PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

2 Penembak ASN di Jayawijaya Masuk DPO, Diduga Terlibat Kasus Pilot Susi Air

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Jennifer Johnson - portalnara.com

Foto : Jennifer Johnson - portalnara.com

PN dan KT Masuk DPO Usai Penembakan ASN di Jayawijaya

Portalnara.com – Aparat keamanan memasukkan dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial PN dan KT, ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Keduanya diduga berkaitan dengan penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama, Papua Pegunungan.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Serangan tersebut menewaskan satu ASN Dinas Pertanian, sementara dua korban lainnya turut terdampak dalam insiden yang menjadi perhatian di wilayah Papua Pegunungan itu.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa identitas PN dan KT terungkap setelah keduanya tampak dalam potongan video call yang beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan percakapan dengan keluarga salah satu korban penembakan.

“Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Yusuf di Jayapura, Sabtu (12/9/2026).

Identifikasi Dilakukan dari Rekaman Video Call

Satgas Humas Operasi Damai Cartenz mencocokkan sosok dalam rekaman tersebut dengan ciri fisik PN dan KT. Hasil pencocokan itu kemudian mengarah pada dugaan identitas dua orang yang kini diburu aparat.

PN dan KT diduga tergabung dalam KKB Kodap III Ndugama yang dipimpin Egianus Kogoya. Status DPO membuat keduanya menjadi target pencarian dalam penanganan perkara penembakan terhadap ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Kasus ini menempatkan keselamatan warga sipil dan aparatur pelayanan publik sebagai perhatian penting. ASN pertanian menjalankan tugas yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan pemerintahan daerah. Penembakan terhadap mereka bukan hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu rasa aman bagi petugas yang bekerja di lapangan.

Aparat masih menelusuri dugaan keterlibatan PN dan KT dalam sejumlah aksi kekerasan lain di Papua Pegunungan. Dugaan tersebut merupakan bagian dari proses penanganan dan pendalaman yang berjalan terhadap dua orang yang telah masuk daftar pencarian itu.

Dugaan Keterlibatan dalam Insiden Festival Lembah Baliem

Selain penembakan ASN di Muliama, PN dan KT diduga berkaitan dengan penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026. Dalam kejadian di festival tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka.

Festival Budaya Lembah Baliem merupakan kegiatan yang mempertemukan unsur budaya dan masyarakat di kawasan Papua Pegunungan. Karena itu, gangguan keamanan dalam pelaksanaan acara seperti ini memiliki dampak langsung terhadap warga yang hadir maupun kegiatan publik di sekitarnya.

Meski nama PN dan KT dikaitkan dengan peristiwa itu, keterlibatan keduanya masih berada pada tahap dugaan. Aparat terus memburu dan mendalami informasi yang berkaitan dengan rangkaian insiden kekerasan tersebut.

Penetapan DPO sendiri berarti aparat meminta perhatian publik terhadap keberadaan orang yang dicari dalam perkara tertentu. Informasi yang dapat membantu pencarian perlu disampaikan melalui jalur resmi kepada pihak berwenang, bukan disebarkan sebagai tuduhan yang belum terverifikasi di ruang publik.

Dikaitkan dengan Penyanderaan Pilot Susi Air

PN dan KT juga diduga memiliki kaitan dengan penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga. Pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu disandera pada 7 Februari 2023.

Penyanderaan Philip berlangsung lebih dari satu tahun sebelum ia akhirnya dibebaskan pada 21 September 2024. Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi salah satu kasus keamanan yang mendapat perhatian luas karena melibatkan warga negara asing dan terjadi di wilayah Papua Pegunungan.

“Pilot Philip berkebangsaan Selandia Baru dibebaskan tanggal 21 September 2024,” kata Yusuf.

Dugaan hubungan PN dan KT dengan kasus Philip menambah daftar perkara yang sedang ditelusuri aparat. Namun, proses pencarian dan pendalaman tetap perlu membedakan dugaan awal dengan fakta yang nantinya dibuktikan melalui penanganan hukum.

Dengan masuknya dua nama tersebut ke dalam DPO, fokus aparat kini mencakup pencarian PN dan KT serta pengungkapan peran masing-masing dalam berbagai insiden yang diduga berkaitan. Penembakan terhadap ASN Jayawijaya menjadi perkara utama yang mendorong pengejaran terhadap keduanya.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya perlindungan bagi masyarakat sipil dan petugas pelayanan publik di daerah rawan gangguan keamanan. Bagi keluarga korban, pengungkapan pelaku dan kejelasan proses hukum menjadi bagian penting dari upaya memperoleh keadilan setelah insiden pada 9 September 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 2 Penembak ASN di Jayawijaya Masuk?

2 Penembak ASN di Jayawijaya Masuk is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 2 Penembak ASN di Jayawijaya Masuk matter?

2 Penembak ASN di Jayawijaya Masuk matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.