Peringatan Kesehatan: Asap Karhutla Ancam Saluran Pernapasan hingga Rongga Paru
Portalnara.com – Menkes – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat di kawasan yang dilanda kebakaran hutan dan lahan. Langkah utama yang diminta adalah mengenakan masker setiap kali keluar rumah serta membatasi segala aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada level buruk.
Ancaman PM2.5 dan Gejala yang Muncul
Partikel halus berukuran di bawah 2,5 mikrometer—dikenal sebagai PM2.5—terbentuk dari proses pembakaran biomassa di lahan terbakar. Ukuran mikro tersebut memungkinkan partikel menembus saluran pernapasan hingga mencapai rongga terdalam paru-paru. Dampaknya berjenjang: mulai dari perih pada mata, rasa gatal di tenggorokan, hingga sesak napas yang nyata. Pada penderita penyakit paru kronis atau asma, paparan berulang dapat memperburuk kondisi secara drastis dan menaikkan peluang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kelompok yang paling berisiko meliputi anak-anak, perempuan hamil, lanjut usia, serta individu dengan riwayat gangguan paru. Menkes menekankan bahwa masker merupakan benteng pertama yang paling praktis ketika langit berubah kelabu oleh kabut asap.
“Karhutla banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.”
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Gunadi Sadikin sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.
Lonjakan Kasus ISPA di Sejumlah Provinsi
Data epidemiologis menunjukkan peningkatan tajam kasus ISPA di beberapa wilayah terdampak. Di Kalimantan Tengah, angka kasus melonjak dari 402 menjadi 716 dalam rentang satu minggu—naik 78,1 persen. Kalimantan Barat mencatat lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026, dengan titik lonjakan tertinggi berada di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Pola serupa, yang juga disertai laporan kasus asma dan iritasi, terdeteksi di Riau serta Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, belum ada catatan korban jiwa yang berkaitan langsung dengan bencana asap tersebut.
Mobilisasi Tenaga dan Logistik Medis
Kementerian Kesehatan telah mengerahkan 314 tenaga kesehatan—terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog—dengan konsentrasi penempatan utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Mereka bertugas mendistribusikan bantuan logistik kesehatan ke titik-titik terdampak.
Rekapitulasi barang yang telah disalurkan mencakup: 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, 8 set alat pelindung diri, 33 dus Pemberian Makanan Tambahan, ditambah berbagai obat-obatan dan vitamin.
Panduan untuk Warga Terdampak
Menkes mengingatkan agar keluhan pernapasan ringan tidak dianggap sepele. Siapa pun yang mulai merasakan sesak napas, batuk yang tidak kunjung reda, nyeri di area dada, atau iritasi mata berat harus segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum kondisinya memburuk. Warga juga dianjurkan memantau indeks kualitas udara secara berkala melalui aplikasi resmi sehingga dapat menentukan kapan aman untuk beraktivitas di luar rumah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menkes?
Menkes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menkes matter?
Menkes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

