Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Main Agenda: 240 BUMN Sudah Dipangkas, Aset Semakin Efisien dan Terintegrasi

Susan Hernandez - portalnara.com 3 mins read

240 BUMN Dipangkas, Aset Lebih Efisien dan Terintegrasi Main Agenda menjadi fokus utama dalam upaya reformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di

Main Agenda: 240 BUMN Sudah Dipangkas, Aset Semakin Efisien dan Terintegrasi

240 BUMN Dipangkas, Aset Lebih Efisien dan Terintegrasi

Main Agenda menjadi fokus utama dalam upaya reformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Sejak awal Juli 2026, BP BUMN mencatat bahwa sebanyak 240 entitas BUMN telah dipangkas dalam rangka meningkatkan efisiensi dan integrasi aset. Langkah ini didasarkan pada kebutuhan untuk menyederhanakan struktur organisasi, sehingga mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan operasional perusahaan-perusahaan negara.

Latar Belakang dan Tujuan Reformasi BUMN

Reformasi BUMN yang sedang berlangsung tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, menjelaskan bahwa penyederhanaan jumlah BUMN bertujuan untuk membuat aset negara lebih terarah dan efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. “Main Agenda kita adalah memastikan setiap aset BUMN dikelola secara sinergis, bukan terpisah-pisah. Dengan integrasi yang lebih kuat, manfaatnya akan lebih besar bagi negara, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya dalam wawancara Jumat (2/7/2026).

Kebijakan pemangkasan ini dijalankan melalui berbagai metode, termasuk penggabungan perusahaan-perusahaan yang sektor usahanya mirip, pembentukan holding untuk mengelola aset secara lebih terpusat, dan likuidasi bagi BUMN yang tidak memiliki potensi untuk berkembang. Dony mengatakan bahwa proses integrasi telah berjalan sesuai rencana, sehingga menjadikan manajemen portofolio BUMN lebih terstruktur dan efisien.

Peran Presiden dalam Reformasi BUMN

Presiden Prabowo Subianto juga turut mengungkapkan tujuan utamanya dalam memangkas jumlah BUMN. Ia menargetkan pengurangan hingga 750 entitas, sehingga hanya tersisa 300 hingga 250 perusahaan. “Dari 1.000 lebih BUMN saat ini, kita sudah menutup lebih dari 200. Kira-kira nanti tinggal 300 atau 250 ya? Bayangkan lebih dari 750 kita tutup,” kata Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pemangkasan BUMN bertujuan mengurangi beban biaya operasional. Menurutnya, banyak perusahaan-perusahaan milik negara hingga kini tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap memakan dana besar untuk gaji direksi, komisaris, dan manajemen. “Main Agenda ini adalah untuk memastikan uang rakyat digunakan secara optimal, bukan hanya untuk overhead yang terus-menerus,” tambahnya.

Berbagai langkah yang diambil dalam reformasi ini diharapkan bisa memperkuat peran BUMN sebagai penggerak perekonomian nasional. Pemangkasan jumlah BUMN dinilai sebagai cara untuk mengurangi redundansi, meningkatkan transparansi, dan menyesuaikan perusahaan-perusahaan milik negara dengan kondisi pasar yang dinamis. Dengan Main Agenda yang konsisten, pemerintah ingin menjadikan BUMN sebagai mitra strategis dalam pembangunan Indonesia.

Hasil dan Prospek Reformasi BUMN

Reformasi BUMN yang berjalan tidak hanya mempengaruhi struktur organisasi, tetapi juga berdampak pada efisiensi operasional dan produktivitas. Dony Oskaria menyatakan bahwa setelah pemangkasan, banyak aset BUMN kini dikelola secara lebih terpadu dan berorientasi pada target keuntungan. “Main Agenda ini mencakup penyesuaian struktur organisasi, penggabungan usaha, dan pengoptimalan aset agar bisa memberikan manfaat lebih besar untuk negara,” tambahnya.

Pemangkasan 240 BUMN juga diharapkan mampu mempercepat proses transformasi industri. Dengan mengurangi jumlah perusahaan, pemerintah bisa fokus pada pembangunan BUMN yang memiliki potensi untuk berkontribusi signifikan dalam PDB. Menurut Dony, ini adalah langkah penting untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kompetitif dan sehat. “Main Agenda reformasi BUMN adalah agar aset negara bisa berkinerja maksimal dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.

Leave a reply