PortalNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

12 Pencetak Gol dan Asis di UEFA Super Cup sebelum Desire Doue

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Lisa Rodriguez - portalnara.com

Foto : Lisa Rodriguez - portalnara.com

Sebelum Desire Doue: 12 Pemain yang Mencetak Gol dan Asis di UEFA Super Cup

Portalnara.com – Desire Doue mencatatkan prestasi gemilang saat Paris Saint-Germain berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di ajang UEFA Super Cup 2026. Kontribusi ganda yang ia berikan—satu gol dan satu asis—menjadikannya sorotan utama. Namun, ia bukanlah pelopor dalam hal ini. Sejak kompetisi bergengsi tersebut pertama kali digelar pada tahun 1973, sudah ada sebelas nama lain yang mendahuluinya.

Ajax dan Era Awal Keemasan

Ajax Amsterdam menjadi juara pertama dalam sejarah UEFA Super Cup setelah mengalahkan Rangers dengan agregat 6-3. Johan Cruyff, sang kapten tim, tampil luar biasa dalam kedua leg pertandingan. Di leg pertama, ia memberikan umpan untuk gol pembuka dan juga mencetak gol kedua. Leg kedua pun tidak mengecewakan, di mana Cruyff kembali memberikan asis untuk gol pertama dan mencetak gol ketiga Ajax.

Prestasi Ajax tidak berhenti di situ. Pada tahun 1974, mereka berhasil mempertahankan gelar juara dengan mengalahkan AC Milan. Meskipun kalah 0-1 di leg pertama, Ajax membalas dengan kemenangan telak 6-0 di leg kedua. Dua pemain Ajax, Piet Keizer dan Gerrie Muhren, sama-sama mencatatkan gol dan asis dalam laga tersebut. Keizer memberikan umpan kepada Jan Mulder untuk gol pembuka di menit 26, lalu menggandakan keunggulan sembilan menit kemudian setelah menyelesaikan umpan dari Muhren. Di sisi lain, Muhren mencetak gol kelima melalui tendangan penalti pada menit 84.

Kehebatan Rob Rensenbrink dan Anderlecht

Anderlecht berhasil menaklukkan Bayern Muenchen dengan agregat 5-3 di edisi 1976. Kemenangan 4-1 di leg kedua menjadi momen bersejarah bagi Rob Rensenbrink yang tampil sebagai bintang utama. Ia mencetak dua gol dan memberikan dua asis, termasuk satu gol dari hasil asis Arie Haan dan satu asis yang membantu Haan mencetak gol.

Kehebatan Rensenbrink tidak berhenti di 1976. Pada tahun 1978, ia kembali mencetak gol dan asis di leg pertama UEFA Super Cup. Kontribusinya membantu Anderlecht mengalahkan Liverpool 3-1. Meskipun kalah 1-2 di leg kedua, Anderlecht tetap menjadi juara.

Aston Villa dan Barcelona 1982

Aston Villa memulai laga di UEFA Super Cup 1982 dengan kekalahan 0-1 dari Barcelona di leg pertama. Namun, mereka bangkit di leg kedua dengan kemenangan 3-1 melalui babak tambahan. Gary Shaw menyamakan agregat di menit 80, sementara Gordon Cowans membalikkan keadaan dengan menyelesaikan rebound dari tendangan penalti yang ditahan Javier Urruti pada menit 100. Cowans kemudian memberikan asis untuk gol pemungkas Villa di menit 104 melalui tendangan bebas yang ditanduk Ken McNaught.

AC Milan dan Juventus di Akhir 1990-an

AC Milan mengalahkan Arsenal 2-0 di UEFA Super Cup 1994, dengan kedua gol tercipta di leg kedua. Daniele Massaro terlibat dalam seluruhnya. Ia memberikan umpan terobosan yang diselesaikan Zvonimir Boban di menit 41, lalu menanduk sepak pojok Dejan Savicevic pada menit 61.

Juventus mempermalukan Paris Saint-Germain dengan agregat 9-2 di edisi 1996. Alessandro Del Piero tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan satu asis. Ia membuat dua gol pertama pada menit 36 dan 70, lalu memberikan umpan yang berhasil ditanduk Christian Vieri pada menit 90+3.

Liverpool: Era Riise hingga Cissé

Liverpool menaklukkan Bayern Muenchen 3-2 di UEFA Super Cup 2001. John Arne Riise mencetak gol pembuka di menit 23 setelah menyontek crossing dari Michael Owen di tiang jauh. Emile Heskey menggandakan keunggulan pada menit 45, sementara Owen mencetak gol sendiri beberapa detik setelah babak kedua dimulai dengan menyelesaikan umpan panjang dari Jamie Carragher.

Setelah Owen pada 2001, pemain Liverpool berikutnya yang mencetak gol dan asis adalah Djibril Cissé. Pada edisi 2005, ia membawa The Reds menang comeback 3-1 atas CSKA Moscow. Striker asal Prancis tersebut menyamakan kedudukan pada menit 103, membalikkan keadaan di menit yang sama, dan mengkreasi gol penutup yang dibuat Luis Garcia pada menit 109.

Messi, Falcao, dan Suárez: Generasi Terbaru

Barcelona membekuk FC Porto 2-0 di UEFA Super Cup 2011. Lionel Messi mencetak gol pembuka di menit 39 setelah mendapat backpass keliru dari pemain Porto. Ia dengan mudah melewati kiper Helton sebelum menaruh bola ke gawang yang kosong. Messi kemudian melepaskan umpan cip cerdik kepada Cesc Fabregas pada menit 88 yang menghasilkan gol kedua.

Radamel Falcao menjadi momok Chelsea di UEFA Super Cup 2012. Striker asal Kolombia tersebut mencetak hattrick ke gawang mereka pada menit 6, 19, dan 45. Tidak hanya itu, Falcao juga menciptakan asis untuk Miranda pada menit 60 yang membuat Atletico Madrid menang 4-1.

Sebelum Desire Doue pada 2026, pemain terakhir yang mencetak gol dan asis di UEFA Super Cup adalah Luis Suárez pada 2015. Striker asal Uruguay tersebut membantu Barcelona menang comeback 5-4 atas Sevilla melalui babak tambahan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 12 Pencetak Gol dan Asis di UEFA?

12 Pencetak Gol dan Asis di UEFA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 12 Pencetak Gol dan Asis di UEFA matter?

12 Pencetak Gol dan Asis di UEFA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.