5 Pemain Inggris dengan Nilai Pasar Tertinggi di Piala Dunia 2026
5 Pemain Inggris dengan Nilai Pasar Tertinggi di Piala Dunia 2026 5 Pemain Inggris dengan Nilai Pasar - Dalam persiapan Piala Dunia 2026, timnas Inggris
5 Pemain Inggris dengan Nilai Pasar Tertinggi di Piala Dunia 2026
5 Pemain Inggris dengan Nilai Pasar – Dalam persiapan Piala Dunia 2026, timnas Inggris menampilkan lima pemain yang memiliki nilai pasar paling tinggi, menggambarkan potensi dan kontribusi besar mereka dalam permainan. Dengan dukungan dari performa luar biasa di musim 2025/2026, para pemain ini menjadi kunci bagi ambisi Inggris mencapai level tertinggi dalam sejarah turnamen. Daftar pemain ini tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga peran strategis dalam menghadapi lawan-lawan kuat di babak final.
Jude Bellingham: Pilar Kreativitas dan Konsistensi
Jude Bellingham, bintang muda Real Madrid, menjadi salah satu pemain Inggris dengan nilai pasar tertinggi di Piala Dunia 2026. Sejak debutnya di level internasional, ia telah mencatatkan 40 penampilan, mencetak 8 gol, dan memberikan 5 assist, menunjukkan keandalan sebagai gelandang tengah. Nilai pasar Bellingham mencapai 130 juta euro, atau sekitar Rp2,6 triliun, yang mencerminkan popularitasnya di kancah sepak bola global. Dalam Piala Dunia 2026, ia memainkan peran kunci, terutama dalam pertandingan melawan Meksiko, di mana dua gol yang ia cetak memastikan langkah Inggris ke perempat final.
Mengingat konsistensi Bellingham, ia diharapkan menjadi motor permainan Inggris dalam menghadapi lawan-lawan besar di babak berikutnya.
Declan Rice: Komandan Lini Pertahanan
Declan Rice, gelandang tengah Arsenal, masuk dalam daftar lima pemain Inggris dengan nilai pasar tertinggi. Dalam musim 2025/2026, Rice menorehkan 55 penampilan, mencetak 5 gol, dan mengumpulkan 11 assist, yang memperkuat statusnya sebagai pemain andalan. Dengan nilai pasar mencapai 120 juta euro, atau Rp2,4 triliun, Rice menjadi penjaga gawang yang solid di lini tengah Inggris. Di Piala Dunia 2026, ia berperan penting dalam menghadapi Kroasia, di mana kinerjanya menjadi bagian dari kemenangan 4-2 yang memastikan tempat Inggris di perempat final.
Bukayo Saka: Kekuatan Sayap yang Loyal
Bukayo Saka, pemain Arsenal berusia 24 tahun, juga termasuk dalam kelima pemain Inggris dengan nilai pasar tertinggi. Dengan 49 penampilan, ia mencetak 11 gol dan memberikan 9 assist, yang menjadi dasar untuk nilai pasar sebesar 110 juta euro, atau Rp2,2 triliun. Saka dikenal sebagai bintang sayap yang konsisten, bahkan setelah memenangkan Premier League setelah penantian 22 tahun. Di Piala Dunia 2026, ia menjadi bagian dari kekuatan sayap Inggris, terutama dalam pertandingan melawan Panama, di mana kontribusinya terasa dalam beberapa peluang.
Morgan Rogers: Pertumbuhan Pemain Muda di Lini Serang
Morgan Rogers, pemain Aston Villa, menunjukkan peningkatan signifikan selama musim 2025/2026. Dengan 55 penampilan, ia mencatatkan 14 gol dan 12 assist, sehingga nilai pasar pemain berusia 23 tahun ini mencapai 90 juta euro, atau Rp1,8 triliun. Meski lebih sering bermain dari bangku cadangan, Rogers mampu memberikan dampak besar ketika dipanggil, seperti dalam laga kontra Panama. Di Piala Dunia 2026, ia menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kekuatan lini serang Inggris.
Elliot Anderson: Bintang Baru dari Nottingham Forest
Elliot Anderson, pemain Nottingham Forest, menjadi salah satu pemain Inggris dengan nilai pasar tertinggi berkat performa gemilang di musim 2025/2026. Dalam 50 penampilan, ia mencetak 4 gol dan memberikan 5 assist, yang mendorong nilai pasar hingga 75 juta euro atau sekitar Rp1,5 triliun. Setelah menunjukkan kualitasnya, Anderson berhasil bergabung dengan Manchester City di jendela transfer musim panas 2026. Di Piala Dunia, ia tampil sebagai starter dalam lima pertandingan, termasuk kontribusi assist yang krusial saat Inggris mengalahkan Kroasia.
Piala Dunia 2026 menjadi platform yang sempurna untuk menampilkan keunggulan para pemain ini. Dengan nilai pasar tinggi, mereka diharapkan menjadi penentu nasib Inggris dalam menghadapi tim kuat seperti Argentina, Prancis, atau Jerman. Selain itu, keberadaan mereka mencerminkan komitmen Inggris untuk menghadirkan talenta muda dan berpengalaman sekaligus, yang memperkuat ambisi mempertahankan gelar sebagai juara.