APBN 2027 Alokasikan Rp272,9 Triliun untuk Subsidi Energi, Melonjak 20,1 Persen
Portalnara.com – Proyeksi belanja subsidi energi dalam Rancangan APBN tahun 2027 menyentuh angka Rp272,945 triliun. Perbandingan dengan outlook 2026 yang tercatat Rp227,258 triliun menunjukkan lonjakan sebesar 20,1 persen. Peningkatan ini tersebar pada dua komponen utama: subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) beserta LPG tabung 3 kg, serta subsidi sektor kelistrikan.
Subsidi Listrik Menguat 17,8 Persen
Komponen subsidi listrik pada RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp130,109 triliun, naik 17,8 persen dari outlook 2026 senilai Rp110,411 triliun. Pendorong utama kenaikan ini adalah melonjaknya biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik sekaligus bertambahnya volume listrik yang masih bersubsidi.
“Peningkatan alokasi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik serta peningkatan volume listrik bersubsidi,” tulis Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.
Faktor-faktor yang mendorong kenaikan BPP mencakup pergeseran nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipicu konflik geopolitik global, serta naiknya produksi dari pembangkit berbahan bakar gas.
Subsidi JBT dan LPG Tabung 3 kg Tembus Rp142,8 Triliun
Untuk segmen BBM dan LPG, pemerintah merencanakan alokasi Rp142,836,5 miliar pada RAPBN 2027. Angka itu melonjak 22,2 persen bila diukur terhadap outlook 2026 yang sebesar Rp116,846,9 miliar.
“Anggaran subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG tabung 3 kg pada RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp142.836,5 miliar atau meningkat 22,2 persen apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp116.846,9 miliar,” demikian dikutip dari Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.
Asumsi dan Parameter Perhitungan
Penetapan besaran subsidi JBT dan LPG 3 kg pada 2027 mengacu pada sejumlah parameter, di antaranya kurs rupiah terhadap dolar AS serta harga ICP. Pemerintah juga menetapkan besaran subsidi tetap minyak solar sebesar Rp1.000 per liter.
Dari sisi volume, estimasi kebutuhan JBT minyak solar mencapai 19,558 juta kiloliter, sementara minyak tanah diproyeksikan 539 ribu kiloliter. Adapun konsumsi LPG tabung 3 kg dalam RAPBN 2027 diperkirakan menyentuh 8,945 juta ton.
“Pada RAPBN tahun anggaran 2027, anggaran Subsidi Listrik direncanakan sebesar Rp130.108,8 miliar atau meningkat 17,8 persen,” tulis Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Subsidi Energi 2027 Naik 20 Persen?
Subsidi Energi 2027 Naik 20 Persen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Subsidi Energi 2027 Naik 20 Persen matter?
Subsidi Energi 2027 Naik 20 Persen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

