Enam Member BE:FIRST Habiskan 30 Tusuk Sate Ayam dalam Satu Malam
Portalnara.com – Kunjungan perdana BE:FIRST ke Indonesia tidak hanya meninggalkan jejak di panggung, tetapi juga di meja makan. Pada hari pertama mereka menginjakkan kaki di Tanah Air, keenam member langsung memesan sate ayam secara massal. Total sekitar lima piring—masing-masing berisi enam tusuk—lenyap dalam sekali duduk. Angka itu berarti minimal tiga puluh tusuk sate yang tuntas dalam satu sesi makan bersama.
Awal yang Hangat di Kebayoran Baru
IDN Times berkesempatan duduk berhadapan dengan BE:FIRST pada Senin, 24 Agustus 2026, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. Sejak langkah pertama memasuki ruang wawancara, suasana kekeluargaan langsung terasa. Kendati hambatan bahasa sempat muncul, para member tetap berupaya memahami pertanyaan berbahasa Inggris dengan dukungan penerjemah berbahasa Jepang. Tim pendamping mereka pun sigap menjaga agar seluruh proses wawancara dan pengambilan konten berjalan tanpa hambatan.
Energi BESTY yang Melampaui Perkiraan
Sebelum sesi tanya-jawab dimulai, BE:FIRST baru saja menggebrak panggung LaLaLa Fest 2026 di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Sebagai kunjungan pertama mereka ke Indonesia, para member mengaku tidak memiliki gambaran jelas tentang respons penonton. Manato, yang menjawab sambil memegang mic yang dipegang Leo, menggambarkan suasana malam itu:
“Ini pertama kalinya kami ke Indonesia, jadi kami tampil tanpa benar-benar tahu seperti apa rasanya. Tapi ternyata di lagu seperti ‘Bye-Good-Bye’ atau lagu kami lainnya, mereka ikut menari dengan koreografinya. Mereka juga ikut menyanyikan liriknya, jadi saya rasa itu adalah momen di mana kita semua bisa sangat bersemangat bersama.”
Energi penggemar—yang mereka sebut BESTY—ternyata jauh melampaui ekspektasi awal mereka.
Sate Ayam: Pengalaman Kuliner yang Tak Terlupakan
Di tengah obrolan, topik bergeser ke hal yang jauh lebih personal: makanan. Ketika ditanya menu Indonesia favorit mereka, Shunto sempat berhenti sejenak, memastikan nama hidangan sebelum melontarkan cerita panjang tentang pengalaman menyantapnya bersama seluruh member.
“Sa-Sate? Sate! Yakitori (sate ayam).”
Ia kemudian menambahkan dengan nada antusias:
“Enak sekali ya. Bumbunya tidak ada di Jepang.”
Shunto, yang lahir pada tahun 2003, mengaku belum pernah mencicipi masakan Indonesia sebelumnya. Kunjungan ini menjadi pengalaman kuliner pertamanya. Menariknya, setelah mencoba beberapa hidangan, ia justru menemukan kemiripan cita rasa dengan masakan Jepang.
“Sebenarnya saya belum pernah makan masakan Indonesia sebelumnya. Dan ini pertama kalinya saya mencoba, tapi ternyata banyak yang mirip dengan cita rasa Jepang.”
Walaupun demikian, ia tetap mencatat perbedaan yang mencolok, terutama pada bumbu sate ayam yang menurutnya mustahil ditemukan dalam kuliner Jepang.
Penutup Manis
Obrolan bersama BE:FIRST ditutup dengan kejutan tak terduga: sepotong kue khas Jepang yang mereka siapkan khusus untuk tim IDN Times. Dari panggung LaLaLa Fest hingga meja sate, kunjungan perdana mereka ke Indonesia jelas meninggalkan jejak yang jauh lebih besar dari sekadar satu konser.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BE FIRST Kalap Makan Sate Ayam?
BE FIRST Kalap Makan Sate Ayam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BE FIRST Kalap Makan Sate Ayam matter?
BE FIRST Kalap Makan Sate Ayam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

