TOP 5: Nusron Keluar dari Kepengurusan Golkar hingga Moreno Minta Maaf
Nusron Wahid Tak Lagi Jadi Pengurus DPP Golkar, Tetap Berstatus Kader
Portalnara.com – TOP 5 - Perubahan susunan kepengurusan Partai Golkar menjadi salah satu isu politik yang menyita perhatian pada Minggu, 20 September 2026. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, disebut telah mengundurkan diri dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar sejak beberapa bulan sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji serta Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia mengonfirmasi bahwa Nusron sudah tidak menduduki posisi pengurus DPP. Kendati begitu, Nusron masih tercatat sebagai kader partai berlambang pohon beringin tersebut.
Pengunduran diri dari struktur DPP ini ditegaskan tidak berkaitan dengan dugaan perkara korupsi yang menyeret nama Nusron. Pemisahan antara status kepengurusan dan keanggotaan kader menjadi hal penting dalam memahami posisi politik Nusron di internal Golkar.
Di tengah perhatian terhadap kabar itu, politikus senior Golkar Ridwan Hisjam mendorong jajaran pengurus untuk memenuhi kriteria PDLT. Ia juga meminta partai melakukan pembenahan menjelang Pemilu 2029, menyusul munculnya dugaan suap terkait Hak Guna Bangunan atau HGB. Seruan tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan tata kelola dan penjagaan kepercayaan publik bagi partai politik.
Jakarta Bawa Tawaran Investasi Rp112 Triliun ke New York
Agenda internasional Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menjadi perhatian. Pramono menghadiri U20 Mayoral Plenary di Civic Hall, New York, Amerika Serikat, untuk memaparkan perkembangan Jakarta di hadapan para pemimpin kota dari berbagai negara.
Dalam forum tersebut, Jakarta menawarkan 37 proyek investasi dengan total nilai Rp112 triliun. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi membuka ruang kerja sama dan pembiayaan bagi pembangunan kota melalui pertemuan dengan calon mitra internasional.
Pramono juga menyampaikan capaian ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026. Di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global, Jakarta disebut tetap menjaga pertumbuhan yang kuat. Pesan itu menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian ibu kota.
Bagi warga, pembahasan proyek investasi tidak hanya berkaitan dengan angka besar. Pengelolaan investasi akan relevan apabila nantinya dapat mendukung kebutuhan perkotaan, memperbaiki layanan, serta memberi manfaat yang terasa dalam aktivitas sehari-hari.
Pameran Alutsista Menarik Warga di Kawasan Monas
Suasana akhir pekan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, juga terasa lebih ramai pada Minggu. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menyaksikan dari dekat alat utama sistem persenjataan milik Tentara Nasional Indonesia.
Kehadiran alutsista di ruang publik memberi kesempatan bagi masyarakat, terutama anak-anak, mengenal beragam perlengkapan pertahanan yang selama ini lebih sering terlihat melalui berita atau tayangan visual. Antusiasme pengunjung memperlihatkan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang edukasi sekaligus rekreasi keluarga.
Monas sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik utama di Jakarta. Ketika terdapat kegiatan bertema nasional atau kebangsaan, kawasan tersebut sering menjadi titik pertemuan warga dari berbagai usia dan latar belakang.
Fenomena Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok
Perhatian publik juga tertuju pada foto dan video yang beredar di media sosial mengenai kawah Gunung Anak Krakatau. Dalam gambar itu, kawah tampak berwarna putih dengan bagian kuning di tengah, sehingga banyak warganet menyamakannya dengan telur ceplok.
Fenomena tersebut bukan sekadar hasil penyuntingan gambar. Seorang anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia membenarkan adanya tampilan kawah yang menyerupai telur ceplok. Mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu menjelaskan bentuk dan warna tersebut muncul dari percampuran unsur kimia, air, serta gas di area kawah.
“Telur ceplok” di kawah Gunung Anak Krakatau muncul karena adanya sejumlah unsur kimia, air dan gas saling bercampur.
Penjelasan ini membantu publik memahami bahwa bentuk visual gunung api dapat berubah akibat aktivitas alam di sekitarnya. Meski tampak unik, fenomena vulkanik tetap perlu dipahami secara hati-hati dan tidak semata-mata diperlakukan sebagai objek visual di media sosial.
Moreno Soeprapto Sampaikan Permintaan Maaf
Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto, menyampaikan permohonan maaf setelah video dirinya melakukan panggilan video sambil menjulurkan lidah ketika mengikuti rapat DPR menjadi viral.
Melalui akun Instagram pribadinya, @moreno_soeprapto, Moreno menjelaskan bahwa panggilan tersebut datang dari istrinya. Ia menyatakan tengah berusaha menghibur anaknya yang baru pulang dari rumah sakit.
Peristiwa itu memicu sorotan karena terjadi dalam konteks rapat DPR. Bagi pejabat publik, setiap gestur yang terekam saat menjalankan tugas dapat dengan cepat menjadi perhatian luas. Permintaan maaf Moreno menjadi respons atas persepsi publik yang muncul setelah rekaman tersebut beredar.
Rangkaian isu pada hari itu memperlihatkan beragam perhatian masyarakat, mulai dari dinamika internal partai, promosi investasi Jakarta, kegiatan publik di Monas, fenomena alam Anak Krakatau, hingga etika anggota parlemen saat rapat berlangsung. Masing-masing memiliki konteks berbeda, tetapi semuanya berkaitan dengan kepentingan publik dan kebutuhan akan informasi yang jelas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is TOP 5?TOP 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does TOP 5 matter?TOP 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.