Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Sport

Latest Program: Trump Tantrum Lihat Taktik Tuchel saat Inggris Kalah dari Argentina

Daniel Moore - portalnara.com 3 mins read

gris Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026 Latest Program - Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan terhadap kekalahan Tim

Latest Program: Trump Tantrum Lihat Taktik Tuchel saat Inggris Kalah dari Argentina

Latest Program: Trump Kritik Taktik Tuchel Setelah Inggris Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026

Latest Program – Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan terhadap kekalahan Tim Inggris dalam babak semifinal Piala Dunia 2026. Menurut Trump, kegagalan Inggris melawan Argentina dipicu oleh kesalahan taktik yang diambil pelatih Thomas Tuchel. Dalam wawancara dengan BBC, Trump menyebut bahwa skuad Inggris, yang dihiasi pemain hebat seperti Harry Kane, tidak mengoptimalkan potensi mereka selama pertandingan.

Analisis Strategi Tuchel dan Kritik dari Trump

“Skuad Inggris dipenuhi pemain hebat, dan saya main golf bersama beberapa di antaranya. Harry Kane luar biasa, tapi mereka membuat kesalahan ketika Kane dijadikan pemain bertahan,” ujar Trump. Menurutnya, keputusan Tuchel untuk mengubah formasi sepak bola Inggris menjadi 5-3-2 seharusnya lebih menekankan serangan, bukan pertahanan, terutama setelah unggul dalam skor.

Trump mengakui bahwa pengetahuannya tentang sepak bola tidak mendalam, tetapi ia menilai perubahan strategi tersebut memengaruhi kinerja tim. “Saya tahu soal sepak bola? Tapi ketika sudah unggul dan punya pemain terhebat, seharusnya mereka menyerang, bukan bertahan. Ini agak tidak biasa,” tambahnya. Kritik ini menyoroti ketidakseimbangan antara penyerangan dan pertahanan yang diterapkan Tuchel, yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi pertandingan saat itu.

Reaksi Para Ahli dan Pemain Sepak Bola

Sebelum Trump memberikan komentarnya, banyak pihak, termasuk mantan pemain dan pengamat sepak bola, telah menyoroti keputusan Tuchel. Mereka mempertanyakan perubahan formasi Inggris yang memasukkan Ezri Konsa, Nico O’Reilly, dan Dan Burn, sementara menarik pemain seperti Anthony Gordon, Declan Rice, dan Reece James ke posisi bertahan. Kritik ini terutama fokus pada efektivitas taktik yang digunakan setelah Inggris menguasai skor.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa setelah unggul, Inggris hanya menguasai 12% bola, yang menjadi sorotan oleh analis seperti Mueller dari 433. “Saya kaget dengan pendekatan Inggris setelah unggul. Mereka mengundang pemain Argentina untuk melepaskan umpan silang secara bebas, yang memberi peluang besar bagi lawan untuk menyerang,” tulis Mueller. Ini menegaskan bahwa taktik defensif yang diambil Tuchel berdampak negatif pada permainan Inggris, terutama saat menghadapi tim yang memiliki kualitas serangan tinggi seperti Argentina.

Eks striker Inggris, Wayne Rooney, juga mengkritik keputusan Tuchel. “Kami sudah dipermak. Semua karena manajer dan keputusan yang diambilnya. Kami terlalu pasif, dan melawan tim juara dunia seperti Argentina, tidak boleh seperti itu,” ujar Rooney. Pemain berusia 36 tahun ini menyoroti bahwa keputusan untuk menurunkan tempo permainan setelah unggul membuat Inggris kesulitan mengimbangi serangan Argentina. Kritik ini mendukung pandangan Trump bahwa taktik yang diambil Tuchel tidak optimal.

Latest Program memberikan ruang bagi diskusi lebih lanjut tentang peran seorang pelatih dalam menentukan hasil pertandingan. Tuchel, yang terkenal dengan taktik pragmatis dan adaptif, memilih strategi bertahan setelah Inggris mencetak gol. Namun, keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan tim dalam menghadapi tekanan Argentina. Kane, yang mencetak gol dalam pertandingan tersebut, menjelaskan bahwa para pemain Argentina selalu unggul dalam duel satu lawan satu, dan perubahan tempo Inggris setelah tertinggal membuat mereka kesulitan mengimbangi.

Dalam konteks pertandingan, kekalahan Inggris dari Argentina menjadi pembicaraan hangat di media olahraga. Banyak analis menilai bahwa Tuchel memilih taktik yang lebih cocok untuk pertandingan menghadapi tim kuat, tetapi keputusan ini memicu kekecewaan di kalangan penggemar Inggris. Latest Program juga mengungkapkan bahwa keputusan Tuchel mungkin berdampak pada performa pemain inti seperti Kane, yang seharusnya bisa memanfaatkan peluang untuk menambahkan gol.

Seiring berjalannya pertandingan, kesan Trump tentang taktik Tuchel semakin diperkuat. Meskipun Trump tidak memiliki keahlian sepak bola yang mendalam, kritiknya mencerminkan kekecewaan publik terhadap kegagalan Inggris. Dalam wawancara terbaru, Trump kembali menyebut bahwa taktik yang diambil Tuchel tidak memaksimalkan kekuatan skuad Inggris. “Mereka punya semua yang diperlukan, tapi taktiknya kurang tepat,” ujarnya. Kritik ini memberikan perspektif unik tentang bagaimana keputusan pelatih bisa memengaruhi hasil sebuah pertandingan dalam konteks internasional.

Leave a reply