Teheran Labeli Sanksi Washington sebagai Terorisme Ekonomi
Portalnara.com – Pemerintah Iran secara keras mengkritik langkah Amerika Serikat yang memberlakukan sanksi ekonomi baru terhadap negaranya. Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran yang terbit pada Kamis (20/8/2026), sanksi tersebut dikategorikan sebagai “terorisme ekonomi” sekaligus kejahatan terhadap kemanusiaan. Pernyataan itu dikutip oleh Anadolu Agency.
“Sanksi ekonomi AS terhadap Iran yang menargetkan hak asasi manusia mendasar dari warga negara Iran merupakan terorisme ekonomi dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Siapa pun yang membuat sanksi tersebut pantas dituntut dan dihukum.”
Kemlu Iran juga menilai langkah Washington sebagai kelanjutan dari konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama 73 tahun antara kedua negara. Menurut Teheran, sanksi ini mencerminkan kegagalan Amerika Serikat dalam menghadapi kekuatan militer Iran, sehingga strategi mereka kini bergeser ke arah menyerang sendi-sendi ekonomi negara tersebut.
Operasi Economic D-Day dan Ancaman Sekutu
Kecaman ini muncul sehari setelah Presiden Donald Trump meluncurkan operasi yang ia beri nama “Economic D-Day” pada Rabu (19/8/2026). Melalui mekanisme tersebut, Washington melarang seluruh negara di dunia menjalin kerja sama ekonomi dengan Teheran. Pelanggaran akan dikenai sanksi berat, meskipun Trump tidak merinci bentuk hukuman yang bakal dijatuhkan kepada pihak-pihak yang melanggar.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyampaikan pesan berikut:
“Hari ini, saya mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberikan bantuan apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Ini akan menjadi Hari H-Ekonomi dan kita membutuhkan semua sekutu kita untuk berdiri bersama AS untuk mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran.”
Operasi ini merupakan kelanjutan dari langkah serupa yang sebelumnya ia sebut “Economic Furry,” diluncurkan pada awal fase konfrontasi militer dengan Iran. Kedua operasi memiliki tujuan identik: meruntuhkan kapasitas ekonomi Teheran agar tidak lagi mampu menantang Washington.
Iran Menegaskan Tidak Akan Menyerah
Kemlu Iran menegaskan bahwa sanksi ekonomi tidak akan melemahkan, melumpuhkan, apalagi menghancurkan kekuatan negaranya. Teheran menyatakan akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk konfrontasi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Presiden Trump.
Akar Konflik: Sejak 1979
Menurut catatan Atlantic Council, sanksi ekonomi AS terhadap Iran telah berlaku sejak November 1979, ketika Negeri Paman Sam masih dipimpin Presiden Jimmy Carter. Pemicunya adalah serangan sejumlah mahasiswa Iran terhadap kantor Kedutaan Besar AS di Teheran, yang disertai penyanderaan beberapa diplomat Amerika yang bertugas di sana.
Sejak peristiwa itu, Washington melarang Iran melakukan kegiatan ekspor dan impor, serta membekukan miliaran dolar aset Iran. Pembekuan tersebut masih berlaku hingga kini. Satu-satunya tujuan seluruh sanksi tersebut adalah merusak kondisi ekonomi Iran.
Ironisnya, alih-alih melemah, perekonomian Iran justru bertahan stabil di tengah tekanan berkepanjangan. Teheran bahkan berhasil menjadi negara mandiri dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah, mampu memproduksi minyak sendiri serta mengembangkan persenjataan militer secara mandiri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Iran Sebut Sanksi Ekonomi Terbaru?
Iran Sebut Sanksi Ekonomi Terbaru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Iran Sebut Sanksi Ekonomi Terbaru matter?
Iran Sebut Sanksi Ekonomi Terbaru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

