Health

Dari A sampai E, Ini Jenis Hepatitis yang Paling Serius

img-20240730-214334-5e7f09505567688e0cb6154ede497009-5018f9a0fb89ce4221da00211381cc0c

Hepatitis D: Bentuk Paling Berat di Antara Lima Jenis Hepatitis

Portalnara.com – Dari kelima jenis hepatitis yang dikenal—A, B, C, D, dan E—yang semuanya menyerang organ hati, hepatitis D menempati posisi sebagai bentuk kronis paling agresif menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini ditandai dengan perkembangan penyakit yang lebih cepat menuju sirosis, kanker hati, hingga kematian akibat gangguan fungsi hati.

Mekanisme Infeksi yang Unik

Virus hepatitis D (HDV) memiliki karakteristik khusus dibandingkan virus hepatitis lainnya. HDV tidak mampu berkembang biak secara mandiri karena memerlukan keberadaan virus hepatitis B (HBV) sebagai partner replikasi. Konsekuensinya, seseorang hanya dapat terinfeksi hepatitis D apabila sebelumnya sudah memiliki hepatitis B.

Proses penularan HDV terjadi melalui dua jalur. Pertama, koinfeksi, di mana HDV dan HBV masuk ke dalam tubuh secara bersamaan. Kedua, superinfeksi, yaitu ketika HDV menyerang individu yang sudah mengidap hepatitis B kronis. Situasi superinfeksi inilah yang menjadi perhatian utama para ahli medis.

WHO menyebut superinfeksi HDV pada seseorang dengan hepatitis B kronis mempercepat perkembangan menuju penyakit hati yang lebih berat pada sekitar 70–90 persen kasus dan mempercepat terbentuknya sirosis dibandingkan infeksi HBV saja.

Dampak Klinis dan Risiko Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa HDV memberikan kontribusi signifikan terhadap komplikasi hati pada penderita hepatitis B. Estimasi studi menyebutkan bahwa HDV mungkin berkontribusi terhadap sekitar 1 dari 6 kasus sirosis dan 1 dari 5 kasus kanker hati yang terjadi pada orang dengan hepatitis B.

Pada tahun 2025, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan HDV sebagai karsinogenik bagi manusia, setara dengan HBV dan HCV. WHO mencatat bahwa infeksi hepatitis D berkaitan dengan risiko kanker hati sekitar 2–6 kali lebih tinggi dibandingkan hepatitis B saja.

Studi multisenter yang melibatkan 269 orang dengan antibodi HDV mengungkapkan tingkat keparahan penyakit ketika sirosis sudah terbentuk. Dalam periode lima tahun, kejadian kanker hati mencapai sekitar 12 persen pada peserta dengan sirosis. Sementara itu, gabungan kejadian kanker hati, transplantasi hati, atau kematian terkait hati mencapai 41,3 persen.

Perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut berasal dari kelompok pasien tertentu sehingga tidak berarti setiap orang dengan hepatitis D mempunyai risiko yang sama. Usia, kondisi hati, aktivitas virus, dan adanya sirosis ikut menentukan prognosis.

Perbandingan dengan Hepatitis Lain

Meskipun hepatitis D dianggap paling agresif secara klinis, hepatitis B dan C tetap menjadi masalah kesehatan global yang jauh lebih besar. Global Hepatitis Report 2026 mencatat bahwa keduanya menyumbang lebih dari 95 persen kematian akibat hepatitis virus.

Pada tahun 2024, hepatitis B menyebabkan sekitar 1,1 juta kematian, sedangkan hepatitis C sekitar 240 ribu, terutama akibat sirosis dan kanker hati. Hepatitis C pun tetap serius karena dapat menjadi kronis dan menyebabkan sirosis atau kanker hati, meskipun sekarang sebagian besar kasus dapat disembuhkan dengan antivirus.

Sementara itu, hepatitis E biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Namun, penyakit ini dapat menjadi sangat berat pada ibu hamil. WHO mencatat perempuan yang terinfeksi hepatitis E pada trimester kedua atau ketiga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal hati akut, kehilangan janin, dan kematian. Pada infeksi trimester ketiga, angka kematian ibu dapat mencapai 20–25 persen.

Deteksi dan Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk hepatitis D. Karena HDV hanya bisa menginfeksi orang yang sudah terinfeksi hepatitis B (HBV), vaksin hepatitis B akan mencegah infeksi hepatitis D pada orang yang belum pernah terinfeksi HBV. Bagi orang yang sudah hidup dengan hepatitis B kronis, vaksin hepatitis B tidak lagi memberikan perlindungan terhadap HDV.

WHO sejak 2024 merekomendasikan pendekatan tes hepatitis D pada semua orang dengan hepatitis B kronis sebagai strategi yang diprioritaskan untuk memperluas deteksi, dengan tes anti-HDV dilanjutkan pemeriksaan HDV RNA untuk memastikan infeksi aktif.

Hepatitis D merupakan bentuk hepatitis virus kronis yang paling berat karena dapat mempercepat kerusakan hati, sirosis, kanker hati, dan kematian dibandingkan hepatitis lainnya.

Frequently Asked Questions

What is Dari A sampai E Ini Jenis?

Dari A sampai E Ini Jenis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dari A sampai E Ini Jenis matter?

Dari A sampai E Ini Jenis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *