Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama Naik, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

Linda Miller - portalnara.com 3 mins read

Jakarta kembali mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama mencapai level tertinggi sepanjang sejarah

Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama Naik, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

Portalnara.com – Jakarta kembali mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama mencapai level tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, resmi mengumumkan bahwa capaian ini merupakan pencapaian luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data resmi yang dirilis, Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami peningkatan signifikan dari angka 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 di tahun 2025.

Pencapaian ini tidak hanya memenuhi, namun juga melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025. Target tersebut sebelumnya ditetapkan sebesar 76,47. Lebih menarik lagi, angka 77,89 ini semakin mendekati sasaran akhir yang ditargetkan pada tahun 2029, yaitu sebesar 78,25. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai upaya untuk merawat harmoni antarumat beragama selama ini memberikan hasil yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Kerukunan sebagai Fondasi Utama Pembangunan

Dalam sambutannya yang berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026), Nasaruddin Umar menekankan bahwa persatuan bangsa bukan sekadar angka statistik belaka. Ia menegaskan bahwa kerukunan merupakan modal dasar yang sangat esensial untuk menggerakkan roda pembangunan nasional secara berkelanjutan. Tanpa fondasi kerukunan yang kuat, pembangunan ekonomi dan sosial tidak akan berjalan optimal.

“Kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan zikir dan doa sebagai ikhtiar batin dalam menjaga persatuan. Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak cukup hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi, teknologi, maupun politik semata. Diperlukan pula fondasi spiritual berupa kekuatan doa, keluhuran akhlak, serta kerukunan antarsesama yang menjadi perekat bangsa.

100 Ribu Peserta Hadiri Zikir Kebangsaan

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI berhasil menarik perhatian sekitar 100 ribu peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka berasal dari berbagai wilayah dan latar belakang agama yang hadir bersama-sama memanjatkan doa bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Kehadiran massal ini menunjukkan betapa pentingnya kerukunan bagi masyarakat Indonesia.

“Pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan malam ini kita jadikan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah lahir. Dengan zikir, kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” jelas Nasaruddin.

Menurutnya, Indonesia merupakan lukisan Tuhan yang paling indah. Meskipun setiap individu memiliki keyakinan yang berbeda-beda, semuanya dipersatukan oleh cinta yang sama kepada tanah air. Ia juga mengapresiasi peran para tokoh agama yang terus konsisten menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia yang semakin kompleks.

Doa dan Kerukunan untuk Masa Depan

Nasaruddin menyampaikan bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun melalui kekuatan ekonomi dan ketangguhan politik. Lebih dari itu, bangsa tersebut juga dibangun oleh kokohnya kerukunan antarsesama umat beragama. Hal ini sejalan dengan apa yang Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama sebagai indikator keberhasilan pembangunan nasional.

“Kita meyakini bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam suasana kebersamaan lintas agama dapat menjadi energi spiritual. Energi tersebut akan memperkuat ikhtiar seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Kehadiran para pemimpin dan tokoh agama dalam acara tersebut merupakan wujud nyata kecintaan terhadap tanah air.

“Semoga malam ini betul-betul doa kita dijawab, dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan demikian, bangsa kita insyaallah akan terus mencapai puncaknya seperti yang pernah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa kita,” kata Nasaruddin menutup sambutannya.

Leave a reply