3 Pemain Termahal yang Dibeli Inter Milan dari EPL per 18 Agustus 2026
Inter Milan dan Tiga Transfer Termahal dari Liga Inggris per 18 Agustus 2026
Portalnara.com – Perkuat lini belakang menjadi prioritas utama Nerazzurri di jendela transfer musim panas 2026. Di bawah komando Cristian Chivu, klub asal Lombardia itu sudah mengamankan jasa John Stones secara bebas transfer serta mengunci permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Langkah berikutnya yang langsung mengguncang pasar adalah kedatangan Djed Spence, yang membuat Inter harus merogoh kocek 30 juta euro (setara Rp618,7 miliar) ke kas Tottenham Hotspur. Dengan demikian, daftar tiga pembelian termahal Inter dari klub-klub English Premier League kini resmi diperbarui.
Djed Spence — 30 Juta Euro (2026)
Pemain berusia 26 tahun kelahiran London ini mengikat kontrak berdurasi lima tahun yang dijadwalkan aktif hingga tahun 2031. Peran utamanya diproyeksikan mengisi slot bek kanan maupun gelandang kanan, posisi yang ditinggalkan Denzel Dumfries setelah memilih melanjutkan karier di Real Madrid.
Spence sebenarnya sudah pernah merasakan tekanan kompetisi Serie A saat dipinjamkan ke Genoa. Pengalaman singkat itu menjadi bekal penting untuk mempercepat proses adaptasinya di San Siro. Sebelumnya, Tottenham merekrutnya dari Middlesbrough pada musim panas 2022. Namun, ketatnya persaingan di sisi kanan pertahanan The Lilywhites membuatnya kesulitan mendapat menit bermain reguler.
Sebagai solusi, klub asal London itu mengirimnya berpetualang melalui status pinjaman ke Stade Rennais, Leeds United, dan Genoa. Setelah kembali pada musim panas 2024, Spence perlahan naik kelas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari skema taktik tim. Fleksibilitasnya juga terlihat dari penempatan sebagai bek kiri atau gelandang sayap. Kecepatan serta stamina yang dimilikinya memungkinkannya naik-turun lapangan secara konsisten, baik saat membantu bertahan maupun menyerang. Kontribusinya turut mengantarkan Tottenham menjuarai UEFA Europa League 2024/2025. Total, ia mengoleksi 2 gol dan 3 assist dari 85 penampilan lintas kompetisi.
Romelu Lukaku — 74 Juta Euro (2019)
Sebelum era Spence, rekor pembelian Inter dari EPL dipegang oleh Romelu Lukaku. Pada musim panas 2019, klub asal Milan itu membayar Manchester United 74 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) untuk memboyong penyerang kelahiran Antwerpen tersebut. Ia langsung menerima kontrak lima tahun yang berlaku hingga 2024.
Antonio Conte, pelatih kala itu, kerap menempatkannya sebagai ujung tombak utama. Fisik yang tangguh membuat Lukaku tidak gentar dalam duel udara maupun perebutan bola. Penempatan posisinya yang cerdas memudahkan rekan setim mengirim bola, sementara ketajaman penyelesaian akhirnya menjadi senjata utama. Tidak hanya itu, ia juga aktif turun ke area tengah untuk membuka ruang dan menciptakan opsi umpan tambahan.
Transformasinya menjadi mesin gol terbukti nyata. Lukaku ikut mengerek Inter menjuarai Serie A Italia 2020/2021. Rekam jejak impresif itu membuat Chelsea memutuskan memulangkannya ke Stamford Bridge pada musim panas 2021. Namun, masa keduanya di London hanya singkat. Pada musim panas 2022, Chelsea meminjamkannya kembali ke Inter dengan biaya 7,86 juta euro (sekitar Rp162 miliar) hingga Juni 2023.
Penyerang setinggi 191 cm ini kembali menambah kedalaman rotasi dan cukup sering tampil sebagai starter. Cedera hamstring sempat mengganggu konsistensinya, memaksanya melewatkan sejumlah laga. Meski demikian, ia tetap berkontribusi membawa Nerazzurri menjuarai Coppa Italia serta Supercoppa Italiana. Sepanjang masa baktinya, Lukaku mengemas 78 gol dan 22 assist dari 132 pertandingan di seluruh kompetisi. Kini berusia 33 tahun, namanya tetap tercatat sebagai pembelian termahal Inter dari liga Inggris.
Christian Eriksen — 27 Juta Euro (2020)
Di urutan ketiga terdapat Christian Eriksen, yang ditebus Inter dari Tottenham Hotspur pada jendela transfer musim dingin 2020 dengan mahar 27 juta euro (sekitar Rp557 miliar). Gelandang berkebangsaan Denmark itu menandatangani kontrak 4,5 tahun yang dijadwalkan berakhir pada Juni 2024.
Pada saat kepindahannya, Eriksen diproyeksikan sebagai pengangkat kualitas sektor tengah Nerazzurri. Itu merupakan pengalaman pertamanya berkiprah di klub Serie A. Fleksibilitas posisinya mencakup gelandang tengah, gelandang bertahan, hingga gelandang serang, sehingga menambah variasi rotasi tim.
Visi bermain dan kreativitasnya dalam mendistribusikan bola menjadikannya elemen penting di lini tengah. Ia juga berperan membuka ruang bagi rekan setim melalui pergerakan tanpa bola. Kontribusinya turut mengantarkan Inter menjuarai Serie A 2020/2021. Dari total 60 pertandingan lintas ajang, Eriksen mencatatkan 8 gol dan 3 assist. Performanya kemudian terganggu akibat insiden cardiac arrest yang dialaminya, sehingga sepakat beristirahat dari lapangan untuk pemulihan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 3 Pemain Termahal yang Dibeli Inter?3 Pemain Termahal yang Dibeli Inter is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 3 Pemain Termahal yang Dibeli Inter matter?3 Pemain Termahal yang Dibeli Inter matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.