Bedanya Penyakit Jantung Bawaan Anak dan Penyakit Jantung Orang Dewasa
Penyakit jantung pada anak dan orang dewasa memang sama-sama merupakan gangguan pada organ vital ini, namun terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami
Perbedaan Utama Antara Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Penyakit Jantung pada Orang Dewasa
Portalnara.com – Penyakit jantung pada anak dan orang dewasa memang sama-sama merupakan gangguan pada organ vital ini, namun terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Titik awal kemunculan, gejala yang ditunjukkan, hingga metode pengobatannya bisa sangat bervariasi. Hal penting yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa penyakit jantung pada anak selalu bersifat bawaan, sementara pada orang dewasa selalu baru muncul setelah usia dewasa. Faktanya, anak-anak juga dapat mengalami penyakit jantung yang didapat, begitu pula individu dengan kelainan jantung sejak lahir dapat menjalani hidup hingga dewasa dengan kondisi tersebut.
Asal Usul Penyakit yang Berbeda
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang telah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini terjadi ketika proses perkembangan jantung terganggu pada awal kehamilan, khususnya dalam dua bulan pertama pembentukan organ. Tingkat keparahannya sangat beragam, mulai dari lubang kecil antar ruang jantung hingga kelainan kompleks pada bilik, katup, atau pembuluh darah utama. Perlu dicatat bahwa istilah “bawaan” tidak selalu berarti penyakit tersebut diwariskan dari orang tua. Faktor genetik memang dapat berperan, namun pada banyak kasus penyebab pastinya tidak diketahui.
Sementara itu, pada orang dewasa istilah penyakit jantung mencakup kelompok kondisi yang lebih luas. Salah satu yang paling umum adalah penyakit arteri koroner, yaitu penyempitan pembuluh darah yang memasok otot jantung akibat penumpukan plak. Proses ini dapat berlangsung perlahan selama bertahun-tahun dan dipengaruhi oleh tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, merokok, obesitas, usia, serta riwayat keluarga. Namun, tidak semua penyakit jantung saat dewasa muncul karena gaya hidup. Orang dewasa juga dapat mengalami gangguan irama jantung, penyakit katup, kardiomiopati, penyakit jantung rematik, infeksi, maupun kelainan yang dipengaruhi oleh faktor genetik.
Gejala yang Ditunjukkan Tubuh
Karena belum mampu berkomunikasi, tanda penyakit jantung bawaan sering terlihat melalui bernapas, menyusu, dan bertumbuh. Kelainan berat dapat menyebabkan kulit atau bibir tampak kebiruan karena kadar oksigen rendah. Bayi juga dapat bernapas cepat, mudah lelah atau berkeringat ketika menyusu, sulit menghabiskan susu, dan tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang diharapkan. Pada anak yang lebih besar, tandanya bisa berupa cepat lelah, sulit mengikuti aktivitas teman sebaya, pingsan, atau sesak saat bergerak.
Meski begitu, tidak semua anak dengan penyakit jantung bawaan tampak sakit. Kelainan ringan dapat tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui ketika dokter mendengar bunyi jantung yang tidak biasa atau melakukan pemeriksaan untuk alasan lain. Sebagian penyakit jantung bawaan dapat ditemukan melalui pemeriksaan ultrasonografi dan ekokardiografi janin. Setelah lahir, pemeriksaan fisik, pengukuran oksigen dengan pulse oximeter, elektrokardiogram, dan ekokardiografi dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pulse oximeter membantu mendeteksi sebagian penyakit jantung bawaan kritis dengan mengukur kadar oksigen dalam darah bayi. Namun, hasil normal tidak dapat menyingkirkan kemungkinan seluruh kelainan jantung. Pemeriksaan tersebut tidak menggantikan riwayat kehamilan, pemeriksaan fisik, dan evaluasi dokter.
Pada orang dewasa, gejala bergantung pada jenis penyakitnya. Penyakit arteri koroner dapat menyebabkan rasa tertekan, berat, penuh, atau nyeri di tengah dada. Keluhan dapat menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung, atau perut dan disertai sesak, mual, keringat dingin, atau pusing. Gagal jantung lebih sering menimbulkan sesak saat beraktivitas atau berbaring, kelelahan, serta pembengkakan pada kaki. Gangguan irama jantung dapat terasa sebagai jantung berdebar, denyut tidak teratur, atau pusing.
Operasi Saat Kecil Bukan Selalu Akhir Perawatan
Operasi saat kecil tidak selalu berarti penyakit jantung bawaan telah sembuh total. Sebagian pasien tetap butuh pemantauan hingga dewasa. Batas antara penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung dewasa tidak selalu tegas. Kelainan bawaan yang ringan kadang baru ditemukan ketika pasien sudah dewasa. Sebaliknya, proses penyempitan pembuluh darah yang menimbulkan serangan jantung saat dewasa dapat mulai berkembang sejak usia muda.
“Bawaan” tidak otomatis berarti penyakit tersebut diwariskan dari orang tua. Faktor genetik dapat berperan, tetapi pada banyak kasus penyebab pastinya tidak diketahui.