Skip to content
Royal desk
Agustus 6, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

BPS: MBG, Gaji ke-13, dan Koperasi Merah Putih Topang Ekonomi Q2

William Garcia - portalnara.com 3 mins read

BPS - Badan Pusat Statistik mencatat capaian positif bagi perekonomian nasional pada periode April hingga Juni 2026. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29 persen

BPS: MBG, Gaji ke-13, dan Koperasi Merah Putih Topang Ekonomi Q2

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026 Didorong Tiga Program Utama

Portalnara.com – BPS – Badan Pusat Statistik mencatat capaian positif bagi perekonomian nasional pada periode April hingga Juni 2026. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan kuartalan tercatat sebesar 3,73 persen. Angka-angka ini menunjukkan momentum yang kuat bagi Indonesia di tengah dinamika global.

Tiga inisiatif pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, pencairan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara, serta pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Belanja Pemerintah Melonjak Signifikan

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah mengalami lonjakan sebesar 15,97 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh realisasi belanja pegawai yang lebih tinggi, khususnya pembayaran gaji dan tunjangan ASN termasuk gaji ke-13.

“Di kuartal II ini ada realisasi belanja pegawai karena gaji ke-13 cair. Sementara dari belanja barang, program MBG yang diserahkan kepada masyarakat jauh lebih besar dibandingkan kuartal II tahun lalu,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Rabu (5/8/2026).

Program MBG menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Juni 2026 mencapai Rp98,8 triliun. Penyerapan pada kuartal II sendiri sebesar Rp44,7 triliun, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp2,9 triliun.

Edy menambahkan bahwa semakin besar belanja pemerintah direalisasikan, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Dana tersebut mengalir ke dunia usaha dan berputar di masyarakat.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah masuk ke dalam dunia usaha, kemudian berputar dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Konstruksi dan Investasi Kendaraan Mendukung Pertumbuhan

Sektor konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan 6,68 persen pada kuartal II 2026. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas pembangunan infrastruktur yang lebih masif, termasuk pembangunan koperasi desa dan kelurahan merah putih.

Mengenai komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB, Edy menjelaskan bahwa peningkatan investasi kendaraan pada kuartal II kali ini tidak lagi dipengaruhi oleh pengadaan kendaraan untuk KDMP. Hal ini karena realisasi pembelian kendaraan untuk program tersebut telah dibukukan pada kuartal I 2026.

“Pengadaan kendaraan untuk KDMP sudah tercatat di kuartal I 2026 karena memang realisasinya dilakukan pada periode tersebut,” jelasnya.

Pada kuartal II 2026, pertumbuhan investasi kendaraan lebih banyak ditopang oleh meningkatnya penjualan kendaraan niaga seperti truk, bus, dan pikap. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut juga mengalami peningkatan sehingga turut memperkuat kinerja investasi nasional secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions

What is BPS?

BPS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPS matter?

BPS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a reply