PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Komdigi Serahkan Bantuan Logistik dan Starlink untuk Korban Gempa NTT

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Susan Hernandez - portalnara.com

Foto : Susan Hernandez - portalnara.com

Komdigi Serahkan Bantuan Logistik dan Starlink untuk Korban Gempa di NTT

Portalnara.com – Komdigi Serahkan Bantuan Logistik dan Starlink kepada warga Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Kementerian Komunikasi dan Digital bergerak cepat menyalurkan paket darurat sekaligus perangkat konektivitas satelit guna memastikan jalur komunikasi masyarakat tidak terputus selama masa pemulihan. Proses serah terima berlangsung di Kantor Badan Penghubung Provinsi NTT, Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026), dan melibatkan koordinasi lintas lembaga untuk menjamin distribusi tepat sasaran.

Detail Penyaluran dan Isi Paket

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, memimpin langsung penyerahan seluruh kiriman. Di sisi penerima, Christine Editha Mau selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Daerah NTT di Jakarta menerima paket tersebut. Dalam keterangan pers di lokasi, Fifi menjelaskan bahwa muatan mencakup perlengkapan pangan harian—beras, mi instan, air mineral, susu, dan makanan siap saji—serta perlengkapan sandang seperti selimut dan tikar. Total beban yang dikirim mencapai 15 ton, ditambah 20 unit perangkat komunikasi satelit Starlink yang diperuntukkan bagi titik-titik terdampak agar koordinasi penanganan bencana tetap berjalan.

"Insyaallah apa yang kami berikan hari ini kebutuhan seperti perlengkapan untuk makanan dan logistik. Kami juga izin menyerahkan 20 perangkat komunikasi Starlink. Ini bisa paling tidak membantu meringankan yang terdampak gempa di NTT," ujar Fifi.

Fifi menambahkan bahwa pengiriman dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan, bukan sekadar alokasi administratif. Perangkat Starlink secara khusus dipasang di lokasi-lokasi yang kehilangan infrastruktur telekomunikasi pascagempa, sehingga warga dan petugas di lapangan tetap dapat menghubungi satu sama lain serta menerima informasi resmi.

Koordinasi Pengiriman Bertahap dan Titik Distribusi

Christine Editha Mau menjelaskan bahwa seluruh 15 ton tidak dapat diterbangkan dalam satu kali pengiriman karena keterbatasan kapasitas penerbangan di wilayah tujuan. Sekitar 8,6 ton dijadwalkan tiba pada hari yang sama, sementara sisanya menunggu koordinasi lanjutan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat maupun daerah. Ia menegaskan bahwa komunikasi antar-lembaga akan dijaga hingga seluruh muatan sampai ke tangan warga.

"Memang tidak semuanya bisa tersalurkan hari ini karena keterbatasan kapasitas di sana. Jadi, hanya 8,6 ton yang bisa dikirim hari ini," kata Christine.

Secara operasional, seluruh kiriman diturunkan di Labuan Bajo. Dari titik tersebut, distribusi lanjutan ke masing-masing kecamatan terdampak dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk Pemerintah Provinsi NTT. Christine mengingatkan bahwa banyak wilayah di NTT masih terisolasi pascagempa, sehingga perencanaan rute dan jadwal pengiriman memerlukan ketelitian ekstra agar tidak ada komunitas yang tertinggal.

"Kami berharap semua titik yang terdampak bisa mendapatkan bantuan ini dengan baik karena memang lokasi di sana juga banyak yang terisolasi," tambahnya.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apakah perangkat Starlink yang dikirim bersifat permanen atau sementara? Perangkat tersebut disalurkan untuk mendukung konektivitas selama fase darurat dan pemulihan awal. Penempatan jangka panjang akan ditentukan berdasarkan asesmen kebutuhan di lapangan oleh tim teknis bersama pemerintah daerah.

Bagaimana masyarakat NTT dapat melaporkan titik yang belum terjangkau distribusi? Warga dapat menghubungi Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta atau melapor melalui kanal resmi BNPB setempat. Petugas di Labuan Bajo juga menerima laporan langsung untuk mengatur jadwal pengiriman lanjutan.

Kapan sisa muatan yang belum dikirim akan tiba? Waktu pengiriman tahap kedua bergantung pada hasil koordinasi dengan BNPB dan ketersediaan slot penerbangan. Pihak Komdigi berkomitmen mempercepat proses agar seluruh 15 ton tiba secepat mungkin tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan.

Related Reading