News

NASA Buka Jalan India Ikut Bangun Pangkalan di Bulan

img_8475_86bd137a-6791-4e35-baca-c197e302816f

India Resmi Diajak NASA Bangun Pos Bulan Bersama

Portalnara.com – NASA Buka Jalan India Ikut dalam program ambisius pembangunan Moon Base yang akan menjadi pos terdepan permanen pertama bagi umat manusia. Inisiatif strategis ini bertujuan menciptakan fasilitas eksplorasi di kawasan Kutub Selatan Bulan yang akan menjadi rumah bagi para astronot dalam misi jangka panjang. Pernyataan resmi tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-9 Kelompok Kerja Bersama Antariksa Sipil antara Amerika Serikat dan India yang berlangsung di Bengaluru pada tanggal 5 hingga 6 Agustus 2026.

Selaras dengan laporan NDTV, langkah ini menandai era baru dalam hubungan kerja sama antariksa kedua negara. NASA menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan menjadi “pos terdepan Bulan pertama umat manusia, tempat di mana para astronot akan tinggal, bekerja, dan menjelajah di dekat Kutub Selatan Bulan”. Pembangunan akan dilaksanakan melalui serangkaian misi berawak maupun tak berawak dengan tujuan memanfaatkan sumber daya lokal serta mempersiapkan perjalanan manusia menuju Mars.

Alasan Pemilihan Kutub Selatan Bulan

Kawasan Kutub Selatan Bulan menjadi pilihan strategis karena memiliki kawah-kawah yang senantiasa berada dalam kondisi teduh. Kawasan ini diyakini menyimpan cadangan es air yang melimpah. Sebagaimana dilansir WION, sumber daya alam tersebut berpotensi diolah menjadi air minum, oksigen, hingga bahan bakar roket. Pembangunan pangkalan akan dilakukan secara bertahap guna melatih para astronot menghadapi lingkungan ekstrem di luar angkasa.

Eksplorasi Bulan telah memiliki catatan sejarah panjang yang melibatkan berbagai negara. AS mencatat pencapaian bersejarah melalui misi Apollo 11 pada tahun 1969 yang berhasil membawa manusia pertama mendarat di kawasan khatulistiwa Bulan. Di sisi lain, India menjadi negara pertama yang sukses melakukan pendaratan lunak pesawat ruang angkasa robotik di Kutub Selatan Bulan melalui misi Chandrayaan-3 pada tahun 2023.

Jejak India di Bulan dan Rencana Masa Depan

Pendaratan lander Vikram dan rover Pragyan pada Agustus 2023 semakin memperkuat posisi India di kawasan Kutub Selatan Bulan. Perdana Menteri Narendra Modi kemudian menamai lokasi pendaratan tersebut sebagai “Titik Shiv Shakti”. Perhatian global terhadap kawasan ini telah meningkat sejak misi Chandrayaan-1 pada tahun 2008 yang berhasil menemukan molekul air di permukaan Bulan.

Berbagai negara maju juga sedang meningkatkan rencana eksplorasi Bulan mereka masing-masing. AS menargetkan pengiriman kembali astronot ke Bulan pada akhir dekade ini atau awal dekade berikutnya. India memproyeksikan pendaratan astronot pada tahun 2024 atau setelahnya melalui Visi Antariksa 2047. Sementara itu, China dan Rusia berencana membangun Stasiun Penelitian Bulan Internasional di Kutub Selatan pada tahun 2035.

Pertemuan di Bengaluru diawali dengan sambutan dari Ketua ISRO V. Narayanan dan Duta Besar AS untuk India Sergio Gor yang membahas penguatan kerja sama kedua negara. Diskusi kemudian dipimpin oleh Direktur Pusat Satelit UR Rao di ISRO M. Sankaran bersama Asisten Menteri Luar Negeri AS Wesley Brooks dan Administrator Asosiasi NASA Kathleen Karika. Mereka membahas peluang kemitraan ilmu pengetahuan, termasuk program Gaganyaan yang tengah bersiap mengirim astronot India ke orbit Bumi.

India menandatangani Kesepakatan Artemis pada 21 Juni 2023 sebagai negara penandatangan ke-27. Kesepakatan tersebut mencakup prinsip eksplorasi antariksa yang damai, transparan, dan berkelanjutan. Selain itu, kedua negara juga menjalankan proyek satelit NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR) dengan nilai estimasi lebih dari 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,158 triliun.

“Kerja sama ini membuka babak baru dalam eksplorasi antariksa global, di mana India dan AS bersama-sama membangun fondasi untuk kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan,” ujar salah satu pejabat NASA dalam konferensi pers.

Frequently Asked Questions

kapan NASA pertama kali mengajak India bekerja sama dalam program Bulan? NASA dan India telah menjalin kerja sama sejak lama, namun inisiatif spesifik untuk membangun pangkalan di Bulan dimulai melalui pertemuan Kelompok Kerja Bersama Antariksa Sipil yang berlangsung di Bengaluru pada Agustus 2026.

apa manfaat utama es air di Kutub Selatan Bulan? Es air di Kutub Selatan Bulan dapat diolah menjadi air minum untuk astronot, oksigen untuk sistem pendukung kehidupan, serta bahan bakar roket yang akan mengurangi kebutuhan membawa bahan bakar dari Bumi.

berapa nilai investasi proyek satelit NISAR? Proyek satelit NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR) memiliki nilai estimasi lebih dari 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,158 triliun, menjadikannya salah satu proyek satelit terbesar dalam sejarah kerja sama antariksa bilateral.

kapan India menargetkan pendaratan astronot di Bulan? Melalui Visi Antariksa 2047, India memproyeksikan pendaratan astronot di Bulan pada tahun 2024 atau setelahnya, sejalan dengan ambisi menjadi kekuatan utama dalam eksplorasi antariksa global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *