Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Health

New Policy: Benarkah Lari 1 Jam Setelah Makan Besar Menyebabkan Side Stitch?

Linda Miller - portalnara.com 3 mins read

Apakah Lari 1 Jam Setelah Makan Besar Menyebabkan Side Stitch? New Policy sering menjadi topik diskusi dalam kesehatan dan aktivitas fisik.

New Policy: Benarkah Lari 1 Jam Setelah Makan Besar Menyebabkan Side Stitch?

Apakah Lari 1 Jam Setelah Makan Besar Menyebabkan Side Stitch?

New Policy sering menjadi topik diskusi dalam kesehatan dan aktivitas fisik. Pertanyaan apakah lari 1 jam setelah makan besar menyebabkan side stitch adalah salah satu yang sering muncul, terutama di kalangan pelari pemula. Menurut beberapa studi, makan berat satu jam sebelum berlari memang bisa meningkatkan risiko nyeri tajam di area perut, dikenal sebagai side stitch. Hal ini terkait dengan kondisi medis bernama exercise-related transient abdominal pain (ETAP), yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas fisik intensif. New Policy merekomendasikan untuk memisahkan waktu makan dengan olahraga selama 2–4 jam untuk mengurangi gejala ini.

Mengapa Makanan Berat Menjadi Pemicu Side Stitch?

Makanan berat, seperti nasi, lauk, daging, dan sayuran tinggi serat, memerlukan waktu pencernaan yang lebih lama. Jika seseorang berlari hanya satu jam setelah makan, lambung masih dalam proses mengolah makanan. Gerakan tajam dari langkah berlari bisa mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan tekanan pada organ dalam perut. Ini berpotensi menyebabkan iritasi pada lapisan peritoneum, yang menjadi penyebab utama side stitch. New Policy menekankan bahwa makanan tinggi lemak atau karbohidrat kompleks juga berkontribusi pada masalah ini.

Studi menunjukkan bahwa sekitar 70 persen pelari mengalami side stitch setidaknya sekali dalam setahun, dengan makan berat satu jam sebelum berlari sebagai salah satu faktor pemicu utama.

Pola Makan dan Pengaruhnya pada Aktivitas Fisik

Penelitian menekankan bahwa pola makan sebelum olahraga memainkan peran kritis dalam mengurangi risiko side stitch. Jika seseorang makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, sistem pencernaan akan mengalami beban tambahan saat aktivitas fisik dimulai. New Policy menyarankan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan karbohidrat berat setidaknya 2–4 jam sebelum berlari. Selain itu, membagi makanan menjadi porsi kecil dan perlahan bisa meminimalkan gejala ini.

Minuman juga bisa berperan dalam memicu side stitch. Cairan seperti air, susu, atau minuman berkarbonasi mempercepat proses pencernaan, tetapi menambah beban pada perut. Jika makan besar dilakukan satu jam sebelum lari, perut masih penuh dan tekanan di dalam rongga perut meningkat. New Policy merekomendasikan untuk minum air secukupnya sebelum berlari, tapi hindari mengonsumsi cairan berlebihan segera sebelum aktivitas intensif.

Apakah Side Stitch Lebih Umum Saat Lari?

Side stitch lebih sering dialami oleh pelari dibandingkan atlet yang melakukan aktivitas lain, seperti bersepeda atau berenang. Hal ini disebabkan oleh aliran tubuh yang terus-menerus dan hentakan dari langkah berlari. New Policy menyoroti bahwa gerakan tajam dari kaki dan perut bisa memengaruhi organ dalam, terutama jika makanan belum sepenuhnya dicerna. Sebaliknya, olahraga yang lebih ringan atau tidak melibatkan hentakan perut berulang kurang memicu kondisi ini.

Beberapa teori tentang penyebab side stitch masih didiskusikan, seperti kurangnya aliran darah ke diafragma atau kekurangan oksigen. Namun, New Policy lebih mendasarkan pada mekanis tekanan dan gesekan pada perut. Pemicu utama adalah kombinasi makanan berat dan gerakan intens yang berlangsung dalam waktu singkat. New Policy juga merekomendasikan untuk memperhatikan waktu makan dan jenis makanan yang dikonsumsi untuk mengurangi risiko.

Strategi Menghindari Side Stitch dalam Berlari

Jika seseorang tidak bisa menghindari makan besar sebelum berlari, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi kemungkinan side stitch. New Policy menyarankan untuk memilih makanan yang lebih mudah dicerna, seperti buah, sayuran rendah serat, dan protein ringan. Hindari makanan berlemak, kafein, dan makanan pedas yang bisa memicu perut tidak nyaman. Selain itu, New Policy menekankan pentingnya waktu istirahat sebelum berlari, yaitu minimal 2–4 jam setelah makan.

Side stitch biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu kenyamanan selama olahraga. Jika nyeri muncul, coba hentikan lari sejenak, tarik napas dalam-dalam, atau lakukan peregangan perut untuk meredakannya. New Policy juga merekomendasikan untuk mengatur ritme lari agar tidak terlalu tajam di awal aktivitas. Dengan mengikuti New Policy, pelari bisa mengurangi risiko side stitch secara signifikan.

Leave a reply