News

Singa Muda Hanura Dorong Anak Muda Terlibat Pembangunan dan Politik

img-20260822-wa0053_253da2aa-f2b1-4cf9-ac6b-c58f0feb0d69

Forum Singa Muda Hanura: Generasi Muda Harus Jadi Subjek, Bukan Sekadar Objek Politik

Portalnara.com – Di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, sebuah diskusi kebangsaan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) dengan tema “Refleksi 81 Tahun Proklamasi, Sudahkah Indonesia Merdeka?” Acara yang diinisiasi Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura ini mempertemukan kalangan pemuda dan organisasi kepemudaan untuk membedah isu-isu krusial: demokrasi, partisipasi politik generasi muda, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Membuka Ruang Kritik dan Gagasan

Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham, menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang secara sengaja agar anak muda memiliki wadah untuk menyampaikan pandangan dan kritik secara konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami menyambut baik kehadiran seluruh narasumber dan peserta. Dialog ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, kritik dan pandangan terhadap perjalanan bangsa,” ujar Abraham.

Ia menegaskan bahwa peran pemuda tidak boleh dibatasi hanya pada fungsi memilih saat pemilu tiba. Keterlibatan aktif dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan politik, menurutnya, merupakan hak yang harus dijamin.

“Semangat kami adalah membuka ruang bagi anak muda untuk berdiskusi dan terlibat dalam pembangunan bangsa. Dari daerah yang berdaya, kita ingin ikut mendorong terwujudnya Indonesia yang sejahtera,” kata dia.

Pembenahan Regulasi Partai Politik

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, yang hadir sebagai narasumber, menyoroti urgensi perbaikan regulasi partai politik. Ia mendorong agar revisi Undang-Undang Partai Politik mencakup indikator yang lebih tegas, khususnya terkait mekanisme kaderisasi dan tata kelola internal partai. Tujuannya agar partai tidak sekadar berfungsi sebagai kendaraan elektoral, melainkan juga menjadi wadah pengembangan gagasan dan kader politik.

Beban Biaya Politik yang Membatasi Partisipasi

Isu tingginya ongkos politik dan biaya penyelenggaraan pemilu turut menjadi sorotan dalam dialog tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi penghalang bagi keterlibatan generasi muda dalam kancah politik nasional.

Partai Politik Harus Lebih Aktif Menyosialisasikan Gagasan

Sekretaris Jenderal EN-LMND, Riski Oktari Putra, menekankan bahwa partai politik perlu membuka akses yang lebih luas bagi pemuda. Selain itu, partai dinilai wajib lebih proaktif dalam mendistribusikan dan menyosialisasikan gagasan kepada publik. Komunikasi politik yang terbuka, lanjutnya, memungkinkan masyarakat memahami substansi program politik, bukan sekadar hadir sebagai pemilih saat momentum pemilu datang.

Keseimbangan Politik dan Fungsi Kontrol

Ketua Umum PP PMKRI, Delvis Rettob, menyoroti pentingnya keseimbangan kekuatan politik dalam kerangka demokrasi. Ia menegaskan bahwa kekuatan politik di luar pemerintahan tetap diperlukan untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah. PMKRI juga mendorong adanya pengaturan yang lebih jelas mengenai koalisi partai politik, sehingga dinamika politik tetap berjalan dalam koridor kepentingan demokrasi dan masyarakat.

Perspektif Sejarah: Imperialisme Ekonomi Berwajah Baru

Koordinator Umum Aliansi PERISAI, Lalu M Rizaldy, membawa sudut pandang historis ke dalam diskusi. Ia menyoroti bagaimana imperialisme dan penjajahan ekonomi kini hadir dalam bentuk baru. Ketergantungan ekonomi, termasuk melalui skema utang, perlu dicermati agar tidak menggerus kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional. Persoalan ini, menurutnya, menjadi tantangan yang juga harus dipahami generasi muda karena pembangunan nasional tidak semata menyangkut aspek politik, tetapi juga kemampuan Indonesia menjaga kemandirian ekonominya.

Harapan Singa Muda Hanura

Menurut Singa Muda Hanura, keterbukaan ruang partisipasi semacam ini esensial untuk menumbuhkan budaya politik pemuda yang sehat, kritis, dan konstruktif. Melalui forum tersebut, organisasi ini berharap diskusi kebangsaan tidak berhenti sekadar sebagai arena pertukaran pandangan, melainkan berkembang menjadi ruang konsolidasi gagasan generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan Indonesia ke depan.

Frequently Asked Questions

What is Singa Muda Hanura Dorong Anak Muda?

Singa Muda Hanura Dorong Anak Muda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Singa Muda Hanura Dorong Anak Muda matter?

Singa Muda Hanura Dorong Anak Muda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *