Ironi di Balik Efisiensi Anggaran, Sekolah Ambruk DKI Menunggu Perbaikan
Atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan runtuh secara mendadak pada tanggal 27 November 2024. Empat ruang kelas beserta satu Unit Kesehatan
Sejarah Ironi: Sekolah di DKI Jakarta Terpaksa Tunggu Perbaikan Setelah Efisiensi Anggaran
Portalnara.com – Atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan runtuh secara mendadak pada tanggal 27 November 2024. Empat ruang kelas beserta satu Unit Kesehatan Sekolah mengalami kerusakan parah. Untungnya, tidak ada siswa yang terluka karena hari tersebut merupakan hari pemungutan suara Pilkada. Kejadian ini sempat ditutupi oleh pihak sekolah yang mendapat instruksi untuk tidak menyebarkannya ke publik. Alasan utamanya adalah Jakarta sedang dalam masa pesta demokrasi.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat itu berjanji akan melakukan rehabilitasi menyeluruh. Janji tersebut memberikan harapan baru bagi para guru dan wali murid. Mereka yakin anak-anak bisa segera kembali bersekolah di gedung sendiri. Namun, realita menunjukkan sebaliknya. Hampir dua tahun kemudian, pekerjaan konstruksi belum juga dimulai. Ratusan siswa terpaksa belajar secara bergantian di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
Kondisi Sekolah Viral dan Tanggapan Gubernur
Kasus ini kembali mencuat ke permukaan setelah foto-foto kerusakan tersebar luas di media sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung datang ke lokasi untuk melihat sendiri. Ia mengakui bahwa baru mengetahui masalah ini saat berita menjadi viral.
SD negeri di Kebayoran Lama tentunya segera ditangani. Terus terang saya baru tahu ketika ini viral. Mohon maaf saya baru tahu, kata Pramono.
Gubernur menjelaskan bahwa pemotongan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga memperlambat rencana pembangunan puluhan sekolah. Awalnya, terdapat 22 sekolah yang dijadwalkan untuk direnovasi pada tahun 2026. Namun, setelah penyesuaian anggaran, hanya tujuh sekolah saja yang mendapatkan alokasi dana.
Kemarin saya mengadakan rapat, hadir Ibu Kepala Dinas Pendidikan. Dari 22 yang direncanakan untuk dibangun di tahun 2026 ini, hanya tujuh yang kemudian sudah teralokasi anggarannya. Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya, ujarnya.
Keputusan Mempercepat Pembangunan
Setelah meninjau langsung kondisi bangunan yang ambruk, Pramono memutuskan untuk menambah empat sekolah ke dalam daftar prioritas. Jumlah proyek yang akan dikerjakan tahun ini pun meningkat menjadi 11 sekolah. Ia menekankan bahwa empat sekolah tersebut harus segera dibangun karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Empat proyek prioritas yang dipilih meliputi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp48,1 miliar. SMAN 102 Jakarta mendapat alokasi Rp67,5 miliar. SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar. Sementara itu, SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 mendapat Rp74,1 miliar. Pembiayaan akan berasal dari kombinasi anggaran KLB dan APBD Perubahan.
Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemprov DKI akan melakukan proses penghapusbukuan aset bangunan yang rusak. Rehabilitasi ditargetkan dimulai paling lambat pada bulan September. Bulan Agustus digunakan untuk persiapan penghapusbukuan dan penunjukan kontraktor.
Dalam rapat sudah saya putuskan dananya gabungan dari KLB dan juga APBD Perubahan. Rehab ini akan dimulai paling lama September. Agustus persiapan penghapusbukuan dan penunjukan kontraktor, lalu September pembangunan harus dimulai, jelasnya.
Pembentukan Tim Investigasi dan Inventarisasi
Selain mempercepat pembangunan fisik, Gubernur juga memerintahkan pembentukan tim khusus. Tim ini bertugas memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah di Jakarta. Tujuannya adalah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Bangunan ini sebenarnya dibangun, renovasinya terakhir tahun 2011. Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada. Kenapa harus ada investigasi dan inventarisasi? Karena saya tidak mau ini terulang kembali, kata Pramono.
Tim investigasi dan inventarisasi akan bertugas memeriksa kondisi bangunan sekolah serta memperkuat pengawasan terhadap proyek pembangunan dan rehabilitasi. Menurut Pramono, pembangunan fisik sekolah bukan merupakan tugas pokok Dinas Pendidikan. Selama ini pekerjaan tersebut umumnya dilaksanakan melalui kontraktor sehingga dibutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat.
Untuk melakukan ini, karena saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi supaya tidak terjadi kembali seperti yang sekarang ini terjadi, ujarnya.
Perlu dicatat bahwa bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian ini bertepatan dengan pelaksanaan Pilkada di Jakarta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ironi di Balik Efisiensi Anggaran Sekolah?
Ironi di Balik Efisiensi Anggaran Sekolah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ironi di Balik Efisiensi Anggaran Sekolah matter?
Ironi di Balik Efisiensi Anggaran Sekolah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.