Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia Terkonsentrasi di Jawa
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data terbaru yang mengungkap distribusi penduduk miskin di seluruh Indonesia. Temuan penting menunjukkan bahwa lebih
Kemiskinan Indonesia: Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Masih Terkonsentrasi di Jawa
Portalnara.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data terbaru yang mengungkap distribusi penduduk miskin di seluruh Indonesia. Temuan penting menunjukkan bahwa lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia masih berada di Pulau Jawa. Sebaliknya, Kalimantan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di antara semua kepulauan di Indonesia.
M Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menyampaikan rincian angka tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Selasa, 5 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa konsentrasi kemiskinan memang masih berpusat di Jawa, meskipun tren penurunan telah terjadi di berbagai wilayah.
“Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,02 juta orang atau sekitar 52,42 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” kata Edy dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2026).
Sementara itu, Kalimantan mencatatkan angka yang jauh lebih rendah. Wilayah ini hanya memiliki sekitar 870 ribu orang yang masuk kategori miskin, atau setara dengan 3,79 persen dari total penduduk miskin nasional. Angka ini menjadikan Kalimantan sebagai daerah dengan beban kemiskinan paling ringan dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia.
Tren Penurunan Kemiskinan di Seluruh Wilayah
Edy juga menyoroti bahwa kondisi kemiskinan membaik di berbagai penjuru Indonesia. Ketika dibandingkan dengan data September 2025, tingkat kemiskinan mengalami penurunan di semua wilayah. Penurunan paling signifikan justru terjadi di Pulau Jawa, yakni sebesar 0,21 poin persentase. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan ekonomi yang merata di seluruh nusantara.
“Jika dibandingkan dengan September 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia. Penurunan paling dalam terjadi di Pulau Jawa, yaitu sebesar 0,21 poin persentase,” ujar Edy.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat mencapai 22,93 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,43 juta orang dibandingkan September 2025 yang saat itu tercatat sebanyak 23,36 juta orang. Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 mencapai 7,89 persen atau turun sebesar 0,18 persen dibandingkan September 2025.
“Berdasarkan tren dari grafik sejak Maret 2023-Maret 2026 jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan,” kata Edy.
Disparitas Perkotaan dan Perdesaan
Walaupun trennya menurun, kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan masih terasa cukup lebar. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 6,34 persen. Angka ini turun dibandingkan September 2025 yang sebesar 6,6 persen. Sementara itu, lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia tetap berada di wilayah Jawa yang memiliki populasi terbesar.
Sedangkan di pedesaan, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 10,67 persen. Ini merupakan penurunan 0,05 persen jika dibandingkan September 2025 yang sebesar 10,72 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan perlu difokuskan lebih intensif di daerah pedesaan.
BPS juga melakukan analisis mendalam melalui indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi indeks ini, maka semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.
Adapun indeks kedalaman kemiskinan tercatat sebesar 1,268 pada Maret 2026. Di mana indeks kedalaman kemiskinan kota turun ke 0,951 pada Maret 2026 dari 1,040 pada September 2025. Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan desa naik ke 1,744 pada Maret 2026 dari 1,661 pada September 2025.
“Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi wilayah indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2026 di perkotaan mengalami penurunan sedangkan di perdesaan mengalami peningkatan dibandingkan September 2025,” kata Edy.
Sebaran Penduduk Miskin per Wilayah (Maret 2026)
Berikut adalah rincian lengkap sebaran penduduk miskin berdasarkan wilayah pada Maret 2026:
Pulau Jawa: 12,02 juta orang (52,42 persen) Sumatra: 5 juta orang (21,81 persen) Bali dan Nusa Tenggara: 1,83 juta orang (7,98 persen) Sulawesi: 1,77 juta orang (7,72 persen) Maluku dan Papua: 1,44 juta orang (6,28 persen) Kalimantan: 870 ribu orang (3,79 persen)
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa yang dimaksud dengan lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia? Ini merujuk pada fakta bahwa 52,42 persen atau sekitar 12,02 juta orang miskin Indonesia berada di Pulau Jawa, meskipun Jawa hanya mencakup sebagian kecil dari total luas wilayah Indonesia.
Mengapa Kalimantan memiliki jumlah penduduk miskin paling sedikit? Kalimantan memiliki jumlah penduduk miskin hanya 870 ribu orang atau 3,79 persen dari total penduduk miskin nasional, karena aktivitas ekonomi seperti pertambangan dan perkebunan yang lebih berkembang.
Bagaimana tren kemiskinan di Indonesia sejak Maret 2023? Berdasarkan data BPS, jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan sejak Maret 2023 hingga Maret 2026, menunjukkan perbaikan ekonomi yang konsisten di seluruh Indonesia.
Apakah kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan semakin melebar? Meskipun kedua wilayah mengalami penurunan, indeks kedalaman kemiskinan di pedesaan justru naik dari 1,661 menjadi 1,744, sementara di perkotaan turun dari 1,040 menjadi 0,951.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai data kemiskinan Indonesia, Anda dapat mengunjungi halaman ekonomi IDN Times yang menyajikan analisis mendalam tentang kondisi ekonomi nasional.