PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Minum Minuman Manis Tiap Hari Dikaitkan dengan Kanker Lambung

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Jennifer Johnson - portalnara.com

Foto : Jennifer Johnson - portalnara.com

Minuman Bergula Setiap Hari: Kaitan dengan Risiko Kanker Lambung yang Meningkat

Portalnara.com – Bayangkan rutinitas harian yang tampak biasa: segelas es teh manis saat makan siang, minuman olahraga setelah sesi latihan di gym, lalu segelas minuman manis lagi menjelang tidur. Jika pola semacam itu terulang hampir setiap hari, temuan riset terkini memberi alasan tambahan untuk membatasi konsumsinya — melampaui sekadar kekhawatiran terhadap gula dan kalori.

Temuan Utama Studi

Sebuah penelitian prospektif yang dimuat di jurnal Gastro Hep Advances mengidentifikasi hubungan antara asupan tinggi minuman yang dimaniskan dengan gula (sugar-sweetened beverages/SSB) dan peningkatan insiden kanker lambung. Secara spesifik, individu yang mengonsumsi lebih dari satu porsi SSB setiap hari menunjukkan hazard ratio 2,45 untuk kanker lambung dibandingkan mereka yang nyaris tidak pernah mengonsumsinya. Dengan kata lain, laju kejadian pada kelompok tersebut sekitar 2,45 kali lebih tinggi.

Setiap tambahan satu porsi SSB per minggu turut dikaitkan dengan kenaikan risiko sekitar 6 persen di seluruh kelompok yang diteliti. Hubungan ini tampak pada perempuan maupun laki-laki secara terpisah.

Metodologi dan Cakupan Data

Para peneliti memanfaatkan data dari dua kohort besar di Amerika Serikat, yakni Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-up Study. Total populasi yang terlibat mencapai 112.284 perempuan dan laki-laki. Pola makan mereka dievaluasi secara berulang melalui kuesioner makanan yang diberikan setiap empat tahun.

Sepanjang lebih dari 3,2 juta person-years pengamatan, tercatat 278 kasus kanker lambung. Satu porsi dalam studi ini didefinisikan sebesar 8 ons, atau sekitar 237 mililiter. Kategori SSB yang dicakup meliputi minuman berkarbonasi bergula, punch, limun, dan minuman olahraga.

Mekanisme yang Diduga

Mengapa minuman bergula berpotensi memengaruhi lambung? Para peneliti mengemukakan sejumlah jalur biologis yang sebelumnya juga dikaitkan dengan konsumsi tinggi minuman bergula: kenaikan berat badan, resistansi insulin, proses inflamasi, gangguan keseimbangan hormon, pergeseran komposisi mikrobioma, serta kerusakan DNA. Analisis tambahan dalam studi ini turut menemukan asosiasi positif antara asupan total fruktosa dan insiden kanker lambung, meskipun mekanisme biologisnya masih memerlukan investigasi lebih lanjut.

Andrew T. Chan, penulis senior dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, menjelaskan bahwa hasil tersebut membuka kemungkinan adanya hubungan antara gangguan metabolik dan risiko kanker lambung.

Minuman Berpemanis Buatan: Tidak Menunjukkan Asosiasi

Studi ini tidak menemukan hubungan signifikan antara minuman yang dimaniskan secara buatan (artificially sweetened beverages/ASB) dan insiden kanker lambung. Dalam konteks penelitian, ASB terutama merujuk pada minuman berkarbonasi rendah kalori. Namun, ketiadaan asosiasi statistik ini tidak serta-merta membuktikan bahwa minuman berpemanis buatan aman atau bahkan melindungi dari kanker. Yang dapat disimpulkan hanyalah bahwa, pada kelompok yang diteliti, tidak terdeteksi hubungan statistik dengan kanker lambung.

Konteks dan Keterbatasan

Penting untuk ditegaskan bahwa penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak mampu memastikan bahwa SSB secara langsung menyebabkan kanker lambung. Selain itu, informasi mengenai infeksi Helicobacter pylori hanya tersedia pada sebagian kecil peserta. Data tentang lokasi anatomis tumor, riwayat kanker lambung dalam keluarga, serta riwayat endoskopi juga tidak lengkap.

Sebagian besar peserta berkulit putih dan bekerja di sektor kesehatan, sehingga generalisasi hasil ke populasi lain belum tentu tepat. National Cancer Institute tetap mencatat infeksi H. pylori, merokok, serta pola makan tertentu — seperti konsumsi tinggi makanan asin, diasap, atau diawetkan — sebagai faktor risiko utama yang sudah mapan. Ini bukan berarti gula kini menjadi penyebab dominan kanker lambung.

Para penulis menyebut riset ini sebagai studi pertama yang menunjukkan asosiasi antara konsumsi SSB dan insiden kanker lambung, sementara penelitian-penelitian sebelumnya menghasilkan temuan yang belum konsisten.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Minum Minuman Manis Tiap Hari Dikaitkan?

Minum Minuman Manis Tiap Hari Dikaitkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Minum Minuman Manis Tiap Hari Dikaitkan matter?

Minum Minuman Manis Tiap Hari Dikaitkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.