Ismael Bennacer Meninggalkan AC Milan Setelah Tujuh Tahun Berkontribusi
Portalnara.com – Sepak Terjang Ismael Bennacer di AC Milan telah resmi berakhir pada musim panas 2026. Keputusan untuk mengakhiri kerja sama telah disepakati oleh kedua belah pihak setelah periode yang panjang sejak pemain asal Aljazair tersebut bergabung pada tahun 2019. Selama berkarier di Milan, ia memberikan sumbangan berharga sebagai gelandang dan meraih berbagai pencapaian penting bersama Rossoneri.
Awal Karier di Rossoneri
Bennacer direkrut dari Empoli pada musim panas 2019 dan langsung dipercaya memegang peran vital di lini tengah. Pada musim perdananya, pelatih tidak hanya menempatkannya sebagai gelandang bertahan maupun tengah, tetapi juga memberinya kesempatan bermain sebagai gelandang serang. Di akhir musim tersebut, ia mencatatkan satu gol dan satu assist dari 35 penampilan di dua kompetisi, yakni Serie A Italia dan Coppa Italia. Gol tunggalnya datang dalam kemenangan besar 5-1 atas Rossoneri pada pekan ke-34 Serie A.
Era Europa League dan Runner-Up
AC Milan membawa Bennacer ke panggung Eropa melalui kompetisi Europa League musim 2020/2021. Sayangnya, perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar. Dari sembilan penampilan, Bennacer memberikan satu assist. Sementara itu, di Serie A ia tampil lebih sedikit dengan total dua assist dari 21 pertandingan. Pada musim berikutnya, Rossoneri mengalami peningkatan prestasi dengan meraih posisi runner-up. Baca juga: Perjalanan AC Milan Menuju Juara Serie A
Musim Kejayaan: Scudetto 2021/2022
Pada musim 2021/2022, Bennacer mengawal AC Milan di tiga kompetisi sekaligus. Di Coppa Italia dan Liga Champions Eropa, ia mencatatkan sembilan penampilan tanpa gol maupun assist. Namun, momen terbaiknya datang saat mempersembahkan scudetto dengan kontribusi dua gol dan satu assist dari 31 kali turun ke lapangan. Salah satu gol krusialnya menjadi penentu kemenangan atas Cagliari pada pekan ke-30. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Sepak Terjang Ismael Bennacer di AC Milan.
Performa Konsisten dan Cedera
Musim 2022/2023 menjadi bukti konsistensi Bennacer. Dengan kemampuan mengatur tempo permainan dan ketenangan dalam menguasai bola, ia tampil dalam 40 laga dengan tiga gol serta dua assist. Meskipun gagal mempertahankan gelar juara liga, ia membantu tim melaju hingga semifinal Liga Champions. Peran pentingnya juga terlihat saat mencetak gol kemenangan atas Napoli pada leg pertama perempat final.
Paruh pertama musim 2023/2024 diwarnai masalah cedera yang menghambat kemampuannya. Setelah masa pemulihan, ia kembali ke tim pada paruh kedua dan menutup musim dengan dua gol serta dua assist dari 20 penampilan. Tim finis di peringkat kedua Serie A, sementara di Europa League mereka kalah dari AS Roma di perempat final.
Periode Terakhir dan Peminjaman
Paruh pertama musim 2024/2025 menjadi babak penutup perjalanan Bennacer di AC Milan. Ia kemudian dipinjamkan ke Marseille untuk paruh kedua musim 2024/2025, dilanjutkan dengan Dinamo Zagreb sepanjang musim 2025/2026. Selama separuh musim tersebut, ia hanya tampil dalam sembilan laga di empat kompetisi berbeda dengan satu assist. Lihat juga: Profil Lengkap Ismael Bennacer
Setelah tujuh tahun bersama AC Milan, Bennacer meninggalkan kenangan manis. Trofi Serie A 2021/2022 menjadi pencapaian tertinggi di antara momen-momen terbaiknya. Meskipun menghadapi masa sulit akibat cedera dan kesempatan bermain yang berkurang di tahun-tahun terakhir, ia tetap menjadi bagian penting dalam sejarah AC Milan era modern.
“Ismael Bennacer adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain di AC Milan. Kontribusinya selama tujuh tahun tidak akan terlupakan oleh para penggemar Rossoneri,” ujar seorang analis sepak bola Italia.
FAQ: Sepak Terjang Ismael Bennacer di AC Milan
Berapa kali Ismael Bennacer bermain untuk AC Milan?
Ismael Bennacer tampil lebih dari 150 kali untuk AC Milan dalam berbagai kompetisi selama periode 2019-2026. Ia menjadi salah satu gelandang andalan tim selama hampir tujuh tahun.
Apa pencapaian terbesar Bennacer bersama AC Milan?
Pencapaian terbesar Bennacer adalah memenangkan Serie A musim 2021/2022. Ia juga membantu tim mencapai semifinal Liga Champions dan runner-up Serie A pada musim 2020/2021.
Mengapa Bennacer dipinjamkan ke Marseille dan Dinamo Zagreb?
Bennacer dipinjamkan untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain setelah mengalami masa sulit dengan cedera dan persaingan di lini tengah AC Milan. Peminjaman ini juga memberikan pengalaman baru di liga yang berbeda.
Apakah Bennacer akan kembali ke AC Milan di masa depan?
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kemungkinan Bennacer kembali ke AC Milan. Namun, hubungan baik antara pemain dan klub tetap terjaga setelah periode yang sukses bersama.

