Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Health

15 Makanan dengan Risiko Mikroplastik Tertinggi

Jennifer Johnson - portalnara.com 4 mins read

Dalam beberapa dekade terakhir, keberadaan mikroplastik telah bergeser dari sekadar fenomena lingkungan menjadi isu kesehatan yang semakin mendapat perhatian

15 Makanan dengan Risiko Mikroplastik Tertinggi

15 Jenis Makanan yang Paling Rentan Terkontaminasi Mikroplastik

Portalnara.com – Dalam beberapa dekade terakhir, keberadaan mikroplastik telah bergeser dari sekadar fenomena lingkungan menjadi isu kesehatan yang semakin mendapat perhatian global. Partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter ini kini telah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari lautan, tanah, hingga udara. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik juga telah menyusup ke dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari melalui berbagai jalur kontaminasi, baik dari air dan tanah maupun dari kemasan serta proses produksi makanan itu sendiri.

Ketika partikel-partikel kecil ini memasuki rantai makanan, hewan dan tumbuhan tidak memiliki kemampuan untuk memilih apa yang mereka konsumsi atau serap. Akibatnya, mikroplastik dapat terakumulasi di dalam tubuh organisme tersebut. Pada akhirnya, partikel-partikel ini berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia saat kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Hal ini memicu perdebatan ilmiah mengenai dampak jangka panjang paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia, serta identifikasi makanan mana yang paling berisiko.

Daftar Makanan dengan Risiko Mikroplastik Tertinggi

Meskipun masih banyak aspek yang belum sepenuhnya dipahami, bukti-bukti yang ada sudah cukup kuat untuk menunjukkan bahwa konsumsi makanan tertentu lebih mungkin menyumbang paparan mikroplastik yang signifikan dibandingkan makanan lainnya. Berikut adalah daftar makanan dengan risiko tertinggi, yang mungkin beberapa di antaranya termasuk dalam menu favorit Anda:

  1. Air kemasan dalam botol plastik
  2. Kantong teh berbahan plastik
  3. 3. Air kemasan (botol plastik)
  4. 4. Sayuran dan buah-buahan
  5. 5. Beras
  6. 6. Garam laut
  7. 7. Produk olahan (protein hewani dan nabati)
  8. 8. Kerang bivalvia (tiram, kerang hijau, kerang dara)
  9. 9. Ikan kecil yang dimakan utuh (sarden, teri, anchovy)
  10. 10. Makanan laut olahan (surimi, bakso ikan, fish cake)
  11. 11. Daging dan unggas (ayam, sapi, babi)
  12. 12. Produk susu (susu, keju, yoghurt)
  13. 13. Sayuran dan buah-buahan
  14. 14. Beras
  15. 15. Makanan ultraproses dalam kemasan plastik

Mekanisme Kontaminasi pada Makanan Laut

Mikroplastik yang berada di laut kemudian masuk ke dalam tubuh ikan, kerang, udang, dan organisme laut kecil lainnya karena partikel plastik yang tersebar luas di perairan global. Banyak studi telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam tubuh hewan laut yang kemudian dikonsumsi manusia. Kontaminasi ini berasal dari berbagai jalur: partikel plastik yang terurai di air, serat dari tekstil yang terbawa limbah air, serta akumulasi di plankton yang kemudian dimakan oleh hewan laut yang lebih besar.

Sebuah tinjauan menyimpulkan bahwa produk laut seperti ikan, udang, kerang, dan moluska sering terkontaminasi mikroplastik, termasuk partikel serat kecil. Artinya, setiap makanan laut yang dimakan dapat menyumbang partikel plastik kecil yang langsung mencapai usus. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak penelitian fokus pada kategori makanan ini sebagai salah satu sumber paparan mikroplastik utama.

Kontaminasi melalui Garam Laut

Cara lain mikroplastik masuk ke dalam makanan sehari-hari adalah lewat garam laut. Proses pengambilan garam dari laut sering kali mengikutsertakan mikroplastik yang ada dalam air laut. Karena garam umumnya tidak diproses lagi setelah penguapan air laut, partikel plastik tersebut tetap ada dalam produk akhir. Beberapa studi menunjukkan bahwa mikroplastik hadir di berbagai merek garam laut di seluruh dunia. Karena garam digunakan hampir di setiap masakan, paparan dari garam dapat menjadi sumber mikroplastik yang konsisten dalam pola makan harian.

Mekanisme kontaminasinya adalah sebagai berikut: mikroplastik di laut yang diciptakan oleh sampah plastik dan limbah urban tidak dapat sepenuhnya dieliminasi dalam proses pembuatan garam. Sebaliknya, garam yang diambil dari akuifer atau deposit bawah tanah mungkin memiliki profil kontaminasi yang berbeda tergantung kondisi geologisnya.

Air Kemasan dan Kantong Teh Plastik

Studi menunjukkan bahwa air kemasan dalam botol plastik mengandung ribuan hingga ratusan ribu partikel mikroplastik per liter air dari hasil pengukuran, terutama jika kemasan mengalami panas atau tekanan. Ini menunjukkan bahwa kemasan plastik itu sendiri bisa menjadi sumber kontaminasi makanan atau minuman kita. Karena konsumsi air kemasan sangat umum, paparan mikroplastik dari air botolan bisa berkontribusi secara signifikan terhadap total mikroplastik yang kita makan atau minum setiap tahunnya.

Walaupun beberapa faktor seperti suhu penyimpanan dan jenis plastik memengaruhi jumlah partikel yang dilepaskan, data yang ada saat ini menunjukkan bahwa air kemasan plastik bukan sumber yang “bebas mikroplastik”. Selain itu, kantong teh yang berbahan plastik dapat melepaskan jutaan hingga miliaran partikel mikroplastik selama proses penyeduhan.

Langkah Meminimalkan Paparan Mikroplastik

Ada langkah nyata untuk meminimalkan paparan mikroplastik tanpa mengorbankan asupan gizi. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain mengurangi konsumsi air kemasan dalam botol plastik, memilih produk dengan kemasan alternatif, dan memperhatikan sumber makanan laut yang dikonsumsi. Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap sumber-sumber kontaminasi, kita dapat membuat pilihan yang lebih sehat untuk diri sendiri dan keluarga.

Leave a reply