Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Facing Challenges: Polisi: Pilot Pesawat AMA Tewas Akibat Tembakan dari Jarak Sangat Dekat

Lisa Rodriguez - portalnara.com 3 mins read

Pilot Pesawat AMA Tewas Akibat Tembakan Jarak Dekat: Menghadapi Tantangan Facing Challenges - Menghadapi tantangan yang berat, polisi mengungkap penyebab

Facing Challenges: Polisi: Pilot Pesawat AMA Tewas Akibat Tembakan dari Jarak Sangat Dekat

Pilot Pesawat AMA Tewas Akibat Tembakan Jarak Dekat: Menghadapi Tantangan

Facing Challenges – Menghadapi tantangan yang berat, polisi mengungkap penyebab kematian pilot pesawat AMA Nicholas F. Gosselin, yang meninggal akibat luka tembak dari jarak sangat dekat. Kombes Pol dr. Sebastian Romi, Kepala RS Bhayangkara Polda Papua, menjelaskan bahwa luka yang dialami korban masuk di pipi kiri, sesuai dengan ciri khas lukanya tembak kontak. “Senjata berada tegak lurus dan menyentuh permukaan kulit, sehingga mengakibatkan kerusakan berat di area kepala,” tambahnya saat memberikan keterangan di Jayapura, Sabtu (4/7/2026). Insiden ini menjadi peristiwa serius dalam operasi penerbangan milik Associated Mission Aviation (AMA) di wilayah Papua.

Proses Pengantaran Jenazah dan Penyebab Kematian

Berdasarkan data radiologi, ditemukan kerusakan berat pada bagian dasar tengkorak korban. Hal ini menegaskan bahwa penyebab kematian Nicholas terjadi secara langsung akibat tembakan yang berada di dekat tubuhnya. “Korban mungkin tidak sempat menyelamatkan diri karena luka mengenai bagian vital tubuh,” kata Sebastian. Jenazah pilot tersebut kemudian diantar ke Jayapura melalui penerbangan GIA, sebelum diserahkan kepada perwakilan PT AMA setelah mengikuti ibadah di gereja yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You.

“Kami sudah menerbangkan jenazah Nicholas ke Jakarta menggunakan pesawat GIA dan selanjutnya diurus oleh Kedubes AS,” ujar Bob Kayadu, Direktur Utama PT AMA.

Proses pengantaran jenazah menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan ini dalam mengelola situasi kritis setelah kejadian maut tersebut. Bob juga menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi AMA bukan hanya dalam menyelamatkan jenazah, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan operasional di tengah tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Insiden dan Dampak Operasional Maskapai

Pesawat AMA yang diterbangkan oleh Nicholas sempat dibakar oleh OPM setelah mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Menurut Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, autopsi tidak dilakukan karena penyebab kematian sudah terjelaskan melalui pemeriksaan luar dan radiologi. “Jenazah diberangkatkan ke RSUD Bhayangkara untuk visum oleh dokter forensik dan tim medis,” jelas Yusuf. Ia juga menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh perusahaan ini semakin kompleks, terutama dalam mempertahankan layanan penerbangan untuk masyarakat terpencil.

“Tembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua,” ujar Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB.

Penembakan terhadap Nicholas dianggap sebagai tindakan ultimatum oleh kelompok separatisme. Sebby menyebutkan bahwa pesawat milik PT AMA sering digunakan untuk mengangkut personel TNI dan logistik militer, yang dianggap merusak keharmonisan antara pihak keamanan dan masyarakat setempat. Tantangan yang dihadapi oleh maskapai ini kini tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga dampak sosial terhadap operasional penerbangan.

Dalam menghadapi tantangan ini, PT AMA berusaha memperkuat pengamanan di setiap penerbangan. Sebby Sambom menegaskan bahwa ulasan jenazah Nicholas menjadi bukti konkrit dari ancaman yang terus mengintai. “Tantangan terhadap layanan penerbangan di Papua semakin berat, terutama setelah kejadian maut ini,” ujarnya. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa luka tembak yang mengakibatkan kematian Nicholas menjadi bukti kesadaran jenazah terhadap bahaya yang dihadapi selama operasi.

Sebagai bagian dari tantangan yang dihadapi, pesawat operasional PT AMA kini berjumlah tujuh unit dengan 15 pilot, termasuk sejumlah warga asing. Bob Kayadu menegaskan bahwa perusahaan ini tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat di daerah terpencil, meski harus beradaptasi dengan risiko tinggi. “Kami menghadapi tantangan yang luar biasa, tetapi tetap berupaya memberikan dukungan penerbangan ke berbagai wilayah yang sulit dijangkau oleh transportasi darat,” kata Bob. Keberlanjutan operasional menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keterhubungan antar daerah di Papua.

Leave a reply