Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Sport

Lewat Drama 10 Gol – Inggris Finis di Peringkat 3 Piala Dunia 2026

James Jackson - portalnara.com 4 mins read

Piala Dunia 2026: Inggris Finis di Peringkat 3 Lewat Drama 10 Gol Lewat Drama 10 Gol - Di babak perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026, Inggris menorehkan

Lewat Drama 10 Gol – Inggris Finis di Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026: Inggris Finis di Peringkat 3 Lewat Drama 10 Gol

Lewat Drama 10 Gol – Di babak perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026, Inggris menorehkan kemenangan dramatis dengan skor 6-4 melawan Prancis di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini tidak hanya menunjukkan kehebatan timnas Inggris, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang bagaimana “lewat drama 10 gol” bisa menjadi momen terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola dunia. Total 10 gol tercipta, menjadikan laga ini sebagai pertandingan paling menegangkan sepanjang masa penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dengan hasil ini, Inggris berhak menduduki peringkat ketiga setelah mengatasi kejar-kejaran Prancis dalam pertandingan yang penuh emosi.

Babak Pertama: Dominasi Inggris dan Kemenangan Awal

Babak pertama berjalan sangat berimbang, dengan Inggris menunjukkan dominasi sejak menit pertama. Dalam menit ketiga, Declan Rice mencetak gol pembuka setelah mengirim umpan silang dari sisi kiri yang dengan mudah melesakkan bola ke gawang Prancis. Kiper Mike Maignan gagal menghalau sepakan kencang Rice, sehingga memperbesar keunggulan Inggris menjadi 1-0. Namun, Prancis tidak kalah semangat dan terus menekan untuk mengejar ketertinggalan.

Di menit 18, Ezri Konsa mengubah skor menjadi 2-0 lewat sundulan telak setelah menerima umpan silang dari Declan Rice. Dengan skor yang semakin melebar, Inggris tampak lebih percaya diri, sementara Prancis membangun tekanan melalui kombinasi Kylian Mbappe dan Bradley Barcola. Namun, sejumlah kesalahan pertahanan Les Bleus memungkinkan The Three Lions tetap unggul hingga babak pertama usai.

Babak Kedua: Tim Prancis Menyerbu, Gol Dramatis Mengubah Nasib

Di babak kedua, Prancis memperlihatkan perubahan strategi yang signifikan. Mereka memasukkan Lucas Digne dan Dayot Upamecano untuk memperkuat lini pertahanan, sementara Inggris mengganti Ollie Watkins sebagai penyerang. Meski perubahan tersebut, Prancis dengan cepat memperkecil ketertinggalan melalui gol Mbappe pada menit 48, yang dihasilkan dari umpan silang Michael Olise.

Pertandingan memanas di menit 54 saat Barcola mencetak gol untuk Prancis setelah umpan dari Mbappe. Namun, Inggris segera membalas melalui Bukayo Saka, yang mencetak gol di menit 37 dan 45+1. Dengan tiga gol dari Saka, Inggris melengkapi dominasi mereka, tetapi Prancis tetap tak menyerah. Di menit 66, Mbappe kembali mencetak gol setelah memperoleh umpan satu-dua, mengubah skor menjadi 3-4. Ini menjadi titik balik yang mengubah atmosfer pertandingan.

Menit Akhir: Kemenangan Penuh Drama dan Keterbatasan Prancis

Di menit 87, Saka kembali memperbesar keunggulan Inggris melalui penalti yang dieksekusi dengan tepat. Dengan skor 5-3, timnas Inggris terlihat mendominasi hingga menit akhir. Namun, Prancis tidak menyerah begitu saja. Di masa tambahan, Ousmane Dembele mencetak gol di menit 90+5, memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4. Namun, Saka kembali menjadi pahlawan dengan gol penutup pada menit 90+8, menutup pertandingan dengan skor akhir 6-4.

Pertandingan ini menjadi pengulangan drama “lewat drama 10 gol” yang mungkin menjadi simbol keberanian dan ketahanan mental Inggris di babak penutup Piala Dunia 2026. Selain Rice, Konsa, dan Saka, Jude Bellingham juga turut berkontribusi dengan mencetak satu gol di masa tambahan. Performa konsisten dari pemain-pemain muda Inggris menunjukkan masa depan yang cerah, sementara Prancis berusaha memperbaiki penampilan mereka di babak liga sepak bola.

Aksi Pemain: Kombinasi dan Kreativitas di Tengah Tekanan

Kombinasi antara Declan Rice dan Ezri Konsa menjadi kunci kemenangan Inggris, terutama di babak pertama. Rice, yang dianggap sebagai bintang utama tim, menorehkan dua assist yang memastikan kemenangan awal. Konsa, yang dikenal sebagai bek tengah yang andal, memberikan kontribusi penting melalui sundulan telaknya. Di sisi lain, Bukayo Saka menunjukkan kecepatan dan akurasi luar biasa, dengan tiga gol dalam pertandingan ini.

Prancis, meskipun gagal menang, tetap menunjukkan daya juang yang luar biasa. Mbappe, yang sebelumnya menginspirasi timnas Prancis, mencetak dua gol yang membawa Les Bleus mendekati keunggulan. Barcola dan Dembele juga berperan dalam mengubah skor, meski penampilan mereka tidak cukup stabil untuk menggulingkan Inggris. Kombinasi antara serangan cepat dan kekuatan mental tim Prancis membuat pertandingan ini sangat menarik.

Analisis Pertandingan: Mengapa “Lewat Drama 10 Gol” Menjadi Momen Bersejarah

Analisis pertandingan Inggris vs Prancis menunjukkan betapa pentingnya strategi dan ketahanan mental dalam sepak bola modern. Dengan “lewat drama 10 gol,” laga ini menjadi contoh tentang bagaimana permainan bisa berubah secara drastis dalam beberapa menit. Inggris, yang mungkin tidak diunggulkan, menunjukkan kekuatan lini belakang yang solid dan penyerangan yang efisien. Sementara Prancis, meskipun menorehkan empat gol, gagal mengubah nasib mereka di menit-menit akhir.

“Pertandingan ini menggambarkan perjalanan kejuaraan yang menginspirasi. Keberanian Inggris dan kreativitas mereka di lini depan membuat mereka menang meski dihadapkan pada tekanan berat,” kata seorang analis sepak bola setelah pertandingan.

Dengan kemenangan ini, Inggris memastikan posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Hasil ini tidak hanya memperkuat reputasi timnas Inggris sebagai tim yang andal, tetapi juga menegaskan bahwa “lewat drama 10 gol” bisa menjadi bagian dari perjalanan besar dalam sejarah sepak bola internasional. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling memukau di turnamen tersebut, karena kombinasi serangan, pertahanan, dan emosi yang luar biasa.

Leave a reply