Skip to content
Royal desk
Agustus 7, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Science

Danau Batur Kehabisan Oksigen, Ikan Mati Massal

William Garcia - portalnara.com 4 mins read

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah merilis analisis ilmiah mengenai peristiwa kematian massal ikan yang melanda Danau Batur di Bali pada akhir Juli

Danau Batur Kehabisan Oksigen, Ikan Mati Massal

Fenomena Kematian Ikan di Danau Batur: Penjelasan Ilmiah BRIN

Portalnara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah merilis analisis ilmiah mengenai peristiwa kematian massal ikan yang melanda Danau Batur di Bali pada akhir Juli 2026. Berdasarkan data pemantauan lapangan, kejadian ini dikaitkan dengan proses pencampuran kolom air danau atau yang dikenal sebagai lake mixing. Mekanisme alami ini menyebabkan massa air dari lapisan dasar naik dan berintegrasi dengan air permukaan.

Saat tim peneliti melakukan investigasi, mereka mencatat penurunan drastis kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) di permukaan danau, yang menyentuh angka mendekati 0 mg/L. Kondisi ini disertai dengan munculnya bau menyengat hidrogen sulfida (H₂S), yang menjadi indikator kuat bahwa air dari lapisan bawah telah terangkat ke permukaan.

Mekanisme Kimia dan Biologis

Sulung Nomosatryo, peneliti biogeokimia dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, menguraikan bahwa lapisan dasar danau secara alami memiliki kandungan oksigen lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh proses dekomposisi bahan organik yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Selain itu, senyawa sulfida juga cenderung terakumulasi di lapisan tersebut.

Menurut Sulung, ketika pencampuran massa air terjadi, air miskin oksigen dari lapisan bawah naik ke permukaan sambil membawa sulfida ke habitat ikan. Dalam kondisi tertentu, sulfida dapat berevolusi menjadi hidrogen sulfida (H₂S), yaitu bentuk yang paling berbahaya bagi kehidupan ikan.

“Keberadaan bau H₂S menunjukkan bahwa air dari lapisan bawah kemungkinan telah terangkat ke permukaan. Namun, kita tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa sulfida merupakan penyebab tunggal kematian ikan. Diperlukan analisis laboratorium dan pengkajian terhadap seluruh parameter kualitas air agar penyebab kejadian ini dapat dipahami secara utuh,” ujar Sulung.

Karakteristik Unik Danau Batur

Arianto Budi Santoso, peneliti hidrodinamika danau BRIN, menambahkan bahwa posisi Danau Batur sebagai danau vulkanik di dekat Gunung Batur memberikan karakteristik khusus. Kandungan senyawa sulfur di danau ini relatif lebih tinggi dibandingkan danau-danau lainnya.

Pada kondisi tanpa oksigen atau anoksik, senyawa sulfat di dasar danau akan berubah menjadi sulfida. Ketika proses pencampuran air berlangsung, sulfida tersebut naik ke lapisan yang mengandung oksigen dan mengalami oksidasi kembali menjadi sulfat. Proses oksidasi ini turut mengonsumsi cadangan oksigen terlarut di dalam danau.

“Berdasarkan hasil penelitian, periode mixing di Danau Batur biasanya terjadi pada bulan Juni–Agustus, akhir Desember dan Februari,” jelas Arianto.

Temuan Penelitian dan Rekomendasi

Hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Inland Waters mengonfirmasi bahwa Danau Batur merupakan danau polimiktik. Artinya, danau ini mengalami pencampuran massa air beberapa kali dalam setahun. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa proses oksidasi sulfida, respirasi organisme, serta dekomposisi bahan organik dapat mempercepat penurunan kadar oksigen ketika proses pencampuran berlangsung.

Meski merupakan proses alami, dampak pencampuran kolom air tidak selalu seragam pada setiap kejadian. Kondisi cuaca, karakteristik fisik danau, kualitas air, hingga kondisi ekosistem saat pencampuran berlangsung menjadi faktor yang memengaruhi besarnya dampak terhadap kehidupan biota perairan.

Karena itu, BRIN menilai pemantauan kualitas air secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap dinamika di perairan tersebut. Pemantauan meliputi pengukuran suhu, kadar oksigen terlarut, parameter meteorologi serta profil kualitas air pada berbagai kedalaman. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem peringatan dini sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pengelolaan danau yang adaptif dan berbasis bukti ilmiah.

BRIN menegaskan akan terus melakukan penelitian dan pemantauan terhadap dinamika Danau Batur guna menyediakan informasi ilmiah yang dapat mendukung pengambilan keputusan oleh pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan danau secara berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kematian Ikan di Danau Batur

Apa penyebab utama kematian massal ikan di Danau Batur? Kematian massal ikan disebabkan oleh penurunan drastis kadar oksigen terlarut akibat proses pencampuran kolom air (lake mixing) yang membawa air miskin oksigen dari lapisan dasar ke permukaan.

Kapan periode pencampuran air di Danau Batur terjadi? Berdasarkan penelitian BRIN, periode mixing biasanya terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, serta akhir Desember dan Februari.

Apakah fenomena ini berbahaya bagi manusia? Bau hidrogen sulfida (H₂S) yang menyengat dapat terdeteksi, namun tidak langsung berbahaya bagi manusia. Namun, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan keamanan lingkungan.

Bagaimana cara mencegah dampak serupa di masa depan? Pemantauan kualitas air secara berkelanjutan, termasuk pengukuran suhu, oksigen terlarut, dan parameter lainnya, menjadi kunci untuk pengembangan sistem peringatan dini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Danau Batur Kehabisan Oksigen Ikan, Anda dapat mengunjungi artikel terkait di IDN Times Science.

Leave a reply