Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

What Happened During: Polri Tangkap 3 Bandar Narkoba Diduga Sebab Tewasnya 3 Polisi Katingan

Daniel Moore - portalnara.com 2 mins read

What Happened During: Polri Tangkap 3 Bandar Narkoba Diduga Penyebab Kematian 3 Polisi Katingan What Happened During - Dalam rangka meningkatkan upaya

What Happened During: Polri Tangkap 3 Bandar Narkoba Diduga Sebab Tewasnya 3 Polisi Katingan

What Happened During: Polri Tangkap 3 Bandar Narkoba Diduga Penyebab Kematian 3 Polisi Katingan

What Happened During – Dalam rangka meningkatkan upaya penegakan hukum, What Happened During menyebutkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil menangkap tiga bandar narkoba yang diduga terlibat dalam insiden serangan dan pembunuhan terhadap tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Operasi ini dilakukan oleh tim gabungan dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury, di beberapa lokasi strategis di Kalimantan Tengah.

Detektif Polri Ungkap Detail Penyergapan Bandar Narkoba

“Benar, kami berhasil menangkap tiga bandar narkoba yang diduga menyebabkan kematian tiga polisi di Katingan hari ini,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso melalui pernyataan resmi, Kamis (9/7/2027). Menurut Eko, ketiga tersangka tersebut, yang dikenal sebagai Bio, Perie, dan Ramblan, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Bareskrim Polri. Mereka bukan hanya terlibat dalam peredaran narkoba, tetapi juga langsung terlibat dalam aksi penyerangan yang berujung pada kematian tiga anggota polisi.

Operasi penyergapan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalteng terjadi pada Rabu (1/7/2026) pukul 01.00 WIB. Insiden ini menelan korban tiga polisi yang tewas, sementara dua dari mereka sempat dilaporkan hilang. Awalnya, tim 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan, dipimpin AKP Affan Effendi, melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut.

Kondisi Saat Penyerangan dan Konsekuensinya

Tujuan operasi dilakukan dengan membagi tim menjadi dua bagian. Satu tim bertugas mengamankan sumber peredaran narkoba, sementara tim lain menjaga keamanan di dekat sebuah SMP yang berada di lokasi dekat. Namun, saat tim petugas memasuki rumah target, terjadi kejutan ketika seorang pria mengeluarkan parang dan langsung menyerang polisi. Dua pelaku lainnya juga turut memperparah situasi dengan menyerang Kasat Narkoba AKP Affan Effendi.

Kelompok keluarga terduga pelaku diduga memicu kerusuhan dengan memprovokasi warga sekitar, sehingga perlawanan terhadap polisi memanas. Akibatnya, Ipda Yudhie menerima luka fatal, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang tanpa jejak. Dalam What Happened During ini, dikemukakan bahwa kejadian tersebut tidak hanya mengguncang Satresnarkoba Polres Katingan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menegakkan hukum terhadap para pelaku kejahatan narkoba.

Jenazah Bripda Nopandri ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.55 WIB. Sementara Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di lokasi yang sama pada Minggu (5/7/2026) pukul 09.30 WIB. Kedua jenazah tersebut menjadi bukti bahwa aksi penyerangan tersebut tidak hanya mengakibatkan korban tewas, tetapi juga berdampak pada keberhasilan operasi penyergapan.

Analisis dari Polri menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi contoh nyata bagaimana What Happened During operasi anti-narkoba dapat berujung pada konflik yang mematikan. Dengan menangkap tiga bandar narkoba, pihak kepolisian berharap kasus ini bisa menjadi titik balik dalam mengurangi aksi kekerasan terhadap anggota polisi. Selain itu, Polri juga berencana untuk meningkatkan pengawasan di sekitar wilayah yang sering terjadi konflik antara petugas dan pelaku narkoba.

Leave a reply