News

Usia 100 Tahun Gontor, 8 Presiden RI Tak Pernah Absen Berkunjung

img-20260919-wa0025_ae0094dc-ffad-4331-83a0-669febafe7ad-1

Seabad Gontor dan Jejak Delapan Presiden Republik Indonesia

Portalnara.com – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memasuki usia 100 tahun pada September 2026. Tonggak satu abad itu tidak hanya mencerminkan perjalanan sebuah lembaga pendidikan, melainkan juga hubungan panjang Gontor dengan para pemimpin nasional. Dari Sukarno sampai Prabowo Subianto, delapan Presiden Republik Indonesia tercatat pernah hadir di lingkungan pondok di Ponorogo, Jawa Timur.

Kunjungan para kepala negara berlangsung dalam latar zaman yang berbeda-beda. Ada yang datang ketika republik baru saja berdiri dan masih mempertahankan kemerdekaan, ada pula yang hadir untuk meresmikan masjid, kampus, maupun fasilitas pendidikan. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pergantian pemerintahan tidak menghentikan silaturahmi antara Gontor dan pemimpin Indonesia.

Sukarno datang di masa awal republik

Presiden pertama RI, Sukarno, menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi Gontor. Kunjungan itu berlangsung pada 1946, kira-kira satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada masa tersebut, bangsa Indonesia masih berada dalam suasana perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Keadaan nasional turut berdampak terhadap kehidupan pondok. Jumlah santri yang menetap di Gontor saat itu hanya belasan orang. Walaupun situasi negara belum stabil, Sukarno tetap menyempatkan diri hadir. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda awal kedekatan Gontor dengan kepemimpinan nasional.

Peresmian Masjid Jami pada era Soeharto

Tradisi itu diteruskan Presiden kedua RI, Soeharto. Pada 1978, ia menghadiri peringatan 50 tahun PMDG. Agenda tersebut menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan fasilitas pondok, karena Soeharto bersama K.H. Imam Zarkasyi meresmikan Masjid Jami Gontor.

Peresmian masjid berlangsung dalam suasana takbir dari lingkungan pondok. Hingga kemudian, Masjid Jami tetap menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan bagi warga Gontor. Kehadirannya melekat dalam perjalanan lembaga itu selama beberapa dekade berikutnya.

Habibie, Gus Dur, dan hubungan antartradisi pesantren

Pada 1999, Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie juga menyambangi Gontor. Dalam kesempatan tersebut, Habibie bertemu keluarga besar pondok dan meresmikan sejumlah bangunan. Kunjungannya menambah catatan interaksi antara pemerintahan nasional dan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Hubungan pada masa Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, memiliki sisi personal yang kuat. Gus Dur telah lama menjalin kedekatan dengan keluarga besar Gontor. Ia juga bersahabat dengan Ustaz Syukri, salah satu tokoh Gontor, sejak keduanya masih menempuh pendidikan pada masa muda.

Pertemanan itu ikut menghubungkan dua lingkungan pesantren besar: Tebuireng, yang didirikan oleh ayah Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari, serta Pondok Modern Darussalam Gontor. Kisah tersebut menunjukkan bahwa relasi antarlembaga pendidikan Islam dapat tumbuh melalui ikatan keilmuan, pergaulan, dan sejarah keluarga.

Perkembangan pendidikan putri dan peringatan delapan dekade

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, melanjutkan kunjungan kepala negara ke Gontor pada 2002. Kehadirannya berkaitan dengan peresmian Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri 2. Peristiwa itu tercatat sebagai bagian dari pengembangan pendidikan bagi santri putri di lingkungan Gontor.

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, kemudian hadir dalam resepsi kesyukuran 80 tahun PMDG pada 2006. Kunjungan tersebut terjadi ketika Indonesia menghadapi dampak gempa bumi di Yogyakarta pada periode yang berdekatan. Di tengah kondisi nasional itu, SBY tetap memenuhi agenda peringatan di Gontor.

Kehadirannya memberi arti tersendiri bagi peringatan delapan dekade pondok. Selain menjadi bagian dari acara kesyukuran, kunjungan itu juga memperpanjang kesinambungan kehadiran presiden di Gontor dari satu masa pemerintahan ke masa berikutnya.

Jokowi dan pembangunan kampus Gontor

Pada 2016, Presiden ketujuh RI Joko “Jokowi” Widodo datang bertepatan dengan peringatan 90 tahun PMDG. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi meresmikan Gedung Utama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Ia juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Menara Gontor.

Agenda tersebut menempatkan pendidikan tinggi sebagai salah satu bagian penting dalam perjalanan Gontor. Kehadiran UNIDA Gontor memperluas ruang pengembangan pendidikan di lingkungan yang selama puluhan tahun dikenal melalui tradisi pondok pesantrennya.

Puncak satu abad bersama Prabowo

Satu dekade setelah peringatan 90 tahun, Presiden kedelapan RI Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG. Acara itu berlangsung di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kehadiran Prabowo menjadi bagian dari puncak peringatan seabad PMDG yang digelar pada 18 hingga 20 September 2026. Momen tersebut menutup satu rangkaian panjang kunjungan presiden, sekaligus menandai perjalanan Gontor dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Delapan kunjungan dari delapan presiden tidak sekadar menjadi catatan seremoni. Rentang waktunya menggambarkan keberlanjutan Gontor melewati perubahan politik, sosial, dan kepemimpinan nasional. Dari masa ketika santrinya masih berjumlah belasan orang hingga usia satu abad, Gontor tetap hadir sebagai bagian dari perjalanan pendidikan Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Usia 100 Tahun Gontor 8 Presiden?

Usia 100 Tahun Gontor 8 Presiden is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Usia 100 Tahun Gontor 8 Presiden matter?

Usia 100 Tahun Gontor 8 Presiden matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *