Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
News

Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas Al-Dagher

Lisa Rodriguez - portalnara.com 3 mins read

as Al-Dagher Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas - Pada Rabu, 8 Juli 2026, pemerintah Suriah berhasil menangkap Firas Al-Dagher, salah satu pemimpin

Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas Al-Dagher

Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas Al-Dagher

Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas – Pada Rabu, 8 Juli 2026, pemerintah Suriah berhasil menangkap Firas Al-Dagher, salah satu pemimpin senior Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Operasi ini diumumkan oleh kementerian dalam negeri Suriah, dengan informasi tambahan dibagikan oleh media internasional seperti Jerusalem Post pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Penangkapan Al-Dagher terjadi dalam konteks upaya Suriah untuk menggusur pengaruh ISIS dari wilayah selatan negara tersebut, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi basis utama bagi kegiatan teroris organisasi ini.

Profil Firas Al-Dagher dan Perannya dalam ISIS

Firas Al-Dagher, yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin wilayah Lebanon dan Palestina di bawah ISIS, ditemukan bersembunyi di daerah terpencil yang terletak di dekat perbatuan dengan Yordania. Ia pernah menjabat sebagai penasihat utama di lingkaran keputusan ISIS, mengkoordinasikan operasi militer dan strategi propaganda. Dalam peran ini, Al-Dagher tidak hanya memimpin operasi lokal, tetapi juga menghubungkan ISIS dengan kelompok-kelompok teroris di wilayah lain, seperti di Irak dan Libya. Penangkapan ini dianggap sebagai penindasan besar-besaran terhadap struktur kepemimpinan ISIS, yang sebelumnya dianggap kuat dan sulit dihancurkan.

Operasi yang melibatkan tim khusus dari Kementerian Dalam Negeri Suriah dan intelijen negara tersebut berlangsung secara rahasia selama beberapa bulan. Tersangka sempat mengganti lokasi persembunyiannya hingga tiga kali, dengan bantuan jaringan pengintaian yang terorganisir. Meski begitu, informasi intelijen yang diperoleh melalui kerja sama antara lembaga keamanan dan informan setempat membantu mengungkap keberadaannya di daerah selatan Suriah. Ini menunjukkan kemampuan Suriah dalam mengakses data teroris dan menggerakkan operasi yang cepat dan efektif.

Kemitraan Antar-Sektor dalam Operasi Penangkapan

Penangkapan Al-Dagher tidak hanya melibatkan angkatan bersenjata Suriah, tetapi juga koordinasi dengan organisasi intelijen lokal dan internasional. Kementerian Dalam Negeri Suriah, dalam pernyataannya, menyebutkan bahwa data dari pemantauan keuangan dan komunikasi teroris memainkan peran kunci dalam memandu operasi tersebut. Selain itu, intelijen Suriah juga bekerja sama dengan negara-negara tetangga seperti Yordania dan Lebanon untuk mempersempit ruang gerak para pemimpin ISIS. Langkah ini menunjukkan keterlibatan aktif Suriah dalam membangun jaringan anti-teroris yang lintas batas.

Dalam konteks kebijakan luar negeri Suriah, penangkapan Al-Dagher menjadi bagian dari upaya pemerintah baru di bawah presiden Ahmed Al-Sharaa, yang menggantikan Bashar Al-Assad pada awal 2025. Perubahan kepemimpinan ini menandai pergeseran strategi Suriah dari fokus pada pertempuran langsung dengan kelompok teroris ke pendekatan yang lebih berbasis intelijen dan taktik gerilya. Pemimpin baru mengungkapkan komitmen kuat untuk membersihkan wilayah yang sempat menjadi pangkalan utama ISIS, termasuk daerah selatan yang masih menyisakan ancaman teroris.

Berikutnya, empat anggota ISIS lainnya juga ditahan dalam operasi tersebut. Mereka diduga terlibat dalam serangan teror terhadap infrastruktur penting di Suriah, seperti pabrik minyak dan pusat logistik. Serangan-serangan tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran terhadap kestabilan ekonomi dan keamanan negara. Identitas keempat anggota tersebut tidak diungkapkan secara spesifik, namun mereka dianggap sebagai bagian dari jaringan kecil yang bertugas memperkuat posisi ISIS di wilayah selatan. Para tersangka kini menjalani pemeriksaan terhadap keterlibatan mereka dalam kejahatan teror.

“Penangkapan Firas Al-Dagher membuktikan bahwa Suriah kini mampu menggambarkan kekuatan intelijen mereka dalam menghancurkan struktur kepemimpinan ISIS,” kata peneliti internasional Orabi kepada The Media Line. “Ini juga menunjukkan bagaimana negara tersebut menjalani proses transisi ke era baru, dengan fokus pada penindasan teroris secara efektif dan berkelanjutan.”

Penangkapan ini mendapat sambutan positif dari pihak internasional, termasuk Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa keberhasilan Suriah dalam menangani ancaman teroris membuka kemungkinan untuk mencabut Suriah dari daftar negara sponsor teroris yang dikelola oleh pemerintah AS. Hal ini menandai perubahan sikap AS terhadap Suriah setelah beberapa tahun mengkritik negara tersebut atas keterlibatannya dalam kegiatan teroris. Namun, sejumlah negara tetap mengingatkan Suriah agar terus berkomitmen dalam memerangi gerakan teroris di dalam negeri dan luar negeri.

Leave a reply