Science

Kenapa Kalimantan Sering Terjadi Karhutla? Ini Alasannya

emma-renly-zzgh5vzpsjk-unsplash_0568a945-3f21-4a22-ade4-4f8863f1e701

Mengapa Kalimantan Terus Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan?

Portalnara.com – Kabut asap pekat kembali menyelimuti berbagai kawasan di Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan yang berulang. Fenomena ini bukan kejadian tunggal; dari tahun ke tahun, karhutla terus menghantui wilayah tersebut dan mengganggu kesehatan warga serta ekosistem sekitarnya. Di balik pola berulang ini terdapat sejumlah faktor saling berkaitan — mulai dari karakteristik tanah gambut, dinamika iklim, hingga intervensi manusia terhadap tutupan hutan.

Peran Aktivitas Manusia dalam Memicu Api

Salah satu pendorong utama karhutla di Kalimantan adalah kebiasaan membuka lahan melalui pembakaran. Metode ini dipilih karena dianggap hemat biaya dan cepat, baik oleh korporasi maupun petani berskala kecil. Namun, ketika cuaca sedang kering dan angin bertiup kencang, api yang semula hanya untuk membersihkan area dapat meluas tanpa kendali.

Di kawasan gambut, bahaya ini berlipat ganda. Api mampu menjalar ke lapisan bawah permukaan tanah, sehingga kebakaran tidak selalu tampak jelas dari atas. Bara yang tertinggal dapat bertahan berhari-hari hingga berminggu-minggu, membuat upaya pemadaman jauh lebih rumit.

Penelitian yang disusun Annisa Musrifatun Nur’Aini dan Athaya Putri Tatia Ananta dari Fakultas Kehutanan UGM (2025) menegaskan bahwa mayoritas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berkaitan erat dengan faktor antropogenik. Selain pembakaran, praktik pembalangan liar serta konversi lahan secara masif turut memperparah kerentanan kawasan. Hilangnya tutupan vegetasi mengubah mikroklimat setempat dan membuat lingkungan sekitar hutan semakin mudah terbakar.

Kerentanan Khusus Lahan Gambut

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyimpan hamparan gambut yang sangat luas. Gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan selama ribuan tahun dan secara alami mampu menyimpan air dalam volume besar. Ketika musim kering tiba dan kelembapan hilang, lapisan gambut menjadi sangat mudah terbakar.

Risiko ini diperparah oleh pembangunan kanal serta perubahan tata guna lahan yang menurunkan muka air tanah. Tanpa pasokan air yang memadai, gambut kehilangan kelembapannya dan berubah menjadi bahan bakar yang sangat reaktif terhadap percikan api.

Dampak Musim Kemarau dan Fenomena El Niño

Periode Juli hingga September, yang bertepatan dengan puncak musim kemarau, merupakan waktu paling rawan bagi karhutla di Kalimantan. Berkurangnya curah hujan menurunkan kelembapan tanah dan mengeringkan berbagai jenis vegetasi di sekitar hutan serta lahan terbuka.

Bila kemarau berlangsung lebih panjang dan diperkuat oleh fenomena El Niño, kondisi kekeringan menjadi jauh lebih ekstrem. BMKG menjelaskan bahwa kemarau dan El Niño merupakan dua fenomena berbeda, tetapi ketika keduanya terjadi bersamaan, wilayah dapat mengalami kekeringan yang jauh lebih parah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kondisi iklim yang kering membuat lahan lebih mudah dibakar dan meningkatkan kemunculan asap. Cuaca kering bukan selalu menjadi penyebab awal kebakaran, tetapi dapat memperbesar risiko dan membuat karhutla semakin sulit dikendalikan.

Dengan demikian, kombinasi antara gambut yang mengering, cuaca ekstrem, dan aktivitas manusia menciptakan siklus yang membuat Kalimantan terus-menerus berada dalam ancaman kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya.

Frequently Asked Questions

What is Kenapa Kalimantan Sering Terjadi Karhutla Ini Alasannya?

Kenapa Kalimantan Sering Terjadi Karhutla Ini Alasannya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kenapa Kalimantan Sering Terjadi Karhutla Ini Alasannya matter?

Kenapa Kalimantan Sering Terjadi Karhutla Ini Alasannya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *