PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pakar Ungkap Potensi Ekonomi dari Pengembangan PLTP Ungaran

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Linda Miller - portalnara.com

Foto : Linda Miller - portalnara.com

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Berpotensi Dorong Energi Bersih dan Ekonomi Lokal

Portalnara.com – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran di Jawa Tengah berpeluang memberi dua dampak sekaligus: memperkuat pasokan listrik rendah emisi serta menggerakkan kegiatan ekonomi di kawasan sekitar proyek. Saat ini, pengembangan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran yang mencakup Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal masih berada dalam tahap eksplorasi serta studi kelayakan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Sebelum memasuki konstruksi, pengembang masih perlu memastikan karakteristik reservoir, besaran potensi sumber daya, hingga kelayakan teknis proyek melalui penelitian lapangan yang mendalam.

Emisi Relatif Rendah

Akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP), Yoga Aribowo, melihat panas bumi sebagai sumber energi dengan tingkat emisi yang relatif rendah. Emisi karbon dioksida dari PLTP diperkirakan berada di kisaran 100 gram per kilowatt hour (kWh), sementara emisi hidrogen sulfida atau H2S kurang dari 1 gram per kWh.

Karakter tersebut membuat penambahan kapasitas panas bumi relevan dalam upaya memperbesar porsi pembangkit yang lebih ramah lingkungan. Manfaatnya tidak hanya terkait pengurangan emisi, tetapi juga berkaitan dengan perhatian terhadap kualitas udara, air, dan lingkungan secara lebih luas.

“Kalau semakin banyak porsi PLTP, tentu akan berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan, baik udara, laut maupun air,” kata Yoga dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).

Energi panas bumi bekerja dengan memanfaatkan uap dan air panas yang tersimpan di reservoir pada kedalaman hingga ribuan meter di bawah permukaan. Fluida ini merupakan bagian dari sistem panas bumi, sehingga berbeda dari air tanah dangkal yang biasa digunakan masyarakat melalui sumur.

Setelah digunakan dalam proses pembangkitan listrik, fluida panas bumi tidak dibiarkan keluar dari siklus sistemnya. Material tersebut dikembalikan ke lapisan bawah tanah melalui reinjeksi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya agar pemanfaatan panas bumi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Dalam pemanfaatannya, air yang telah digunakan kemudian dikembalikan ke dalam lapisan bawah permukaan melalui proses reinjeksi, sehingga sumber daya panas bumi dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar dia.

Peluang Aktivitas Usaha di Sekitar Proyek

Selain aspek energi dan lingkungan, tahap pengembangan PLTP Gunung Ungaran juga membuka kemungkinan munculnya perputaran ekonomi di wilayah sekitar. Kegiatan eksplorasi, kajian, hingga pembangunan dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Kehadiran pekerja dan kegiatan proyek berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan sehari-hari. Warung makan, toko kebutuhan harian, layanan transportasi, serta tempat kos merupakan contoh usaha yang dapat memperoleh peluang dari aktivitas tersebut. Dampak ekonomi lokal dapat muncul ketika kebutuhan operasional proyek melibatkan pelaku usaha di sekitar kawasan pengembangan.

Manfaat sosial proyek juga dapat dikembangkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Ruang ini dapat menjadi bagian dari hubungan antara pengembang, masyarakat, dan pemerintah daerah, terutama selama proses proyek masih berjalan melalui berbagai tahapan teknis dan perizinan.

“Peluang tersebut juga dapat menjadi bagian dari kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan,” pungkasnya.

Eksplorasi Menentukan Arah Pengembangan

Pemerintah menegaskan bahwa proyek PLTP Gunung Ungaran belum berada pada fase pembangunan. Eksplorasi dilakukan untuk mengukur potensi panas bumi sekaligus menilai apakah sumber daya yang ditemukan dapat dikembangkan secara layak. Proses ini mencakup kajian teknis, penilaian lingkungan, perizinan, keselamatan, serta pertimbangan sosial masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyampaikan bahwa setiap tahapan tersebut perlu ditempuh sebelum proyek dapat bergerak menuju pembangunan. Penelitian bawah permukaan menjadi faktor utama karena pengembang perlu memahami kondisi reservoir yang akan menjadi sumber energi pembangkit.

Lokasi titik pengeboran pun tidak semata-mata mengikuti posisi manifestasi panas bumi di permukaan. Penentuannya menggunakan kajian geologi dan geofisika untuk membaca kondisi bawah tanah serta menetapkan sasaran reservoir yang paling sesuai.

Teknologi directional drilling memungkinkan pengeboran diarahkan dari satu titik menuju target tertentu di bawah permukaan. Pendekatan ini membuat perencanaan sumur bergantung pada data teknis dan hasil studi, bukan hanya pada lokasi sumber panas yang terlihat di atas tanah.

“Dengan teknologi directional drilling, pengeboran dapat diarahkan dari titik tertentu menuju target reservoir di bawah permukaan. Karena itu, penentuan lokasi sumur dilakukan berdasarkan data dan kajian teknis, bukan semata-mata berdasarkan posisi sumber panas bumi di permukaan,” katanya dalam keterangan tertulis.

Target operasi pada 2031 menunjukkan bahwa proyek ini masih memiliki rangkaian proses panjang sebelum listrik dapat disalurkan. Namun, jika hasil eksplorasi dan studi kelayakan mendukung pengembangan, PLTP Gunung Ungaran dapat menjadi bagian dari penambahan pembangkit panas bumi di Indonesia sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pakar Ungkap Potensi Ekonomi dari Pengembangan?

Pakar Ungkap Potensi Ekonomi dari Pengembangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pakar Ungkap Potensi Ekonomi dari Pengembangan matter?

Pakar Ungkap Potensi Ekonomi dari Pengembangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.