Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 PortalNara adalah sumber informasi terkini tentang teknologi, startup
Business

Key Discussion: RI Jadi Founding Member WAICO, Organisasi AI Dunia Cetusan Xi Jinping

James Jackson - portalnara.com 4 mins read

Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Organisasi AI Dunia yang Didirikan Xi Jinping Key Discussion - Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri

Key Discussion: RI Jadi Founding Member WAICO, Organisasi AI Dunia Cetusan Xi Jinping

Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Organisasi AI Dunia yang Didirikan Xi Jinping

Key Discussion – Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan, yaitu World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Inisiatif ini lahir di bawah kepemimpinan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan diresmikan dalam upacara pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat (17/7/2026). Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO menandai komitmen kuat negara ini untuk mengambil peran aktif dalam mengembangkan teknologi AI secara global, dengan fokus pada inklusivitas dan tanggung jawab.

Komitmen Indonesia dalam WAICO

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kehadiran Indonesia dalam WAICO merupakan hasil dari keputusan Presiden Prabowo Subianto. “Ini merupakan momen penting dalam sejarah, di mana terjadi pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, serta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan sejumlah pendiri WAICO,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual. Dalam Key Discussion, ia menegaskan bahwa keanggotaan RI bertujuan menciptakan mekanisme pengembangan AI yang inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia.

“Partisipasi Indonesia dalam WAICO adalah langkah strategis untuk memastikan AI menjadi jembatan kebersamaan, bukan penyebab ketimpangan atau perpecahan,” tambah Airlangga.

Tujuan WAICO dan Strategi Global

WAICO dibentuk dengan tujuan mendorong kolaborasi global dalam pengembangan AI, khususnya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Presiden Xi Jinping, dalam pidatonya, menekankan bahwa AI harus dikembangkan sebagai alat yang mampu memperkuat kemajuan bersama, bukan sekadar monopoli satu negara. “Inisiatif ini adalah Key Discussion tentang bagaimana teknologi canggih ini dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang maksimal,” ujarnya.

Sejauh ini, WAICO telah diikuti oleh 29 negara, termasuk Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Brasil, China, Ethiopia, Afrika Selatan, Kenya, Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia. Selain itu, Kuba, Nicaragua, Venezuela, Oman, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, serta Serbia juga menjadi anggota. Dengan komposisi anggota yang beragam, WAICO diharapkan menjadi forum strategis untuk mengatasi tantangan global dalam bidang AI, sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara.

Peran Indonesia dalam Mendorong Inovasi AI

Indonesia mengusulkan berbagai inisiatif untuk mempercepat pengembangan AI, terutama dalam sektor ekonomi dan pendidikan. Dalam Key Discussion, pemerintah RI menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem pemerintahan dan layanan publik, agar masyarakat umum dapat menikmati manfaatnya. “Kita ingin menjadi mitra yang dapat berkontribusi dalam inovasi dan penerapan AI, sekaligus belajar dari pengalaman negara-negara lain,” jelas Airlangga. Ia juga menyebutkan bahwa WAICO akan menjadi platform untuk membagun standar etis dan teknis dalam penggunaan AI.

Indonesia juga berencana menyiapkan kebijakan nasional yang mendukung ekosistem AI. Hal ini mencakup pengembangan SDM teknologi, peningkatan infrastruktur digital, serta pengaturan hukum yang memastikan AI beroperasi secara aman dan transparan. Dengan bergabung sebagai pendiri, RI berharap mampu berperan aktif dalam membentuk arah pengembangan AI di tingkat global, khususnya dalam menangani isu-isu seperti ketimpangan digital dan keamanan data.

Impak WAICO terhadap Global Economy

WAICO diperkirakan akan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi global. Dengan mengumpulkan 29 negara, organisasi ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan inovasi dalam bidang kecerdasan buatan. Dalam Key Discussion, para pendiri WAICO sepakat bahwa AI adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di era digital. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Selain itu, WAICO akan membantu mengatasi tantangan seperti ketergantungan teknologi dan ketimpangan antar-negara. Dengan membangun kerja sama antarnegara, organisasi ini berupaya memastikan bahwa AI tidak hanya menjadi alat kekuasaan, tetapi juga sebagai alat inklusif yang memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. “Kita perlu menyusun mekanisme kerja sama yang adil, sehingga setiap negara bisa berkembang secara proporsional,” ujar Xi Jinping dalam Key Discussion saat pembukaan WAIC 2026.

Pernyataan Angga Raka Prabowo

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam WAICO bukanlah bentuk dukungan eksklusif terhadap Tiongkok, melainkan bentuk keinginan RI untuk berkontribusi dalam pengembangan global. “Kita tidak memiliki kubu-kubuan. Prioritas kita adalah kepentingan nasional, serta peran RI dalam lingkungan global,” kata Angga. Ia menambahkan bahwa Indonesia bersedia berbagi pengalaman dalam penerapan AI di sektor pendidikan dan kesehatan, sebagai bagian dari Key Discussion tentang kolaborasi internasional.

Sebagai anggota pendiri, Indonesia juga diharapkan menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran bagi negara-negara berkembang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam bidang teknologi, terutama melalui program-program pendidikan dan pelatihan. “Dengan bergabung di WAICO, kita bisa memperkuat keberagaman dalam pengembangan AI, yang merupakan aset penting untuk keberlanjutan ekonomi dan sosial,” tutur Angga.

Leave a reply