Geram Challenge Miras dengan Al-Quran di Ancol, Pramono: Tak Ada Maaf
Pramono Anung: Tidak Ada Maaf bagi yang Bermain-main dengan Agama di Jakarta
Portalnara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan sikap tegasnya terkait insiden yang terjadi di Ancol. Ia menyatakan bahwa pihak-pihak yang dianggap meremehkan nilai agama di ibu kota tidak akan menerima ampun. Menurut Pramono, hal ini merupakan hal yang sangat sensitif dan tidak sepatutnya terjadi di Jakarta yang selama ini dikenal sebagai kota yang tenang, sejuk, aman, dan nyaman.
"Gak ada kata maaf untuk orang yang di Jakarta yang sudah tenang, sejuk, aman, nyaman, orang bermain-main dengan agama, yang menurut saya sangat sensitif sekali," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (12/8/2026).
Insiden Viral di Festival Musik The Sounds Project 2026
Kasus ini bermula dari sebuah tantangan hafalan Al-Qur'an yang menawarkan hadiah berupa minuman keras. Acara tersebut berlangsung dalam festival musik The Sounds Project 2026 yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Stan milik merek alkohol Newport menjadi pusat perhatian ketika video mengenai aksi tersebut viral di media sosial dan memicu kecaman dari berbagai kalangan.
Sebagai respons atas kejadian ini, Pramono memerintahkan Asisten Kesejahteraan Rakyat untuk segera mengambil langkah hukum. Ia menekankan bahwa proses hukum harus dilakukan dan tindakan tegas harus diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.
"Meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat untuk mengambil langkah hukum, untuk ini diproses, diambil tindakan hukum," katanya.
Pentingnya Mencegah Terulangnya Kejadian
Pramono menambahkan bahwa aspek terpenting adalah memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Hal ini menjadi lebih krusial apabila kegiatan tersebut diselenggarakan di lokasi yang difasilitasi atau dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti kawasan Ancol.
"Tetapi yang paling penting adalah satu, ini gak boleh terjadi lagi. Siapapun yang mengadakan acara, apalagi di tempat yang difasilitasi oleh atau tempat Pemerintah DKI Jakarta, misalnya Ancol," tegasnya.
Meskipun demikian, Gubernur mengakui bahwa pihak PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kemungkinan besar tidak mengetahui adanya aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun Ancol tidak sepenuhnya bertanggung jawab, kejadian tetap terjadi di wilayah yang mereka kelola.
"Walaupun saya tahu pasti Ancol gak tahu sama sekali dengan peristiwa ini, tetapi apapun kan ini terjadi di Ancol," ujarnya.
Insiden yang melibatkan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah minuman keras ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Pramono menegaskan bahwa Jakarta harus tetap menjaga nilai-nilai religiusnya dan tidak membiarkan hal-hal yang dianggap merendahkan agama terjadi di tengah masyarakat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Geram Challenge Miras dengan Al Quran?Geram Challenge Miras dengan Al Quran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Geram Challenge Miras dengan Al Quran matter?Geram Challenge Miras dengan Al Quran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.