PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara, Kapal Perang yang Akan Dijual Prabowo

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By Betty Smith - portalnara.com

Foto : Betty Smith - portalnara.com

KRI Ki Hajar Dewantara-364: Kapal Latih Tempur Tunggal dalam Sejarah Armada Indonesia

Portalnara.com – Dalam sejarah maritim Indonesia, hanya ada satu unit kapal yang menempati posisi unik seperti KRI Ki Hajar Dewantara-364. Dibangun di Yugoslavia dan diakuisisi oleh Indonesia pada tahun 1980, kapal ini tidak sekadar menjalankan fungsi kombatan, melainkan juga berperan sebagai kapal latih tempur bagi perwira serta taruna TNI Angkatan Laut. Ketunggalan unitnya menjadikannya entitas yang cukup istimewa di antara seluruh armada laut nasional.

Spesifikasi dan Kemampuan Operasional

Dari aspek klasifikasi, kapal ini masuk kategori korvet atau light frigate dengan bobot sekitar 1.850 ton. Dimensinya mencakup panjang 96,7 meter dan lebar 11,2 meter. Sistem penggerak menggabungkan turbin gas Rolls-Royce Olympus dengan mesin diesel MTU, yang mampu mendorong kapal hingga kecepatan sekitar 26 knot. Saat masih aktif berdinas, kapal ini diawaki puluhan pelaut dan mampu menampung sekitar 100 taruna untuk keperluan pendidikan serta latihan.

Persenjataan

Pada masanya, KRI Ki Hajar Dewantara tergolong sangat lengkap dari sisi persenjataan. Di bagian haluan terpasang meriam Bofors kaliber 57 mm sebagai senjata utama. Pertahanan udara ditopang oleh dua kanon Rheinmetall Rh202 kaliber 20 mm. Untuk ancaman permukaan, kapal dilengkapi empat rudal antikapal MM38 Exocet. Sementara itu, dua peluncur torpedo SUT berdiameter 533 mm disiapkan untuk menghadapi ancaman kapal selam. Seluruh perangkat tersebut membentuk kemampuan operasional kapal dalam menjalankan tugas sebagai kapal perang.

Bagian buritan kapal juga dilengkapi helipad untuk pendaratan helikopter. Namun, karena tidak tersedia hanggar, helikopter tidak dapat diparkir secara permanen di dalam kapal.

Jejak Operasional: Operasi Aru Jaya 1992

Salah satu catatan penting dalam riwayat operasional kapal ini adalah keterlibatannya dalam Operasi Aru Jaya pada tahun 1992. Kala itu, kapal dikerahkan untuk menghalau kapal feri berkebangsaan Portugal bernama Lusitania Expresso yang berupaya memasuki perairan Timor Timur. Kehadiran kapal dalam operasi tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mencegah kapal asing memasuki perairan tersebut.

Penjualan Melalui Mekanisme Konstitusional

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membacakan Surat Presiden R-33 tertanggal 14 Juli 2026 dalam rapat paripurna. Surat tersebut memuat permohonan persetujuan DPR RI atas penjualan aset negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara, yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara Kapal?

Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara Kapal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara Kapal matter?

Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara Kapal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.