Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Sport

Ketika Tradisi Berbicara: Persib-Persebaya dan Pulangnya Gengsi Piala Presiden

James Jackson - portalnara.com 4 mins read

Ketika Tradisi Berbicara - Sesuai catatan Franklin Foer dalam karyanya How Soccer Explains the World: An Unlikely Theory of Globalization , edisi 2026 Piala

Ketika Tradisi Berbicara: Persib-Persebaya dan Pulangnya Gengsi Piala Presiden

Ketika Tradisi Berbicara: Persib-Persebaya dan Gengsi Piala Presiden 2026

Portalnara.com – Ketika Tradisi Berbicara – Sesuai catatan Franklin Foer dalam karyanya How Soccer Explains the World: An Unlikely Theory of Globalization, edisi 2026 Piala Presiden telah melahirkan kembali semangat tribalisme. Kekuatan-kekuatan lama yang bertahan dan melesat dalam persaingan membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar wacana, melainkan fondasi kebangkitan martabat sepak bola Indonesia. Semifinal musim ini mengonfirmasi hal tersebut dengan kehadiran empat poros kekuatan historis yang telah menjadi tulang punggung kompetisi nasional selama puluhan tahun.

Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Arema FC berhasil menembus babak semifinal dengan penuh kebanggaan. Menariknya, tiga dari keempat tim tersebut merupakan klub legendaris yang telah berdiri sejak era Perserikatan, dengan Arema sebagai satu-satunya yang bergabung kemudian. Secara simbolis, fenomena ini menandai kembalinya prestise Indonesia di ajang bergengsi tersebut setelah beberapa musim didominasi oleh klub-klub asing dari kawasan Asia Tenggara.

Klub Asing Tereliminasi, Tradisi Kembali Berjaya

Perubahan signifikan terlihat dibandingkan musim 2025 yang didominasi klub luar negeri. Saat itu, Port FC meraih gelar juara sementara Oxford United menjadi runner-up. Namun, pada edisi kali ini, tiga skuad asing gagal melaju ke babak semifinal. DPMM FC dari Brunei Darussalam, Tampines Rovers dari Singapura, dan Port FC dari Thailand semuanya terhenti di fase grup dengan berbagai alasan taktis maupun teknis.

Port FC, sebagai juara bertahan dan klub asing pertama yang meraih status tersebut, tersingkir dalam skenario dramatis. Setelah kalah dari Persebaya di laga pamungkas penyisihan Grup B, mereka gagal lolos karena kalah selisih gol dari Persija. Pelatih DPMM FC, Jamie MacAllister, menyampaikan apresiasinya:

Kompetisi ini menjadi ujian yang sangat bagus. Kami menghadapi tim-tim berkualitas dan tampil cukup baik di setiap pertandingan, meski belum beruntung melangkah lebih jauh. Kami berharap bisa kembali tahun depan dan kembali menjadi bagian dari turnamen ini. Kami sangat mengapresiasi semua yang telah dilakukan PSSI. Kami menikmati setiap momennya.

Perjuangan Intens di Babak Semifinal

Sementara MacAllister menilai intensitas fase grup sebagai momen pramusim yang berharga bagi DPMM, semifinal menghadirkan pertarungan kelas tinggi. Persib melawan Persija serta Persebaya berhadapan dengan Arema menyajikan laga yang tak kalah menegangkan. Kedua pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi dan menunjukkan kualitas sepak bola Indonesia yang terus berkembang.

Meskipun beberapa pemain utama Timnas tidak memperkuat Persib dan Persija, atmosfer pertandingan tetap panas. Persib sempat unggul dua gol di awal, namun Maung Bandung tidak sepenuhnya nyaman. Macan Kemayoran terus memberikan tekanan hingga Kwon Chang Hoon berhasil mencetak gol di menit 86 melalui umpan Victor Dethan. Gol tersebut memantik semangat Persija untuk menggempur pertahanan Persib, meski akhirnya gagal menyamakan kedudukan.

Duel Persebaya versus Arema juga berlangsung keras sebagai derby Jawa Timur. Kedua tim menampilkan permainan atraktif. Bahkan, Arema yang kekurangan pemain justru tampil dominan di babak kedua. Namun, momen penentu datang ketika Persebaya memanfaatkan situasi bola mati pada masa injury time babak pertama lewat tandukan Yuran Fernandes.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa laga melawan Arema merupakan tantangan berat bagi anak asuhnya. Kondisi fisik dan mental para pemain Bajul Ijo tidak berada pada level terbaik karena sudah menjalani sejumlah pertandingan dengan intensitas tinggi. Namun, pengalaman dan mental juang menjadi kunci kemenangan mereka.

Mereka bukan mesin. Jujur, ini bukan pertandingan yang sempurna dan berhasil kami selesaikan. Kami punya waktu kurang dari sehari, berbeda dengan Arema. Tapi pemain berjuang, menunjukkan mentalnya sebagai pejuang, sikap bagus, dan terus memburu kemenangan.

Final Tradisional: Persib vs Persebaya

Pertemuan Persib dan Persebaya di final Piala Presiden 2026 menjadi bukti nyata kebangkitan poros tradisional. Kedua klub, yang merupakan salah satu tim tertua di Indonesia, siap mengangkat martabat sepak bola nasional. Final ini dapat disebut sebagai final ideal karena Persib dan Persebaya sama-sama tak terkalahkan hingga semifinal dengan rasio kemenangan 100 persen.

Rekor mereka juga sangat mengesankan. Persib hanya kebobolan satu kali dan mencetak lima gol hingga semifinal. Persebaya mencatatkan prestasi serupa dengan satu gol masuk dan lima gol dicetak. Yang menarik, gaya bermain kedua tim sepanjang turnamen juga mirip, yaitu menerapkan pertahanan low-block yang solid. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan taktis modern dapat dipadukan dengan semangat tradisional tanpa kehilangan identitas masing-masing klub.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Piala Presiden 2026

Berapa jumlah klub asing yang berpartisipasi di Piala Presiden 2026? Terdapat lima klub asing yang berpartisipasi, namun hanya tiga yang berhasil mencapai fase grup, yaitu Port FC dari Thailand, DPMM FC dari Brunei Darussalam, dan Tampines Rovers dari Singapura.

Siapa juara bertahan Piala Presiden sebelum edisi 2026? Port FC dari Thailand merupakan juara bertahan setelah meraih gelar juara di musim 2025.

Mengapa final Persib vs Persebaya disebut sebagai final tradisional? Kedua klub merupakan tim tertua di Indonesia dan telah menjadi poros kekuatan sepak bola nasional sejak era Perserikatan, sehingga pertemuan mereka di final dianggap sebagai kebangkitan tradisi.

Bagaimana performa klub asing di Piala Presiden 2026? Ketiga skuad asing gagal melaju ke babak semifinal dan terhenti di fase grup, menandai dominasi kembali klub-klub domestik dalam kompetisi ini.

Leave a reply