Hype

Reza Arap soal Tudingan Manfaatin Mendiang Lula Lahfah demi Promosi Film

img_5502_61579706-b90a-426d-81b9-aaa258a2392e_watermarked_idntimes-3

Reza Arap soal Tudingan Manfaatin Mendiang Lula Lahfah untuk Promosi Film Harusnya Horror

Portalnara.com – Kreator konten ternama ini akhirnya membuka suara terkait gelombang kritik yang datang dari berbagai kalangan. Banyak warganet yang menuduhnya memanfaatkan momen duka kehilangan kekasihnya, Lula Lahfah, sebagai strategi promosi film Harusnya Horror. Dalam proyek sinematik yang menjadi debutnya sebagai sutradara, Reza tidak hanya berperan sebagai pemeran utama, tetapi juga membawa visi kreatifnya ke layar lebar. Sementara itu, Lula tercatat sebagai salah satu bintang utama yang memberikan kontribusi signifikan dalam film ini.

Kehadiran Reza dalam konferensi pers premier menjadi momen penting untuk meluruskan berbagai persepsi publik. Kreator konten tersebut menyampaikan bahwa sorotan keras dari masyarakat tidak mengubah cara ia menghormati sang kekasih yang juga berprofesi sebagai aktris. Reza menegaskan bahwa pembahasan tentang mendiang dalam rangkaian promosi bukanlah hal yang dibuat-buat atau dipaksakan demi kepentingan komersial semata.

Posisi Reza dalam Menghadapi Kritik

Menurut Reza, akan terasa janggal jika ia berpura-pura bahwa Lula tidak memiliki peran dalam film ini. Ia menjelaskan dengan lugas bahwa keberadaan mendiang dalam film ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Reza menambahkan bahwa Lula merupakan salah satu pemeran utama bersama Garry Ang, Tierison, dan Yukatheo dalam proyek ini.

“Bias ya kalau misal gue bilang atau menganggap dia (Lula) tidak ada. Karena kan memang ada dia sebagai salah satu pemeran utama, gitu. Terus kalau misalnya gak dianggap ada, terus harus diapain?”

Pernyataan tersebut disampaikan Reza pada Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa film ini menjadi karya terakhir sang aktris yang dirilis setelah kepergiannya pada 23 Januari 2026. Reza juga mengungkapkan bahwa ia tidak merasa bersalah karena mengakui keberadaan Lula dalam film ini.

Membantah Tuduhan Pemanfaatan untuk Promosi

Reza juga menolak keras anggapan bahwa pembahasan mengenai Lula sengaja dijadikan alat untuk mendongkrak promosi film. Ia menegaskan bahwa sejak awal telah ada kesepakatan dengan pihak produksi untuk tidak mengglorifikasi kepergian sang aktris demi kepentingan pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa Reza memiliki prinsip yang kuat dalam menangani isu sensitif tersebut.

“Bingung juga sama orang-orang yang mikir jadiin ini buat, sorry ya, ‘gimik’, atau jualan. Justru kalau aku ditanya, ini deck -nya semua masih ada di handphone. Tidak mengglorifikasi kepergian almarhumah untuk promosi,”

Pemilik nama asli Reza Oktovian ini juga mengungkapkan bahwa meskipun menjadi bahan pembicaraan warganet, ia tetap memberikan ruang khusus untuk mengenang Lula sebagai bagian dari perjalanan produksi. Salah satu wujud penghormatan tersebut adalah penyediaan satu kursi khusus yang diisi bunga matahari, bunga kesayangan mendiang semasa hidupnya.

Momen Penghormatan yang Dihujat

Reza menceritakan bahwa saat acara nonton bareng perdana, ia sempat memberikan satu spot khusus untuk sang mendiang. Namun, tindakan ini justru mendapat sorotan keras dari warganet yang menganggapnya berlebihan. Reza tidak peduli dengan kritik tersebut dan tetap konsisten dengan keputusan yang diambilnya.

“Waktu di (acara) harusnya nonton duluan, itu sempat aku ngasih satu spot gitu. Khusus gitu untuk almarhumah Lula. Dan itu sempat bukan diejek, tapi dihujat. Dan I swear to God, saya tidak peduli. Saya akan tetap merayakan Lula, karena ini legasi dia juga di film ini,”

Momen penghormatan serupa juga dilakukan Reza dalam konferensi pers premier. Ia membawa sendiri bunga tersebut dan meletakkannya di kursi kosong di sebelahnya sebagai simbol kehadiran mendiang. Selain Reza dan Lula, film ini juga dibintangi para anggota AAA Clan, termasuk Aldy Renaldy, Bravyson, Niko Junius, dan lainnya.

Harusnya Horror merupakan debut Reza Arap sebagai sutradara film panjang dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026. Film ini diharapkan dapat menjadi karya yang menghargai warisan Lula Lahfah sekaligus menunjukkan kemampuan Reza di balik layar.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Reza Arap dan Film Harusnya Horror

1. Kapan film Harusnya Horror tayang di bioskop? Film Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

2. Siapa saja pemeran utama dalam film ini? Pemeran utama film ini meliputi Reza Arap, Lula Lahfah, Garry Ang, Tierison, Yukatheo, serta para anggota AAA Clan seperti Aldy Renaldy dan Bravyson.

3. Apa yang dimaksud dengan “deck” yang disebutkan Reza? Deck yang dimaksud Reza adalah catatan atau materi yang ia simpan di handphone sebagai bukti bahwa ia tidak mengglorifikasi kepergian Lula untuk kepentingan promosi.

4. Mengapa Reza memberikan kursi khusus untuk Lula? Reza memberikan kursi khusus yang diisi bunga matahari sebagai simbol penghormatan dan kehadiran mendiang dalam setiap acara promosi film.

5. Kapan Lula Lahfah meninggal dunia? Lula Lahfah meninggal dunia pada 23 Januari 2026, dan film Harusnya Horror menjadi karya terakhirnya yang dirilis setelah kepergiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *