Ada Beruang Madu dan Macan di IKN, Ini Kata Warlok!
Satwa Liar Masih Berpindah di Tengah Kawasan IKN yang Sedang Dibangun
Portalnara.com – Sejak 2022, wajah kawasan Ibu Kota Nusantara berubah drastis. Hutan tanaman industri monokultur eukaliptus yang dulu mendominasi lahan kini perlahan tergantikan oleh gedung pemerintahan, jaringan jalan, dan kompleks rumah susun. Namun, di balik deretan proyek pembangunan itu, ekosistem liar belum sepenuhnya lenyap. Warga setempat maupun pekerja konstruksi masih kerap menjumpai berbagai spesies satwa yang melintasi area hutan, aliran sungai, bahkan zona permukiman.
Informasi ini diperoleh langsung dari percakapan dengan masyarakat sekitar serta perwakilan Otorita IKN selama kunjungan liputan pada 14–18 Agustus 2026.
Beruang Madu yang Berkelana di Sekitar Hunian
Di antara seluruh spesies yang tercatat masih aktif di wilayah tersebut, beruang madu menempati posisi paling sering dilaporkan. Risa Astuti, seorang warga Sepaku, mengonfirmasi bahwa satwa itu berkali-kali muncul di lingkungan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) maupun kawasan bendungan.
"Beruang madu sering keliatan di HPK, keliling-keliling cari makan. Sering muncul di bendungan juga,"
Demikian pernyataan Risa ketika diwawancarai pada Senin (17/8/2026). Ia menambahkan bahwa sejauh ini kehadiran beruang madu tidak menimbulkan gangguan berarti bagi aktivitas penduduk setempat.
Ular, Burung Endemik, dan Perlintasan di DAS Sanggai
Keberagaman fauna di kawasan ini tidak berhenti pada satu spesies. Risa juga menceritakan bahwa ular-ular kecil hingga ukuran besar kerap terlihat, tanpa pernah menimbulkan insiden pada manusia.
"Paling ular-ular kecil, ular besar kayak gitu juga aman-aman saja, gak ada yang jadi korban,"
Di samping itu, sejumlah burung endemik Kalimantan masih dapat dijumpai di sekitar area IKN. Luqman Abdul, Humas Otorita IKN, turut menyoroti titik-titik perlintasan satwa lain.
"Biasanya juga di area DAS Sanggai dan Rusun ASN 3,"
ujar Luqman, merujuk pada zona yang masih difungsikan sebagai koridor pergerakan fauna.
Jembatan Satwa di Atas Tol IKN Seksi 3B
Dalam rangka meminimalkan benturan antara satwa dan lalu lintas kendaraan, pemerintah membangun jembatan satwa di ruas Tol IKN Seksi 3B yang menghubungkan KKT Kariangau dengan Simpang Tempadung. Ruas ini merupakan segmen dari total 27,4 kilometer jalur tol yang membentang antara Balikpapan dan Sepaku.
Struktur tersebut diresmikan pada 23 Mei 2025. Lintasannya membentang sepanjang 8,16 meter dan dirancang sebagai dua jalur berbentuk terowongan. Sebagai material pengisi, timbunan mortar busa dipilih menggantikan tanah alami, dengan pertimbangan kondisi lingkungan serta pola pergerakan satwa liar.
Spesies yang diperkirakan memanfaatkan jalur ini mencakup beruang madu, orangutan Kalimantan, macan dahan, hingga bekantan. Dengan adanya infrastruktur tersebut, satwa tidak lagi terpaksa menyeberangi jalan tol yang padat kendaraan untuk berpindah antarhabitat.
Pesan untuk Pengunjung
Kehadiran fauna di tengah kawasan yang terus berkembang menjadi pengingat bahwa ekosistem IKN masih hidup dan memerlukan perlindungan. Apabila Anda berkesempatan mengunjungi wilayah ini dan berpapasan dengan satwa di alam bebas, hindari mendekati, memberi makan, atau mengganggu mereka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ada Beruang Madu dan Macan di IKN?Ada Beruang Madu dan Macan di IKN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ada Beruang Madu dan Macan di IKN matter?Ada Beruang Madu dan Macan di IKN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.