Tiga Bek Inggris dalam Jejak Inter Milan pada September 2026
Portalnara.com – Inter Milan memiliki sejarah panjang dalam mendatangkan pemain dari luar Italia untuk memperkuat skuadnya. Di antara nama-nama dari berbagai negara yang pernah mengenakan seragam Nerazzurri, terdapat tiga pemain belakang asal Inggris hingga September 2026: Ashley Young, John Stones, dan Djed Spence.
Kehadiran ketiganya mencerminkan kebutuhan Inter terhadap pemain yang mampu menambah kualitas, pengalaman, sekaligus fleksibilitas di lini pertahanan. Young telah lebih dahulu meninggalkan jejak penting di Giuseppe Meazza, sedangkan Stones dan Spence baru memulai petualangan mereka di sepak bola Italia pada musim panas 2026.
Ashley Young membuka jalan pada 2020
Ashley Young menjadi bek Inggris pertama yang direkrut Inter Milan dalam periode ini. Nerazzurri membawanya dari Manchester United pada Januari 2020 dengan biaya transfer 1,7 juta euro, atau sekitar Rp34 miliar.
Saat pindah ke Italia, Young telah menghabiskan 8,5 musim bersama Manchester United. Ia sempat kehilangan peran reguler di skuad Setan Merah, meski catatannya di klub tersebut tetap menonjol: 261 penampilan, 19 gol, serta 34 assist di seluruh kompetisi.
Pengalamannya di level tertinggi Inggris membantu Young segera menjadi opsi yang berharga bagi Inter. Ia mampu dimainkan di beberapa posisi sisi lapangan, sebuah kualitas yang berguna dalam perjalanan tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Selama satu setengah musim bersama Inter, Young tampil 59 kali dan menyumbang lima gol serta sembilan assist. Kontribusinya juga menjadi bagian dari kesuksesan Nerazzurri menjuarai Serie A 2020/2021. Gelar tersebut menandai akhir penantian panjang Inter untuk kembali menjadi kampiun liga Italia.
Pada musim panas 2021, Young mengakhiri masa baktinya di Milan dan pulang ke Inggris untuk bergabung dengan Aston Villa. Meski waktunya di Inter tidak terlalu panjang, ia tetap menjadi salah satu pemain Inggris yang berhasil merasakan trofi Serie A bersama klub tersebut.
John Stones memulai tantangan baru setelah Manchester City
John Stones datang ke Inter Milan pada musim panas 2026 setelah kontraknya bersama Manchester City selesai. Kepindahan itu menutup satu fase besar dalam kariernya di Inggris, mengingat City merupakan klub yang paling lama ia bela.
Selama 10 musim berseragam The Citizens, Stones mengoleksi 295 pertandingan di seluruh ajang. Ia ikut meraih banyak pencapaian, termasuk enam gelar English Premier League dan satu trofi Liga Champions Eropa.
Memasuki usia 32 tahun, Stones memilih mencoba tantangan baru di Serie A. Inter mengikatnya dengan kontrak selama dua musim, sementara sang pemain memilih nomor punggung 6 sebagai identitas barunya di Giuseppe Meazza.
Nilai utama Stones bagi Inter terletak pada versatilitasnya. Posisi naturalnya adalah bek tengah, tetapi ia juga dapat dioperasikan sebagai bek kanan maupun gelandang bertahan. Kemampuan tersebut memberi pelatih Cristian Chivu alternatif tambahan ketika tim membutuhkan perubahan susunan permainan atau perlindungan lebih baik di area tengah.
Hingga September 2026, Stones telah bermain tiga kali di semua kompetisi untuk Inter. Ketiga penampilannya datang dari bangku cadangan, sehingga proses adaptasinya terhadap ritme Serie A masih berjalan. Pengalaman panjangnya di sepak bola Inggris dan kompetisi Eropa diharapkan membantu Inter dalam menghadapi musim yang padat.
Djed Spence direkrut setelah Piala Dunia 2026
Djed Spence menjadi nama Inggris lainnya yang bergabung dengan Inter pada bursa transfer musim panas 2026. Bek berusia 26 tahun itu didatangkan sebagai bagian dari upaya Nerazzurri mengisi kekosongan setelah Denzel Dumfries pindah ke Real Madrid.
Spence dikenal lewat perkembangannya bersama Tottenham Hotspur. Ia bergabung dengan Spurs dari Middlesbrough pada 2022, tetapi masa awalnya di London tidak berlangsung mudah. Untuk memperoleh kesempatan bermain yang lebih rutin, ia sempat menjalani masa peminjaman ke Rennes, Leeds United, dan Genoa.
Setelah melalui sejumlah periode tersebut, Spence perlahan menemukan pijakan di Tottenham. Ia akhirnya mencatatkan 85 penampilan di berbagai kompetisi dan turut membantu The Lilywhites meraih Liga Europa 2024/2025.
Perhatiannya semakin meningkat setelah tampil bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Spence bermain dalam seluruh delapan pertandingan Inggris pada turnamen itu. Ia juga terlibat ketika timnya mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan Prancis.
Inter kemudian menjadikan Spence sebagai target utama untuk sektor kanan pertahanan. Transfernya diumumkan pada Agustus 2026 dengan nilai 30 juta euro, setara sekitar Rp614 miliar. Biaya tersebut menunjukkan bahwa Inter melihatnya sebagai investasi penting untuk kebutuhan skuad.
Namun, Spence belum menjalani debut bersama Nerazzurri hingga September 2026 karena masalah kebugaran. Situasi ini membuat publik Inter masih harus menunggu untuk melihat bagaimana pemain Inggris tersebut akan beradaptasi dengan tuntutan taktik dan intensitas sepak bola Italia.
Tantangan adaptasi di bawah Cristian Chivu
Stones dan Spence sama-sama baru mengenal atmosfer Serie A setelah bergabung pada musim panas 2026. Adaptasi menjadi faktor penting, terutama karena Inter memiliki kebutuhan spesifik terhadap bek yang tidak hanya kuat dalam duel, tetapi juga nyaman terlibat dalam distribusi bola serta perubahan posisi selama pertandingan.
Bagi Stones, pengalaman dan kemampuannya bermain di beberapa peran dapat membuatnya menjadi pilihan berharga dalam rotasi. Sementara itu, Spence membawa profil berbeda melalui kecepatan dan pengalamannya bermain di sisi kanan, meski kondisi fisiknya perlu benar-benar pulih sebelum ia dapat memberi dampak di lapangan.
Ashley Young telah membuktikan bahwa pemain Inggris bisa berkontribusi nyata di Inter Milan. Kini, Stones dan Spence memiliki kesempatan untuk melanjutkan jejak tersebut, sekaligus membangun kisah mereka sendiri bersama Nerazzurri di bawah arahan Cristian Chivu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 3 Bek Inggris yang Pernah Memperkuat?
3 Bek Inggris yang Pernah Memperkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 3 Bek Inggris yang Pernah Memperkuat matter?
3 Bek Inggris yang Pernah Memperkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

