Tepat Satu Tahun, Makam Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak Sepi Peziarah
Tepat Satu Tahun Makam Affan Kurniawan di Karet Bivak: Sunyi Tanpa Peziarah
Portalnara.com – Pada 28 Agustus 2025, seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Affan Kurniawan kehilangan nyawanya ketika kendaraan taktis milik kepolisian melindasnya di tengah kerumunan demonstrasi. Saat itu ia sedang mengantar pesanan makanan sebagai pengemudi ojek online. Tepat satu tahun makam Affan Kurniawan menjadi sorotan kembali, dan yang ditemukan di lokasi hanyalah keheningan. Pada Jumat (28/8/2026) siang, kawasan TPU Karet Bivak di Jakarta Pusat—tempat peristirahatan terakhirnya—tampak kosong tanpa kehadiran satu pun peziarah atau rombongan.
Suasana di Sekitar Nisan
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan area makam ditumbuhi rumput yang terawat rapi oleh petugas taman. Di sisi nisan terdapat wadah berisi bunga mawar plastik berwarna merah muda dan putih, ditambah beberapa batu kecil sebagai hiasan sederhana. Nisan bertuliskan nama Arfan Kurniawan bin Zulkifli, lengkap dengan catatan lahir 18-07-2004 dan wafat 28-08-2025, berdiri teduh di bawah naungan pepohonan rindang. Tidak ditemukan taburan bunga segar, lilin, pita, maupun jejak peziarah yang datang pada hari peringatan tersebut.
Antisipasi Pengelola yang Tak Terpenuhi
M Rahman, petugas pengamanan dalam (Pamdal) TPU Karet Bivak, menjelaskan bahwa sejak pagi pihak pengelola sudah melakukan sejumlah antisipasi untuk menyambut kemungkinan kedatangan rombongan pengemudi ojol. Langkah tersebut diambil setelah adanya koordinasi langsung dari kepala TPU yang mengantisipasi keramaian di area makam.
"Dari pagi, sementara saya aplosan jam 07.00 pagi. Kita juga tadi ada koordinasi dari kepala TPU untuk antisipasi adanya keramaian dari ojol. Ternyata memang belum ada," kata Rahman.
Hingga siang hari, tidak satu pun rombongan atau kerumunan pengemudi ojol tercatat datang ke area makam. Pihak TPU juga belum menerima pemberitahuan resmi—baik dari kantor maupun dalam bentuk surat—mengenai rencana kunjungan keluarga atau kelompok peziarah yang hendak menandai peringatan satu tahun kepergian Affan.
"Belum ada info. Tembusan dari kantor juga atau surat juga belum ada," ujarnya.
Frekuensi Kunjungan yang Menurun
Walaupun suasana hari itu sepi, Rahman menegaskan bahwa selama satu tahun terakhir kunjungan ke makam Affan masih berlangsung secara rutin oleh sejumlah individu serta anggota keluarganya. Hanya saja, frekuensinya kini menurun dibandingkan periode sebelumnya ketika duka masih terasa sangat segar di hati masyarakat.
"Kalau dilihat sih sekarang sudah agak berkurang. Bisa dibilang sudah agak jarang juga," katanya.
Affan Kurniawan merupakan anak dari seorang buruh cuci sekaligus pengemudi ojol. Kematian tragisnya di tengah aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas pengemudi ojek online di Jakarta. Bagi banyak rekan seprofesinya, Affan bukan sekadar nama terukir di nisan, melainkan simbol keberanian dan keteguhan seorang pekerja muda yang mengorbankan nyawanya di jalanan demi menghidupi keluarga.
FAQ
Kapan Affan Kurniawan meninggal dan bagaimana kejadiannya? Affan Kurniawan wafat pada 28 Agustus 2025, saat kendaraan taktis kepolisian melindasnya di tengah kerumunan demonstrasi. Ia saat itu sedang mengantar pesanan makanan sebagai pengemudi ojol berusia 21 tahun.
Di mana lokasi makamnya dan bagaimana kondisi nisan? Makam Affan Kurniawan berada di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Nisan bertuliskan nama Arfan Kurniawan bin Zulkifli dengan catatan lahir 18-07-2004 dan wafat 28-08-2025. Area sekitar ditumbuhi rumput terawat dan dihiasi bunga plastik serta batu kecil.
Apakah masih ada peziarah yang datang ke makamnya? Menurut petugas Pamdal, kunjungan masih terjadi secara rutin oleh keluarga dan sejumlah individu, namun frekuensinya telah menurun dibanding tahun pertama. Pada peringatan satu tahun (28/8/2026), tidak ada rombongan yang tercatat hadir dan pihak TPU belum menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana kunjungan.