Hype

Hasil Grand Final Clash of Champions Season 3, Rexx Jadi Juara!

foto-cover_24c1b862-cd9f-45f7-8b60-83c70b46e7da

Clash of Champions Season 3: Rexx Tancap Puncak, Nasywaa Harus Puas di Posisi Kedua

Portalnara.com – Momen paling dinanti para pengikut kompetisi Ruangguru akhirnya terwujud pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Grand Final musim ketiga Clash of Champions mempertemukan dua grand finalis berlatar belakang akademik berbeda: Rexx dari National University of Singapore dan Nasywaa dari Universitas Indonesia. Format Best of Three dipilih sebagai penentu siapa yang berhak menyandang mahkota juara.

Game 1 — Orbital Genesis: Kejar-kejaran di Antariksa

Babak pembuka menyajikan tantangan Orbital Genesis, di mana daya ingat dan kecepatan berhitung kedua finalis diuji secara bersamaan. Dalam jendela waktu 30 menit, mereka dituntut menghafal posisi, laju, serta lintasan gerak dari 10 planet, 6 satelit, dan 2 komet secara simultan.

Nasywaa sempat memimpin di segmen soal awal. Akan tetapi, karakter permainan yang menuntut kalkulasi kilat membuka celah bagi Rexx untuk mengejar ketertinggalan. Alih-alih tertinggal, Rexx justru merebut kendali permainan dan menutup Orbital Genesis dengan kemenangan. Skor sementara: 1-0 untuk Rexx.

Game 2 — Number Hunter: Comeback yang Menyelamatkan Malam

Berbeda dari game pertama yang bertumpu pada memori, Number Hunter menuntut kombinasi kecepatan hitung dan ketepatan pengambilan keputusan. Mekanisme permainannya mengharuskan finalis memilih papan berisi operasi matematika berdasarkan kategori tertentu, lalu menyelesaikan sebanyak mungkin soal dalam batas waktu tiga menit per kategori.

Nasywaa langsung tampil agresif dan merebut kategori pertama. Namun, ia kemudian tertinggal dalam beberapa putaran. Menolak mengakhiri Grand Final lebih cepat dari yang seharusnya, Nasywaa melakukan comeback dramatis — menang beruntun di beberapa kategori berikutnya dan memastikan kemenangan di Number Hunter. Kedudukan kembali imbang 1-1, memaksa penentuan di game ketiga.

Game 3 — Vertical Limit: 36 Pilar yang Menentukan Segalanya

Game penentu menguji logika spasial. Tugasnya: menyusun pilar-pilar sedemikian rupa sehingga nilai penghitungan pada papan meningkat secara berurutan dari pilar satu ke pilar berikutnya.

Rexx unggul cepat di papan pertama dan kedua karena Nasywaa melakukan kesalahan penempatan pilar. Ronde-ronde selanjutnya berjalan jauh lebih ketat; kedua finalis sama-sama gagal menyelesaikan susunan secara sempurna, sehingga hasilnya dinyatakan seri.

Tantangan terakhir tiba: papan 6×6 dengan total 36 pilar. Di sinilah Rexx memastikan segalanya.

Ia berhasil menyelesaikan seluruh susunan 36 pilar tanpa satu pun kesalahan. Dengan kemenangan di Vertical Limit, Rexx keluar sebagai juara baru Clash of Champions Season 3.

Secara historis, Rexx menjadi peserta kedua dari kampus Singapura yang menyabet gelar juara kompetisi ini. Sebelumnya, Vannes dari Nanyang Technological University (NTU) telah mengangkat trofi Clash of Champions Season 2.

Frequently Asked Questions

What is Hasil Grand Final Clash of Champions?

Hasil Grand Final Clash of Champions is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hasil Grand Final Clash of Champions matter?

Hasil Grand Final Clash of Champions matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *