Special Plan: Sah Jadi Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Lanjutkan Reformasi Pasar Modal
Special Plan: Reformasi Pasar Modal BEI dengan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut Special Plan - Seiring pengumuman resmi Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama
Special Plan: Reformasi Pasar Modal BEI dengan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut
Special Plan – Seiring pengumuman resmi Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama definitif Bursa Efek Indonesia (BEI), pembahasan terkait Special Plan semakin mencuri perhatian publik. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar modal, Special Plan menjadi strategi utama yang diharapkan bisa memperkuat posisi BEI sebagai salah satu bursa terkemuka di Asia Tenggara. Jeffrey, yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat sementara (Pjs) Dirut BEI sejak akhir Januari 2026, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelaksanaan Special Plan yang telah dicanangkan sejak awal 2026.
Rencana Strategis untuk Periode 2026-2030
Keberhasilan Jeffrey Hendrik dalam menyelesaikan proses tes kelayakan dan kepatutan di DPR RI menandai langkah penting dalam implementasi Special Plan. Susunan direksi baru BEI untuk periode 2026-2030 telah diumumkan, dengan Jeffrey Hendrik menjadi Direktur Utama yang bertanggung jawab mengarahkan reformasi struktural. Berikut daftar susunan direksi: Direktur Utama: Jeffrey Hendrik; Direktur Keuangan dan SDM: Umi Kulsum; Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy; Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Julianto Adi Sadono; Direktur Teknologi Informasi: Sunandar; Direktur Penilaian Perusahaan: Samsul; serta Direktur Pengembangan: I Gede Nyoman Yetna. Setiap posisi direksi memiliki peran kritis dalam mewujudkan visi Special Plan untuk mempercepat modernisasi pasar modal.
“Kami telah memulai beberapa inisiatif penting dalam rangka Special Plan ini, termasuk peningkatan transparansi dan pengawasan di pasar modal,” kata Jeffrey dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
“Komitmen kami untuk Special Plan akan terus ditingkatkan, baik melalui peningkatan infrastruktur teknologi maupun peningkatan partisipasi investor lokal dan asing,” tambahnya.
“Dengan Special Plan ini, BEI berharap mampu menyaingi bursa-bursa besar di dunia, termasuk memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pasar modal Indonesia,” jelas Jeffrey.
Pelaksanaan Special Plan dalam Praktik
Pelaksanaan Special Plan di Bursa Efek Indonesia tidak hanya berfokus pada perubahan susunan direksi, tetapi juga mencakup sejumlah inisiatif konkret. Salah satunya adalah penerapan regulasi yang lebih ketat untuk memastikan kepatuhan anggota bursa dan pelaku pasar. Selain itu, reformasi juga mencakup upaya mempercepat proses registrasi emiten, meningkatkan aksesibilitas investasi, dan mendorong penggunaan teknologi digital dalam operasional bursa. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi pasar modal selama beberapa tahun terakhir, seperti ketidakstabilan harga saham dan kurangnya kepercayaan investor.
Dalam konteks Special Plan, BEI juga menargetkan peningkatan volume transaksi sektor keuangan nasional. Reformasi struktur organisasi dianggap sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan kompetitif. Selain itu, perubahan ini diharapkan bisa mendorong keterlibatan lebih besar dari pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan lembaga independen. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Special Plan adalah menyeimbangkan kebutuhan penguatan regulasi dengan fleksibilitas pasar yang dinamis.
Special Plan juga menjadi titik fokus dalam upaya menarik investasi asing ke Indonesia. Dengan peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur, BEI berharap bisa menjadi pintu masuk utama bagi investor internasional. Jeffrey Hendrik menekankan bahwa prioritas utama Special Plan adalah memperkuat tata kelola dan integritas pasar modal. Ini termasuk pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik kecurangan, serta pengembangan sistem informasi yang transparan dan mudah diakses oleh semua pihak. Langkah-langkah ini dirancang untuk menciptakan pasar yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Special Plan, BEI juga sedang merancang kebijakan pengembangan sektor emiten. Fokusnya adalah meningkatkan kualitas emiten yang terdaftar, termasuk memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap perusahaan-perusahaan yang ingin memasuki pasar modal. Selain itu, BEI berencana untuk menawarkan berbagai produk keuangan baru yang lebih menarik bagi investor. Dengan Special Plan ini, pasar modal Indonesia berharap bisa menjadi lebih menarik secara global dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.