PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pelabuhan dan Kantor-Kantor Rusak Akibat Gempa NTT, Istana: Segera Cek Korban

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Daniel Moore - portalnara.com

Foto : Daniel Moore - portalnara.com

Gempa NTT: Pelabuhan dan Kantor Kantor Rusak, Istana Segera Cek Korban

Kronologi dan Laporan Kerusakan Bangunan

Portalnara.com – Pelabuhan dan Kantor Kantor Rusak Akibat Gempa Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa beberapa struktur bangunan mengalami kerusakan maupun runtuh akibat guncangan gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2026. Di antara bangunan yang terdampak adalah sebuah pelabuhan yang berlokasi di Maumere, Flores.

Menurut informasi yang diterima pemerintah, terdapat reruntuhan di area pelabuhan tersebut. Selain itu, beberapa kantor juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa. Pemerintah pusat kini meminta agar kondisi bangunan yang runtuh segera diperiksa secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah terdapat korban yang masih tertimpa puing-puing. Tim penanggulangan bencana telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penilaian kerusakan.

"Satu pelabuhan yang dikirimkan ke kami juga di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Nah, kami minta untuk segera dicek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut gitu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Tanggapan dan Koordinasi Pemerintah Pusat-Daerah

Prasetyo Hadi menyatakan bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan Gubernur NTT setelah gempa terjadi. Pemerintah pusat dan daerah, bersama seluruh pihak terkait termasuk TNI dan Polri, diminta segera melakukan mitigasi dan penanganan darurat. Koordinasi ini penting untuk memastikan bantuan sampai ke lokasi dengan cepat dan tepat sasaran.

"Seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat tanggap darurat terutama untuk segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," paparnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah belum memasuki tahap perbaikan infrastruktur karena gempa baru terjadi pada Sabtu pagi. Saat ini, prioritas utama adalah mitigasi dan penyelamatan korban. Penanganan juga disiapkan bagi warga yang rumahnya terdampak hingga tidak bisa lagi ditempati. Pemerintah daerah telah menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Gubernur NTT juga telah berkoordinasi dengan kepala daerah di sekitar empat sampai lima kabupaten yang terdampak gempa. Setiap kabupaten telah melaporkan jumlah kerusakan bangunan dan jumlah warga yang terdampak. Data ini akan digunakan untuk perencanaan bantuan jangka panjang.

"Perbaikan mungkin belum ya, karena ini baru, kejadiannya juga baru tadi pagi. Yang paling penting adalah segera mitigasi, penyelamatan, ya kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," ujar dia.

Laporan ke Presiden dan Peringatan Tsunami

Prasetyo Hadi mengatakan bahwa laporan mengenai gempa telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi dilakukan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Basarnas, dan Kepala BMKG. Presiden telah meminta agar semua pihak bekerja sama dalam penanganan bencana ini.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut telah dicabut. Prasetyo mengatakan sempat terjadi kenaikan muka air di sejumlah wilayah, tetapi tidak terlalu besar. Warga diminta tetap waspada meskipun peringatan telah dicabut.

"Kami tadi pagi juga sudah melapor kepada Bapak Presiden dan kami berkoordinasi dengan Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, kemudian dengan Kepala BMKG," katanya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa NTT

Berapa magnitudo gempa yang terjadi di NTT? Gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur memiliki magnitudo yang cukup kuat sehingga menyebabkan kerusakan pada bangunan-bangunan penting seperti pelabuhan dan kantor-kantor di wilayah tersebut.

Apakah ada peringatan tsunami setelah gempa? Ya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, peringatan tersebut telah dicabut setelah tidak ditemukan kenaikan muka air yang signifikan di wilayah pesisir.

Bagaimana status evakuasi korban saat ini? Tim penanggulangan bencana sedang melakukan evakuasi dan penilaian kerusakan. Pemerintah meminta agar kondisi bangunan yang runtuh segera diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang tertimpa puing-puing.

Kabupaten mana saja yang terdampak gempa? Gubernur NTT telah berkoordinasi dengan kepala daerah di sekitar empat sampai lima kabupaten yang terdampak gempa. Setiap kabupaten telah melaporkan jumlah kerusakan bangunan dan jumlah warga yang terdampak.

Kapan tahap perbaikan infrastruktur akan dimulai? Menurut Prasetyo Hadi, tahap perbaikan infrastruktur belum dimulai karena gempa baru terjadi pada Sabtu pagi. Prioritas saat ini adalah mitigasi, penyelamatan korban, dan penanganan warga terdampak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan bencana di NTT, pembaca dapat mengunjungi halaman berita terbaru di idntimes.com.

Related Reading