Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 Ton Emas dari Bank of England untuk Rekonstruksi Pascagempa
Portalnara.com – Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 ton emas yang tersimpan di Bank of England sejak 2018 menjadi agenda bersama setelah gempa bumi berkekuatan dahsyat menewaskan lebih dari 6.000 warga pada 24 Juni 2026. Nilai aset logam mulia tersebut ditaksir sekitar 4 miliar dolar AS, atau setara Rp71,9 triliun, dan kedua kubu politik sepakat mengalokasikan seluruh hasil likuidasinya untuk pemulihan infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta sekolah yang hancur.
Kesepakatan langka ini merupakan buah perundingan dua pekan yang difasilitasi Amerika Serikat dan diumumkan lewat pernyataan bersama pekan lalu. Kedua pihak menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun dari dana tersebut yang akan dialihkan ke kepentingan politik lain, sebagaimana dilaporkan Euro News.
Sikap Inggris: Menunggu Putusan Hukum yang Mengikat
Akses Venezuela terhadap cadangan emas itu dibekukan sejak Inggris menghentikan pengakuan terhadap legitimasi pemerintahannya pada 2018. Hingga kini, Bank of England memilih sikap menunggu dan menyatakan hanya akan bertindak setelah ada putusan hukum yang mengikat. Kantor Luar Negeri Inggris menambahkan bahwa pemerintahnya bukan pihak dalam sengketa tersebut, sekaligus menegaskan kembali dukungan terhadap transisi kekuasaan demokratis di Venezuela.
Presiden Interim Delcy Rodríguez bahkan mengirim surat langsung kepada Raja Charles bulan lalu, memohon pelepasan batangan emas yang tersimpan di Threadneedle Street. Langkah diplomatik ini menjadi sinyal bahwa pemerintah interim berupaya membuka jalur hukum paralel di samping kesepakatan politik dengan kubu oposisi.
Mekanisme Pengawasan dan Agenda Reformasi
Perundingan tingkat tinggi ini tidak melibatkan María Corina Machado, tokoh oposisi paling populer sekaligus peraih Nobel Perdamaian yang dilarang pulang pasca-gempa. Absennya Machado memicu dinamika internal di kedua kubu, meskipun akhirnya mereka sepakat memulai pembahasan reformasi sistem peradilan.
Ramón López, anggota delegasi Majelis Nasional 2015, menekankan bahwa mekanisme pengawasan ekstra ketat wajib diterapkan sebelum aset dicairkan. Dana rekonstruksi rencananya ditampung di rekening Departemen Keuangan AS dan diaudit oleh firma internasional. López juga memastikan tidak ada kompromi politik terkait reformasi Mahkamah Agung, meski isu peradilan dan penguatan lembaga pemilu tetap masuk agenda.
Kubu oposisi menegaskan bahwa transparansi merupakan harga mati agar dana tidak dijarah oleh oknum pemerintah. Mereka memastikan langkah bersama ini diambil tanpa mengendurkan kewaspadaan terhadap
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 Ton?
Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 Ton is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 Ton matter?
Pemerintah Oposisi Venezuela Upayakan Pengembalian 31 Ton matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

