Timeless Project Live: Merayakan Perjalanan Hidup Lewat Tema 2000-an
Konser musik kini telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar tempat hiburan semata. Di masa lalu, acara ini sering dikaitkan dengan kegembiraan sesaat dan
Timeless Project Live: Mengenang Jejak Kehidupan dengan Nuansa Era 2000-an
Portalnara.com – Konser musik kini telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar tempat hiburan semata. Di masa lalu, acara ini sering dikaitkan dengan kegembiraan sesaat dan tren terkini. Namun, saat ini ia berfungsi sebagai momen untuk berhenti sejenak, mengingat kembali perjalanan hidup, serta menemukan kekuatan baru untuk melangkah maju. Fenomena inilah yang menginspirasi kehadiran Timeless Project Live, sebuah festival yang memadukan lagu-lagu legendaris tahun 2000-an dengan kesempatan bagi para penonton, khususnya kalangan usia 30 hingga 39 tahun, untuk menelusuri kembali kisah hidup mereka.
Dalam kesibukan pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya, festival ini hadir sebagai ruang untuk menghargai setiap langkah yang telah ditempuh, sekaligus mengisi ulang energi sebelum kembali beraktivitas. Seperti yang disampaikan Rijal Asikin, perwakilan dari promotor RESONINE, bahwa banyak acara sebelumnya hanya mengajak orang untuk bernostalgia. Namun, ada kebutuhan yang lebih mendalam dari hal tersebut.
“Orang-orang yang kini memasuki usia produktif ingin merayakan perjalanan hidup mereka. Mereka menyadari bahwa semua pengalaman, termasuk lagu-lagu yang menemani mereka di era 2000-an, adalah bagian dari proses yang membentuk siapa mereka hari ini,” ujar Rijal Asikin.
Empat Fase Perjalanan Emosional
Acara ini dirancang sebagai perjalanan emosional yang membawa audiens melewati empat tahap utama, yaitu remember, relive, celebrate, dan recharge. Rangkaian acara ini dimulai di Medan pada tanggal 2 Agustus di Lapangan Parkir Lotte Grosir, kemudian berlanjut ke Palembang pada 29 Agustus di CGC One, Citra Grand City, dan mencapai klimaks di Bandung pada 19 September di Laswi Heritage.
Fase pertama, remember, ditandai dengan berbagai instalasi visual bertema era 2000-an yang membangkitkan kenangan masa lalu. Mulai dari elemen budaya populer, photo spot, hingga landmark tematik yang mengingatkan pada masa-masa tersebut. Selanjutnya, fase relive mengajak penonton untuk menikmati off-air radio experience yang dipandu oleh penyiar radio lokal, serta aktivitas lain seperti marketplace bertema tahun 2000-an, sesi karaoke, dan area interaksi komunitas.
Musisi sebagai Soundtrack Generasi
Di fase celebrate, para musisi lintas genre yang menjadi soundtrack generasi 2000-an akan tampil di panggung utama. Di Medan, pengunjung dapat menyaksikan Ucox Bongax, RAN, Tipe-X, dan Judika. Sementara itu, Palembang menghadirkan Hutan Tropis, Sammy Simorangkir, RAN, Jamrud, dan Tipe-X. Bandung juga akan menjadi bagian dari rangkaian ini dengan konsep PREANGER EDITION yang lebih mengedepankan local pride Jawa Barat, dengan line-up yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Musik memang menjadi pintu masuknya. Tetapi yang ingin kami bangun sebenarnya adalah rasa bangga terhadap perjalanan hidup individu. Kami harap audiens bisa pulang dengan perasaan bangga terhadap apa yang sudah mereka lalui, bukan hanya karena berhasil menonton musisi favorit,” kata Rijal menambahkan.
Fase terakhir, recharge, bertujuan untuk meninggalkan kesan yang lebih mendalam. Setelah menikmati perjalanan emosional sepanjang acara, pengunjung diharapkan dapat pulang dengan perspektif yang lebih reflektif terhadap perjalanan hidup mereka. RESONINE ingin menghadirkan pengalaman konser yang lebih bermakna dari sekadar hiburan, dengan memadukan musik, berbagai aktivitas interaktif, dan ruang untuk berefleksi.
“Kami berharap audiens tidak hanya membawa foto atau video, tetapi juga pengalaman yang berkesan dari keseluruhan acara,” kata Rijal.
Festival ini hadir sebagai ruang untuk berhenti sejenak, mengapresiasi perjalanan yang telah dilewati, sekaligus mengisi ulang energi sebelum kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui empat fase tersebut, acara ini mengajak audiens untuk sejenak menoleh ke perjalanan yang telah dilalui, mengapresiasi setiap proses yang membentuk diri mereka hari ini, serta melangkah kembali ke rutinitas dengan semangat yang diperbarui.