untuk suara saya, dan akting juga bukan hal yang saya selalu ingin jalani,” katanya, mengungkap alasan penuh di balik keputusan Announced tersebut.
Keputusan Membentuk Gaya Bernyanyi Unik
Dalam Announced wawancara, Dee menekankan bahwa keterbatasan vokalnya terutama terasa dalam genre dangdut yang memerlukan kontrol melodi yang sangat dinamis. Meski pernah tergabung dalam grup vokal Rida Sita Dewi, ia tidak ragu menyebutkan bahwa suara yang ia gunakan tidak dirancang untuk mengaransemen musik dangdut. “Dangdut itu melibatkan melodi yang berubah-ubah, dan saya merasa itu tidak sesuai dengan cara saya bernyanyi. Jadi, saya lebih senang menggali potensi suara saya di genre lain yang lebih cocok,” jelasnya.
“Nyanyi dangdut itu memakan waktu banyak, dan saya tidak terbiasa menunggu hingga ratusan kali. Suara saya mungkin tidak mampu mengimbangi gaya bernyanyi yang diperlukan di genre itu,” tambah Dee.
Keputusan Announced ini juga mencerminkan preferensi pribadinya terhadap kreativitas yang lebih fleksibel. Dalam mengembangkan karya sastra, Dee merasa memiliki kontrol penuh atas proses kreatif, sementara dalam dunia musik dangdut, suara dan ekspresi harus disesuaikan dengan gaya yang lebih kaku. “Saya lebih suka menggubah lagu atau menyanyi dengan gaya yang bisa saya atur sendiri. Dangdut itu seolah mengikat saya ke satu pola tertentu,” imbuhnya.
Keputusan Tidak Mengambil Jalur Akting
Dalam Announced wawancara, Dee juga menjelaskan bahwa ia tidak tertarik untuk menjadi aktris meski memiliki pengalaman dalam dunia film. Ia mengungkapkan bahwa ritme syuting film dan ketergantungan pada performa visual membuatnya merasa tidak nyaman. “Untuk akting, saya rasa itu butuh komitmen ekstra yang mungkin tidak saya miliki. Syuting film itu makan waktu, dan saya tidak bisa mengatur kehidupan saya sendiri seperti saat menulis,” ujarnya.
“Saya lebih suka fokus pada proses menulis dan berkarya, daripada memainkan peran di layar. Akting itu mengharuskan saya menunggu hingga setiap adegan sempurna, sementara menulis bisa saya lakukan kapan saja,” tambah Dee.
Kendati demikian, keputusan Announced Dee tidak menghalangi ia untuk tetap produktif. Setelah vakum dari industri musik selama 18 tahun, ia kembali memperkenalkan karya-karyanya dengan album terbaru berjudul “(Jangan) Jatuh Cinta” yang dirilis pada 2026. Album ini dipersembahkan sebagai bukti bahwa keputusan Announcednya untuk tidak menyanyi dangdut dan tidak menjadi aktris tetap bisa menghasilkan karya yang relevan dan berkualitas.
Perspektif Artis yang Berbeda
Dee Lestari menjelaskan bahwa keputusan Announcednya untuk fokus pada kreativitas dan menulis bukanlah hal yang kebetulan. Menurutnya, industri musik dan film memiliki jalur yang berbeda, dan ia lebih cocok mengambil peran di bidang sastra. “Saya merasa bahwa menulis adalah bentuk ekspresi yang paling sesuai dengan cara saya menggambarkan dunia. Akting dan musik dangdut memang bisa menjadi pilihan, tapi saya lebih menikmati kebebasan menulis tanpa batasan,” tuturnya.
“Selain itu, syuting film itu seperti menghadapi satu batas waktu yang ketat. Saya suka menulis di mana pun dan kapan pun, tapi akting mengharuskan saya memperhatikan detail yang lebih banyak. Jadi, saya lebih memilih jalur yang saya kuasai,”
Kebiasaan Dee dalam menulis pun menjadi faktor utama dalam menjaga konsistensi kreativitasnya. Dalam Announced wawancara, ia menceritakan bahwa proses menulis bukan hanya menghasilkan karya, tapi juga memberinya rasa puas dan kontrol yang ia cari. “Karena menulis itu saya bisa mengatur waktu sendiri, saya lebih nyaman mengambil jalan itu,” katanya.
Langkah Baru dalam Karier
Setelah Announced keputusannya, Dee Lestari terus aktif dalam dunia sastra dan musik dengan merilis album terbaru pada 2026. Ia juga sedang menyusun konser dengan konsep baru yang akan menjadi puncak dari karya-karyanya terakhir. Konser ini diharapkan menampilkan perpaduan antara musik dan sastra, menunjukkan bagaimana ia mampu menggabungkan dua passion yang ia cintai.
“Saya ingin menampilkan perbedaan antara karya sastra dan musik yang saya ciptakan. Konser ini akan menjadi bukti bahwa saya bisa menciptakan seni yang murni dan tanpa batas, seperti yang saya lakukan dalam menulis novel-novel saya,”
Dengan Announced keputusannya untuk tidak terjun ke genre dangdut atau akting, Dee Lestari menunjukkan bahwa ia tidak ragu mengambil jalan yang paling sesuai dengan identitas dan gaya kerjanya. Ia mempertahankan kekonsistenan dalam berkarya, menunjukkan bahwa keputusan Announced tersebut bukanlah akhir dari perjalanan kreatifnya, tapi bagian dari proses mengembangkan seni yang lebih dari sekadar musik.