Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Health

Mau Coba Bekam? Ketahui Dulu Manfaat dan Risikonya

William Garcia - portalnara.com 4 mins read

Bekam: Manfaat dan Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Mencoba Mau Coba Bekam Ketahui Dulu Manfaat dan risikonya.

Mau Coba Bekam? Ketahui Dulu Manfaat dan Risikonya

Bekam: Manfaat dan Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Mencoba

Mau Coba Bekam Ketahui Dulu Manfaat dan risikonya. Bekam, teknik terapi tradisional yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, kini masih relevan dalam dunia kesehatan modern. Dalam sejarahnya, bekam digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari nyeri otot hingga masalah pencernaan. Teknik ini bekerja dengan menerapkan cangkir vakum pada kulit, yang menciptakan hisapan untuk merangsang aliran darah dan memperbaiki proses metabolisme tubuh. Namun, sebelum menggunakannya, penting untuk memahami manfaat yang diduga serta risiko potensial yang mungkin muncul. Apakah Anda ingin mencoba bekam? Berikut penjelasan lengkap untuk membantu Anda memutuskan.

Manfaat yang Diduga dari Bekam

Bekam sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan yang diduga berdasarkan pengalaman tradisional dan beberapa studi ilmiah. Salah satu keuntungan utama adalah kemampuannya dalam mengurangi nyeri otot dan sendi. Dalam penelitian, bekam ditemukan efektif untuk atasi nyeri leher, punggung, dan lutut, terutama pada orang yang mengalami rasa sakit akibat aktivitas fisik berat atau cedera. Selain itu, teknik ini juga diklaim bisa membantu mengatasi kekakuan fasia, yaitu kondisi ketika jaringan ikat tubuh menjadi kaku dan menyebabkan nyeri kronis.

“Should You Try Cupping Therapy? Experts Review the Reported Benefits and Risks”. GoodRx . Diakses Januari 2026.

Manfaat lain dari bekam termasuk meningkatkan sirkulasi darah, yang bisa membantu tubuh membersihkan toksin dan meningkatkan kesehatan kulit. Terapi ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengurangi gejala sakit kepala, terutama yang disebabkan oleh tekanan atau kekakuan otot. Dalam beberapa kasus, bekam bisa menjadi pilihan terapi alternatif untuk kondisi seperti kelelahan, asma, atau insomnia, meski efektivitasnya masih memerlukan bukti ilmiah lebih lanjut.

Risiko yang Perlu Diperhatikan Saat Menerapkan Bekam

Walaupun bekam memiliki manfaat yang diduga, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Efek samping paling umum adalah perubahan warna kulit, seperti munculnya bercak merah atau biru akibat peningkatan aliran darah. Bercak ini biasanya bertahan beberapa hari hingga minggu, tergantung pada kondisi tubuh dan teknik penerapan. Namun, risiko bisa lebih besar jika bekam dilakukan dengan salah.

“Cupping Therapy: Risks and Benefits to Consider”. WebMD . Diakses Januari 2026.

Ada juga kemungkinan kulit teriritasi atau terbakar, terutama jika cangkir dibiarkan terlalu lama atau diterapkan pada area yang rentan. Pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti trombosis vena dalam, varises, atau gangguan pembekuan darah, perlu berhati-hati saat mencoba bekam. Selain itu, jika tidak dilakukan oleh ahli, bekam bisa menyebabkan luka atau efek samping lain yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Mau Coba Bekam Ketahui Dulu bahwa teknik ini harus diterapkan dengan tepat.

Kondisi yang Cocok untuk Bekam

Bekam umumnya dianjurkan untuk kondisi seperti nyeri kronis, kelelahan, atau gangguan kebugaran. Para ahli mengatakan bahwa teknik ini bisa menjadi solusi alami untuk meningkatkan energi dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bekam juga bisa bermanfaat untuk mengurangi gejala asma atau masalah pernapasan, karena dianggap membantu mengalirkan udara ke paru-paru. Namun, Anda perlu memastikan bahwa Mau Coba Bekam Ketahui Dulu kondisi Anda cocok untuk terapi ini.

“Cupping Therapy Benefits and Risks”. Mayo Clinic . Diakses Januari 2026.

Dalam konteks medis modern, bekam sering digunakan sebagai pengobatan pendukung untuk beberapa gangguan. Studi oleh Ahmadi, Alireza, David C. Schwebel, dan Mansour Rezaei (2008) menunjukkan bahwa bekam basah mungkin efektif untuk mengatasi sakit kepala tegangan. Sementara itu, Tamer S. Aboushanab dan Saud AlSanad (2018) meninjau efek bekam dari perspektif kedokteran, menekankan pentingnya penerapan yang tepat untuk menghindari risiko.

Kondisi yang Harus Dihindari Saat Bekam

Beberapa kondisi membuat bekam tidak disarankan. Ibu hamil, misalnya, sebaiknya tidak mencoba bekam tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama pada tahap kehamilan awal atau akhir. Pasien dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau gangguan pembekuan darah juga perlu berhati-hati. Teknik ini bisa memengaruhi aliran darah dan memicu perubahan tekanan yang tidak diinginkan. Mau Coba Bekam Ketahui Dulu bahwa penerapan pada area dengan luka terbuka atau penyakit kulit tertentu bisa meningkatkan risiko infeksi.

“Cupping Therapy: When to Use It and When to Avoid It”. Healthline . Diakses Januari 2026.

Orang yang alergi terhadap bahan tertentu, seperti minyak atau bahan pembersih cangkir, juga perlu menghindari bekam. Selain itu, jika Anda sedang mengalami gejala seperti demam, infeksi, atau trauma muskuloskeletal yang parah, sebaiknya menunda penggunaan teknik ini hingga kondisi Anda stabil. Konsultasi dengan ahli sebelum Mau Coba Bekam Ketahui Dulu menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan manfaatnya.

Cara Menerapkan Bekam dengan Benar

Mau Coba Bekam Ketahui Dulu cara melakukan terapi ini secara benar. Pertama, pilih area tubuh yang tepat, seperti punggung, leher, atau bagian tubuh yang mengalami nyeri. Gunakan cangkir khusus yang dirancang untuk hisapan optimal, dan pastikan kulit bersih sebelum penerapan. Selama prosedur, cangkir ditempelkan selama beberapa menit, kemudian dilepas perlahan. Setelah itu, periksa area tersebut untuk mengamati efek samping atau perubahan warna kulit.

“How to Do Cupping Therapy at Home: A Step-by-Step Guide”. Verywell Health .

Leave a reply