PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit Penurun Bendera Bulan Bintang

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Daniel Moore - portalnara.com

Foto : Daniel Moore - portalnara.com

Dua Prajurit TNI Naik Pangkat Luar Biasa Usai Turunkan Bendera Bulan Bintang di Aceh

Portalnara.com – Jakarta — Jenderal Agus Subiyanto, selaku Panglima TNI, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSP) kepada dua personel TNI. Penghargaan tersebut diberikan karena keberanian keduanya dalam menurunkan bendera Bulan Bintang serta mengibarkan kembali Sang Merah Putih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat berlangsung peringatan Hari Damai Aceh.

Identitas Kedua Prajurit yang Diapresiasi

Penerima pertama adalah Sersan Dua (Serda) Irfan Farhan, personel Yonif 112/DJ di bawah Kodam Iskandar Muda. Penerima kedua ialah Prada Donni Pinto Harahap dari Yonarmed 17/RC, juga bernaung di Kodam Iskandar Muda. Melalui kenaikan pangkat luar biasa ini, Serda Irfan Farhan naik menjadi Sersan Satu (Sertu), sementara Prada Donni Pinto Harahap dipromosikan ke Pratu.

Pernyataan Kepala Penerangan Mabes TNI

Mayjen TNI Muhammad Nas, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas prestasi, dedikasi, dan jiwa patriotisme kedua prajurit.

"Kenaikan pangkat luar biasa OMSP itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, dedikasi, serta jiwa patriotisme kedua prajurit yang berani menurunkan bendera Bulan Bintang. Kemudian, mereka mengibarkan bendera Merah Putih di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh."

Nas menambahkan bahwa tindakan keduanya dinilai mencerminkan keberanian, loyalitas, dan semangat pengabdian dalam menjaga kehormatan bendera negara.

"Kenaikan pangkat ini menjadi penghargaan atas sikap dan tindakan keduanya yang dinilai mencerminkan keberanian, loyalitas serta semangat pengabdian dalam menjaga kehormatan Merah Putih."

Ia menegaskan bahwa apresiasi semacam itu merupakan program reward dari negara dan pimpinan TNI bagi personel yang menunjukkan prestasi menonjol.

"Apresiasi luar biasa ini datang dari negara dan pimpinan TNI kepada prajurit tersebut yang pada prinsipnya merupakan suatu program reward yang diberikan bagi prajurit yang beprestasi baik."

"Keteladanan kedua prajurit itu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan NKRI."

Kondisi Aceh Pasca-Kericuhan Hari Damai

Mayjen Nas juga memastikan bahwa situasi di Aceh telah kembali kondusif dan aman menyusul kericuhan yang terjadi pada peringatan Hari Damai Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menyatakan bahwa koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah berhasil menuntaskan persoalan tersebut.

"Hasil koordinasi antara seluruh pihak terkait, baik dari TNI, Polri, termasuk pemerintah daerah sudah bisa dikoordinasikan, di- clear -kan. Intinya kondisi saat ini kondusif, tidak ada masalah."

"Jadi saya imbau tidak ada lagi yang menyebarkan berita-berita bahwa Aceh begini, begitu, segala macam, ataupun tidak ada kekhawatiran. Aceh adalah Indonesia."

Nas turut mengonfirmasi bahwa bendera Bulan Bintang yang sempat dikibarkan massa selama kericuhan telah diturunkan oleh TNI dan diganti dengan bendera Merah Putih.

Kapolda Aceh: Penyelidikan Masih Berjalan

Irjen Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh, menyampaikan bahwa Polda Aceh masih melakukan penyelidikan terkait aksi pengibaran bendera bulan dan bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pernyataan itu ia sampaikan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

"Terkait kejadian kemarin, Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan."

Ruddi menambahkan bahwa meskipun terjadi hal yang tidak diinginkan pada Hari Damai, situasi cepat kembali terkendali. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menjaga perdamaian.

"Pada saat Hari Damai, alhamdulillah walau ada hal yang tidak kami inginkan, namun terima kasih, itu tidak lama, langsung kondusif."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit?

Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit matter?

Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.