PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KKNT IPB Kembangkan Pakan Limbah Singkong di Karangreja

Published Agustus 22, 2026 · Updated Agustus 22, 2026 · By Lisa Rodriguez - portalnara.com

Foto : Lisa Rodriguez - portalnara.com

Optimasi Limbah Singkong Jadi Pakan Ternak: KKNT IPB Bawa Dampak Nyata di Karangreja

Portalnara.com – Desa Karangreja di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, menyimpan potensi limbah singkong dalam jumlah besar yang selama ini belum terserap secara maksimal. Di sisi lain, biaya pakan konsentrat bagi peternak setempat terus memberatkan operasional. Dua persoalan itulah yang menjadi titik tolak lahirnya program SI-MANTAP (Singkong Pakan Mandiri Tabungan Peternak), sebuah inisiatif unggulan yang dijalankan oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB 2026 bersama pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok peternak lokal.

Metodologi dan Pelaksanaan Lapangan

Tim KKNT merancang rangkaian aktivitas yang mencakup sosialisasi konsep complete feed berbasis limbah singkong, praktik langsung pembuatan pakan dari krekel, onggok, serta daun singkong, hingga uji coba pemberian pakan pada ternak. Sebanyak 24 partisipan dari unsur pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok peternak mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Peserta menunjukkan keterlibatan aktif yang tinggi, baik dalam diskusi teknis, sesi praktik pembuatan pakan, maupun tanya jawab seputar formulasi dan pemberian complete feed pada domba.

Uji coba pakan dilakukan terhadap 10 ekor domba milik BUMDes Karangreja dengan durasi 10 hari. Sebelum dan sesudah periode uji, tim mencatat bobot awal maupun akhir setiap ekor untuk mengukur efektivitas pakan alternatif.

Hasil Uji Coba: Pertumbuhan Melampaui Baseline

Data yang terkumpul memperlihatkan peningkatan bobot rata-rata sebesar 1 kg per ekor selama 10 hari, setara dengan sekitar 100 gram per ekor per hari. Angka tersebut melampaui pertambahan bobot normal yang umumnya berada di kisaran 70 gram per ekor per hari. Dari sisi ekonomi, biaya pakan alternatif ini hanya sekitar Rp3.000 per kilogram, atau Rp230.000 untuk kebutuhan 75 kg pakan—jauh lebih rendah dibanding pengeluaran pakan konsentrat.

Suara dari Lapangan: BUMDes Gunung Wilis

Sutrisno, Direktur BUMDes Gunung Wilis Desa Karangreja, menyampaikan bahwa penerapan pakan alternatif complete feed berbahan dasar limbah singkong memberikan hasil positif terhadap pertumbuhan domba.

"Setelah kami diajari oleh tim KKNT Inovasi IPB mengenai pembuatan pakan alternatif complete feed dari limbah singkong, alhamdulillah bobot domba Texel kami mengalami peningkatan sekitar 1 hingga 1,5 kg dalam 10 hari. Sebelumnya, target kami tidak muluk-muluk, yaitu sekitar 2 hingga 2,5 kg/bulan. Pemanfaatan pakan ini juga dapat membantu meringankan biaya operasional BUMDes dalam pemberian pakan. Dengan efisiensi biaya pakan tersebut, kami berharap keuntungan BUMDes dapat semakin meningkat."

Pandangan ke Depan: Keberlanjutan Program

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB yang bertugas di Desa Karangreja menegaskan harapannya agar program SI-MANTAP tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Mereka mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan dan mengembangkan pakan alternatif ini secara berkelanjutan. Keberlanjutan program diproyeksikan mampu menekan biaya pakan, meningkatkan produktivitas ternak, sekaligus mengangkat nilai guna limbah singkong sebagai bagian dari potensi lokal Desa Karangreja.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KKNT IPB Kembangkan Pakan Limbah Singkong?

KKNT IPB Kembangkan Pakan Limbah Singkong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKNT IPB Kembangkan Pakan Limbah Singkong matter?

KKNT IPB Kembangkan Pakan Limbah Singkong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.